Bab 11

73 5 2
                                    

Entah sejak kapan fana merasa yosa seperti berusaha mendekatinya, gr banget emang si fana. Sejak pertemuan pertama mereka di sekolah fana, dan saat konfoi bareng teman-teman fano, hingga saat ini dia masih dekat dengan yosa.

Flashback on

" eh eh kok dia ada disini fan " tanya fana pada afan yang melihat seorang lelaki yang fana kenali sedang berjalan ke arah mobil fano dan berbicara pada fano.

Afan menoleh " oh yosa, kenapa emangnya? Ganteng ya, lo coba liat instagram dia, kaya kost an putri isinya cewek semua, sedih abang " afan menampakkan wajah sedihnya sambil mengelus-elus dada.

Fana melirik ke arah afan lalu memutar bola matanya malas " lo juga kan ganteng fan, ga kalah lah sama dia "

" ahh sudah gue duga! Emang gue itu ganteng, gue tau itu " afan ingin memeluk fana dengan memajukan bibirnya. Fana berusaha menghindar dari pelukan maut afan.

" jijik fan diem " ujar fana berusaha menghalangi kepala afan untuk mendekat.

" eh lorang ngapain malah mesum " ujar rendi tiba-tiba.

Afan langsung menghentikan aktivitasnya " eh na ngomong-ngomong kok lo kenal sama yosa? Eh gue lupa yosa kan pomus banget, wajar aja lo kenal "

Fana menggeleng " gue ga kenal sama dia, Cuma tadi ketemu aja " jelas fana pada afan

Afan pura-pura menutup mulutnya mendramatis " masa sih lo ga kenal? Biasanya kalo masalah cowok ganteng lo paling update na "

" bapaknya kaya na, anak konglomerat " tambah afan ngasal, dikira fana matre apa ya

" lo juga anak konglomerat"

" lo anhar na " fana menaikan satu alisnya " iya anak haram ahahahaha " afan tertawa puas membuat fana menjambak rambut afan keras.

Rendi yang sudah jengah mendengar bacotan-bacotan tidak penting dari kedua soib nya itu langsung turun dan berjalan memasuki cafe moon, meninggalkan fana dan afan yang masih bergelut.

" sakit na udah woii anjeng " teriak afan yang sudah merasakan nyeri di seluruh kepalanya.

" gua bilangin mama lo biarin diusir dari rumah " ancam fana pada afan

" jangan na jangan, gue traktir lo sumpah, lo makan apa aja basing "

" nah gitu dong ayok " fana turun dari mobil mewah milik rendi dan berjalan mendahului afan yang masih memegangi kepalanya.

Fana celingak-celingukan mencari keberadaan fano rendi dan teman-teman mereka, tetapi fana tidak menemukannya " diatas na " ujar afan memberitahu.

Akhirnya fana berjalan sambil merangkul pundak afan dan menaiki tangga. Betapa terkejutnya dia melihat teman-teman fano yang sangat ramai sedang menatapnya dan menatap afan dengan mimik yang tidak bisa di artikan.

Kaya nya mereka memboking lantai 2 cafe ini untuk tempat nongkrong mereka.

" fan balik aja yuk malu gue, traktiran lo gausah deh gapapa " bisik fana masih merangkul afan

Afan terkekeh " tumben punya malu " ledeknya yang membuat fana ingin sekali menerjang kepalanya, fana hanya tersenyum tipis dan kaku kepada teman-teman fano.

Afan langsung menarik lengan fana untuk duduk bersama rendi fano di tengah-tengah teman mereka.

" wih bening juga ceweknya afan " celetuk seorang cowok saat afan dan fana melewatinya.

" iya nih tumben-tumbenan afan bawa cewek "

" iya nih dia manja banget, ga mau ditinggal " jawab afan pada teman-temannya

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 09, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang