ketika lembayung gores jagat raya dengan mewahnya, berharap beri kehangatan dan leburkan kekecewaan, aku justru bawakan ia jelaga dan musnahkan segalanya. ketika purnama menjadi objek paling mengagumkan di setiap kemunculannya, berharap beri gemilap pada hati sendunya, aku justru bawakan ia deraian hujan dan tenggelamkan segalanya.
tidak, tidak ada yang sempurna, aku dan kamu hanyalah manusia.namun, hal itu tetap tidak bisa menjadi alasan, pengampunan untukku mungkin sudah tiada, dan aku tidak dapat mengganti segalanya; waktu lalu.
03/12/20

KAMU SEDANG MEMBACA
Lapang, Lantur.
Poesiasebab benakku tak lelah angkat suara, hantarkan larik-larik yang hanya ia paham. aku coba lapangkan segala kelanturannya dalam prosa yang mungkin tak ingin kaudengar. Picture by Yusuf Evli on Unsplash Edited by Aksara- copyright 2020 by Aksara-