Bab 10

38 4 0
                                    

happy reading guys..


Fana sedang berada di rumah kak marcel, bersama fano rendi dan afan. Mereka sedang menonton film a quite place di ruang tengah sambil menikmati snack yang dibeli rendi disupermarket.

Rumah kak marcel tidak dijual, tetapi di kontrakan oleh papa nya fana, katanya sayang jika harus dijual, nanti juga marcel bakal balik lagi kan? Tetapi sebelum penyewa rumah kak marcel datang, mereka mau menghabiskan waktu disana dulu.

" jam berapa diaorg dateng? " tanya fano tiba-tiba

Afan yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ujung rambut fana menoleh dan melirik jam tangannya " jam 9 katanya "

" yaudah lo rang dua ikut gue bentar, fana jaga rumah " tutur rendi tiba-tiba membuat fana melongo

" hah apaansi jadi gue sendirian gitu? "

" bentaran doang na, lebay bat lu. Mau gue panggilin tetangga sebelah untuk nemenin lo? " tawar afan

" gausah, masa cewek sama cowok berduaan malem malem apa kata tetangga? Udah biarin aja fana sendirian " tolak fano mentah-mentah, padahal fana juga tidak mau jika harus ditemani oleh bio, bisa mati mendadak dia karena kehabisan nafas.

Akhirnya fana hanya menghela nafas panjang.

fana berniat untuk mengganti pakaiannya, dia hanya mengenakan daster saja, dia sangat suka memakai daster, walaupun pas bangun tidur kaya orang abis di perkosa haha.

langkahnya terhenti dengan suara kelakson mobil di depan rumah kak marcel " ahh ngerepotin aja si rendi, tinggal buka sendiri aja make klaskon segala "

Fana berjalan keluar rumah, dan melihat ternyata itu bukan mobil rendi, apa rendi ganti mobil lagi, mungkin sihh kan dia kaya banget. Kalo bosen yang tinggal tunjuk, tidak seperti dirinya yang sobat misqueen.

Fana berjalan berniat untuk membukakan pintu pagar rumah kak marcel, tangannya sudah siap untuk menggeser pagar, tetapi matanya tak sengaja menangkap bio yang baru saja pulang mengendarai motornya.

Oh ini kan malem minggu ya, pasti nongkrong di cafe star. Fana meggeleng-gelengkan kepalanya, lalu dengan sigap menggeser pagar berwarna hitam itu.

Mobil juke berwarna merah itu masuk halaman rumah kak marcel, fana berjalan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menghilangkan bio dari fikiranya.

Bugh

Tunggu-tunggu kayanya gue kenal sama parfum ini fana mundur satu langkah, lalu mengangkat kepalanya, untuk memastikan firasatnya.

" lo gapapa? " tanya yosa

Fana terdiam sebentar masih menatap yosa " ah- ga kok ga papa " jawabnya sedikit gugup.

Hening tak ada yang berbicara, hanya suara jangkrik yang terdengar. Fana mengedarkan pandangannya, sesekali melirik yosa saat pandangan mereka bertemu fana tersenyum kaku lalu kembali mengedarkan pandangannya ke segala arah menghilangkan kegugupanya. Dia hanya memainkan jari-jarinya saja.

Kenapa jadi ga jelas gini sih pikirnya

" cantik " kata yosa tiba-tiba membuat fana menatap yosa lama

Fana masih menatap yosa, begitupun yosa hanya menatap fana saja. Kecanggungan ini harus dihentikan pikirnya.

Fana mendanga untuk menatap langit " hah? Oh iya bulannya cantik " katanya setelah sekian lama terdiam menatap yosa.

" bukan bulan tapi elo " fana yang masih menatap langit jadi tidak berani menatap yosa, dirinya tak mampu untuk membalas tatapan yosa.

Kok deg-degan sih ini, ya allah semoga fano rendi sama apan cepet dateng, aku ga kuad beduaan sama cogan ya allah- batinya berteriak.

FanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang