[Amarah]

36 4 0
                                    


Gelenyar panas di balik dada, angkara yang senyap di gulungan lingual. Tertekan sebab aksara kebencian tidak juga termuntahkan. Pemantik enggan penuhi undangan untuk sulut kembang dan meledak. Pun kata sempat menari di udara sebelum kau runtuhkan aku dengan gelegak tawa. Tidak serius. Kau denial dan kebenaran sesungguhnya ada di tangan. Bakar saja sampai habis! 

Habiskan sampai kau sendiri hangus di dalamnya.

08/05/20. 

Lapang, Lantur.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang