"Eh menurut lo jendra gimana?"
*****
"Viona" panggil jendra lembut
"Iya?"
"Ini seblaknya, tadi katanya mau seblak"
"HAH?! BENERAN?!" ucap viona terkejut, ia kira jendra tak akan memberinya makanan itu, tetapi ternyata ia dibelikan oleh jendra.
"Ini, mau gak?"
"Hehe iyah mau" sambil menunjukan smile eyesnya
"Gemes amatsi" ucap jendra, ucapannya itu berhasil membuat pipi viona memanas
*****
"Menurut gua jendra tu, baik, cakep, mukanya tu ganteng bangetttt, tapi dingin" ucap vira
"Oohh, kalo gua sama jendra, lo setuju gak?" tanya vina yang berhasil membuat vira membulatkan matanya
"Jelas enggak lah! Lo gila? Dia itu tunangan viona kali."
"Iya gua tau, tapikan gua lebih unggul dari viona dalam segala hal" sombongnya (sombong jadi jamet)
"Apaan? Viona itu lucu, gemesin, cantik, banget bahkan, lo? Hih, jauh"
"Eh, gua itu cantik buktinya gua lebih laku dari viona"
"Viona itu laku, lo aja gatau, dia selalu tolak orang yang mau coba deketin dia, selalu di tolak"
"Cihh"
"Gua mau tanya, sejak kapan lo jadi gini?"
"Sejak gua suka sama jendra"
"Lo gak akan bisa dapetin cintanya jendra vin, inget nih kata kata gua, jendra bakalan tetep balik sama viona walaupun mungkin, mungkin nih ya, dia tertarik sama orang lain, tapi--" vira menjeda kalimatnya
"Tapi apa?"
"Tapi jendra tetep cinta ke viona, juga sebaliknya, paham?"
"Enggak"
"Stupid" hina vira.
*****
Malam datang, angin dingin menerpa kulit, membuat viona kedinginan, dia ada dimana? Mengapa dia kedinginan?
"Na, pulang yuk. Udah malem nih, lo gak takut, nanti ada hantu loh" ucap jendra menakuti viona, karna mereka sekarang berada di pemakaman, viona mendatangi pemakaman omanya
"Hantu? E e, emang a ada?" tanyanya gugup
"Ada itu" viona menoleh ke arah yang jenra tunjuk, tetapi sepertinya tidak ada apa apa, saat ia kembali melihat jendra matanya terbelak kaget.
"AAAAAA!!! SETANNNNN!!" teriaknya melihat wajah jendra yang diberi senter layaknya hantu
"Sstttt, ini gua heh, jangan teriak nanti dateng, mau?" viona menggeleng keras tanda tak mau
"Yok sini peluk gua, kita pulang, nanti kalo gak peluk gua hantunya muncul" viona menurut, karna ia sangat takut pada hantu, menurutnya hantu itu jelek.
Mereka berjalan ke arah mobil, saat ingin mendekati mobil, ada 2 pereman menghampiri mereka.
"Waw, cantik ni cewek, buat gua aja ya" gosa salah satu pereman itu, viona menaikkan salah satu alisnya dan melihat pereman itu dari atas sampai bawah, seperti meremehkan
"Mata lo mau gua colok neng? Apa anu lo?"
Bugh
Bugh
Bugh
Tonjokan jendra mendarat di wajah pereman yang tak seberapa itu.
"Kurang ajar lo!" lalu mereka berdua menyerang jendra, tapi jendra tak kalah walau melawan mereka berdua. Dan viona?
Viona lari masuk ke dalam mobil lalu menguncinya, karna sebelumnya ia diberi kunci mobilnya oleh jendra.
Jendra memukul hingga keduanya kabur, jendra sangat pandai dalam hal perkelahian, ia sangatlah mahir.
Lantas jendra langsung masuk ke dalam mobil, viona kaget dan melihat siapa yang ingin masuk ke mobilnya, karna sedari tadi ia menangis dan menutup mata karna takut jika jendra kalah.
Saat melihat jendra, senyumnya mengembang lalu membukakan pintu untuknya.
"Jendra gapapa?" tanya viona khawatir
"Hm, gua gapapa"
"Oh, ok, dra, gua mau pulang"
"Iya ini kita pulang, jangan nangis lagi ya" lalu mengelus puncak kepala viona.
Saat di perjalanan, viona menanyakan sesuatu.
"Jendra, gua suka sama lo"
Ciiitttt!
"Apa?, gua gak denger, bisa ulang?"
"Gua suka sama lo"
"Sebenernya..."
Selanjutnya...

KAMU SEDANG MEMBACA
VIONDRA
Teen FictionWARNING!!, ada banyak kata kata kasar dan adegan yang parah!