"HAH?! DIJODOHIN?!" kaget jendra dan viona, karna mereka bertemu secara tidak baik
"Iya, kenapa? Kok kamu kaget?" -tanya jundin, yang statusnya adalah papa viona
"Ya jelas lah ona kaget, yakali baru ketemu dijodohin" ona sangat terkejut, dan tak menyukainya jika ia dijodohkan dengan pria es balok seperti di depannya ini
"Hahaha, sayang, tante rena dan om hendro ini sahabat mami dan papi kamu, kita udah rencanain ini dari waktu mami hamil kamu" jelas lina panjang lebar
Viona yang tak percaya dengan omongan mamanya, langsung terduduk lemas di sofa ruang tamu.
"Ona, kamu kenapa?! Kamu gapapa kan sayang?!" tanya lina dengan nada khawatir karna terkejut melihat putrinya yang terlihat lemas mendengar kalimatnya itu
"Gapapa mi, cuma pusing aja denger kalimat mami tadi" kata viona dengan nada yang lemah, seperti sangat pasrah.
"Yasudah, ayok silahkan duduk, kita bicarakan acara pertunangan dan pernikahannya ya" dengan senyum lina mengatakan kalimat itu, ia tahu anaknya akan tak suka, tapi dia sudah berjanji kepada almarhum kakeknya viona.
*****
Vina dan vira merasa tidak nyaman karna cowo cowo itu, ia bingung mengapa mereka dibawa ke tempat sepi seperti ini?
"Kita ngapain ya kesini?, kan rumah gua sama vira bukan disini" ucap vina hati hati, karna ia takut jika mereka akan macam macam
"Tenang aja vina, kita gak akan apa apain lo kok, santay aja, kita cuma lagi ada urusan sebentar" kata salah satu pria yang menyetir mobil itu, namanya adalah artoni
"Urusan apa?" tanya vira yang tak kalah kepo dengan ucapan artoni tadi
"Gapapa, vira ikut gua yok, sebentar aja" ajak artoni kepada vira, karna vira merasa sangat ingin tahu, ia ikut bersama artoni, dan disinilah mereka sekarang, di dalam bangunan tua.
"Loh, kita ngapain disini?" tanya vira dengan raut wajah yang terlihat panik
"Kita kan mau seneng seneng sayang"
"AAAAAA!!"
Vina, pov
"Mereka kenapa lama banget sih?" tanya vina karna khawatir kepada adiknya itu
"Gapapa, ntar juga balik" sahur salah satu pria yang tidak ia kenal
"Oke"
Vina, pov off
*****
"Oke, jadi kita udah tentuin ya jeng, nanti kamu bisa tinggal sama jendra di apartemen ya ona" kata tante rena dengan senyum yang manis
"Hm, iya" jawab ona lemas dan bangun lalu menuju kamarnya.
Viona, pov
Gua jalan seperti orang yang gak ada tujuan idup, lemes banget karna tanggal pertunangan dan pernikahan gua udah di tetapin, ah! Walaupun lama, tapi selama itu juga gua tinggal sama tu es balok
Gua akhirnya merebahkan dori di ranjang queen size milik gua, dan membuka ponsel miliknya, terdapat tulisan
5 panggilan tak terjawab dari vina syc
10 panggilan vidio tak terjawab dari vina syc
35 pesan masuk dari vina syc"Kenapanih?" saat gua mau pencet chatnya si vina, tiba tiba
Tok tok tok
Pintu kamar gua di ketok, sebenernya gua males bukain, tapi gak sopan kalo gak gua buka
"Iya sebentar!"
Cklek
Pintu kamar gua pun terbuka, dan gua liat ada vira dan vina yang nangis dan keliatan berantakan, gua langsung nyuruh mereka masuk tanpa basa basi, gua suruh duduk di kasur punya gua
"Loh, kalian kenapa?" tanya gua penuh rasa khawatir, vira tiba tiba meluk gua, dan nangis sesenggukan
"Kenapa ra?, lu gak di apa apain kan sama si artoni and the geng?"
"Sakit na, sakit hiks.." ucap vira dan terus nangis
"Sakit maksudnya? Lo di pukul? Lo di jambak lo di t-" kalimat gua terpotong karna ngeliat darah yang ngalir dari balik rok vira.
"Lo di perkosa?!"
*****
"Gimana bro?"
"Enak coy, masih fresh"
"Gila lo, keren"
"Si vina? Gimana"
"Ah gabisa di pegang, dia kan pegang sabuk item karate, sabuk item taekwondo sama sabuk merah silat"
"Halah, lo padaan aja yang lemah"
HAHAHA, tawa artoni dan teman temannya pecah, sebenarnya dino tak ingin terlibat, tapi ia memiliki hutang yang harus di bayar pada artoni
"Woy toni!" teriak viona dan si kembar
"Wooo, ada yang mau kejebak di kandang harimau nih" artoni mengucapkan kalimat itu dengan senyum simriknya
"Dasar cowok brengsek! Berani beraninya lo rusak adek gua, dasar bajingan!" teriak vina dan langsung membogem wajah artoni, artoni tersungkur di lantai.
"Wah, keren juga ni cewek" ucap salah satu temannya yang di ketahui bernama roy
"Kenapa marah marah cantik?, mending kita seneng seneng" roy
"Najis seneng seneng sama kalian!" ketus vina, dino yang melihat vira sedang menangis lalu menghampirinya
"Maaf ya, gua gabisa cegah artoni, lo kalo ada apa apa bilang gua aja, gua bakal tanggung jawab kok" kata dino (astaghfirullah dinooo, elah meleleh author)
"Lo!, lo temennya artoni kan?!" bentak viona
"Gua terpaksa na, gua sebenernya gak mau, tapi-"
"Tapi apa?!"
"Tapi, gua butuh waktu untuk lepas dari mereka"
Tanpa di ketahui, viona merekam semuanya, perkataan dan kejadian semua terrekam di ponsel viona.
"AAAAA!"
"Vina!"
Selanjutnya...

KAMU SEDANG MEMBACA
VIONDRA
Teen FictionWARNING!!, ada banyak kata kata kasar dan adegan yang parah!