sepuluuu

418 2 1
                                    

"Daripada lo galau mending sama gua"

"Hah?!"

"Serius amat lo, gua bercanda kali"

"Dih anjing"

"Wetset, ngegas aje mba, rem kenapa, gak baik cewe kasar"

"Gua yang kasar lo yang sibuk"

"Dih? Jutek banget, jangan jutek jutek cantiknya ilang" gombalnya, vina sangat kesal dengan pria bodoh yang ada di depannya ini, ia memutar bola matanya jengah (author bayanginnya yang kanan muter ke kanan, yang kiri muter ke kiri, AUTIS ANJING AHAHAH)

"Dahla keburu masuk" vina berniat beranjak dari tempatnya itu, tapi ia di jegat oleh artoni dan teman temannya, tapi mengapa tak ada dino?

*****

"Vira, kamu gak apa apa kan? Semenjak kejadian itu?" tanya dino hati hati

"I'm okay, gak ada apa apa kok" jawabnya di selingi senyuman

"Lo kenapa mau terima gua? Sedangkan gua pernah biarin lo di nikmatin artoni"

Vira mengela nafasnya kasar lalu menatap dino
"Yang salah juga artoni, bukan lo, untuk apa benci sama lo sedangkan lo gak ada salah" dino mengangguk, ia tak tahu bahwa wanitanya itu sangat bijak.

Dino mengelus rambut kekasihnya itu dengan lembut, dan mengecupnya.

"Bijak banget sayangnya dino"

"Dih apaan sih, lebay deh"

"Dih, siapa yang lebay coba?, puji, aku itu puji kamu"

"Hm, apaiya?"

"Gapercaya?"

"Iya percaya deh" jawab vira pasrah.

"Vina mana?" tanya viona, yang lain hanya menatap satu sama lain

*****

"Wah ada kembarannya nih, adek lo mana?" tanya artoni

"Bukan urusan lo, gua juga gatau" jawabnya ketus

"Aceilahhh, sama sapa tuh? Lo pasti lagi grepe grepean kan ahaha"

Plak!

Satu tamparan mendarat di pipi mulus, et salah, pipi jerawatan artoni

"Jaga omongan lo ya! Lo pikir gua murahan?! Jijik amat." masih dengan tatapan kesal

"Hh, gak mungkin, adeknya aja gak nolak, gamungkin kakaknya gak beda, apalagi kalian kembar bener?"

"Lo jebak adek gua bangsat!"

"Ouu, maap kakak ahahaha"

Bugh!

Tonjokan dari jarka melayang tepat mengenai wajah artoni.

"Bacot lo anjing! Lawan kok cewek, banci lo!" hina jarka, artoni sangat geram dengan jarka, dan terjadilah aksi saling pukul disitu.

*****

Viona, jendra, dino, dan vira berlari mengelilingi sekolah, mereka tak tahu dimana keberadaan teman temannya itu tapi jendra teringat ada satu hal, bahwa jarka selalu berada di belakang sekolah, siapa tahu teman idiotnya ada di situ.

"Na, ketemu?"

"Engga"

"Ra gimana?"

"Gak juga"

"No, lo ketemu?"

"Kagak" semuanya kelelahan, tetapi jendra? Ia hanya diam dan berfikir sedari tadi.

"Gua tau, belakang sekolah udah di cek?" tanyanya

"Belum" jawab mereka serempak.

Lantas jendra langsung berlari ke belakang sekolah, dan diikuti oleh yang lainnya.

"BACOT LO ANJING!" terdengar teriakan dari belakang, mereka langsung mempercepat pergerakan mereka.

Dan benar saja, mereka ada di sana, sedang adu pukul, memar di wajah masing masing, vina hanya berteriak untuk membuat mereka berhenti.

"Vina" panggil viona, vina yang merasa terpanggil menoleh ke arah orang yang memanggilnya.

Vina berlari dan memeluk viona, ia bingung harus bagaimana di saat seperti itu. Jendra tak tinggal diam, ia datang mendekati ke arah mereka lalu menendang artoni hingga mencium tanah

"Udah anjing. Berantem di lapangan aja bego. Gak usah disini, cupu lo berdua" jendra dan artoni langsung pergi dari tempat, vina menarik tangan jarka menuju uks.

*****

"Gak usah sok jagoan makanya"

"Gua cuma gak suka vin ada orang kaya begitu, apaan tuh lawan cewek, banci banget, awh" sedikit merintih dan merasakan sakit di bagian luka yang sedang vina obati

"Sorry, sakit ya?"

"Ya iyalah, kalo gak sakit gua gak ngerintih kesakitan"

"Hm" vina melanjutkan sesi mengobatinya.

Kedua sahabat vina hanya berdiri di depan uks, mereka membiarkan jarka dan vina hanya berdua di uks.

"Haus gak? Mau minum?" tawar dino, yang dijawab anggukan oleh vira

"Gua juga nitip ya"

"Iya"

*****

Di perjalanan menuju kantin, dino dijegat oleh artoni dkk

"Oh ini penghianat"

Next?...
Vote, share, dan komen dulu slur

VIONDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang