Happy reading...
***
Aku mencintaimu, kau juga mencintaiku. Tapi, kenapa untuk bersatu saja sangat sulit?
-Farrel Rafiansyah
*
*
*
"Oh, lo selingkuh?"
Algi yang tiba-tiba datang membuat kedua manusia itu terkejut. Lebih terkejutnya Deby melihat keadaan Algi yang begitu tidak karuan.
Penampilan yang seperti biasanya selalu acak-acakan dengan noda bekas susu stroberi yang melekat di seragam putihnya, rambut tidak di sisir, dasi yang diikat di leher, bukannya di kerah seragam. Lingkaran mata yang menghitam, dan, jangan lupa! Sudut bibir sexy-nya yang luka, bekas lebam dimana-mana.
Deby mendekati Algi, "muka lo kenapa?"
Dalam hati, Algi sangat senang Deby menanyakan kondisinya, tapi ia memasang wajah cuek, "jatoh dari sepeda," Algi sengaja menjawabnya dengan asal. Siapa tau Deby akan terus bertanya, iya kan? Algi sangat senang jika ia ditanyai terus oleh Deby.
"Oh," sahut Deby singkat. Cewek itu pun berjalan melewati Algi menuju kelasnya.
Ctarr!!!
Sudah terang, terbitlah gelap.
Hilang harapan, respon Deby sangat berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan oleh Algi, itu membuatnya sangat kesal. Rasanya, Algi ingin membunuh Deby hidup-hidup.
Algi melirik Farrel, "kasian gue sama lo," Algi tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya, Algi tidak benar-benar mengatakan itu kepada Farrel, kata-kata itu untuk menyindir dirinya sendiri. Bukan Farrel.
Farrel yang mendengar itu, memandang Algi tidak suka.
Algi bergidik tidak peduli, ia berlari menyusul keberadaan Deby.
"Lo gak khawatir sama gue?"
"Ngapain gue harus khawatir sama lo?" tanya Deby, pandangannya masih ke depan dengan kaki yang terus melangkah.
"Muka gue bonyok kayak gini lo cuma jawab oh?" Algi mendekatkan wajahnya kepada Deby, menunjuk wajahnya dengan telunjuk.
Deby berhenti. Ia menyilangkan tangannya di depan dada, "Lo juga udah jawab kan, lo jatoh dari sepeda."
"Lo percaya?"
"Gak," jawab Deby singkat.
Hati Algi kembali tersenyum.
"Kenapa gak percaya?" tanya Algi ingin tau alasannya.
Deby menghela napas panjang, ia menutup mata sejenak, kemudian, membukanya kembali. Ia menatap Algi kesal.
"LO KAN GAK PUNYA SEPEDA ALGIII!!! LO GAK PERNAH MAU KALO NAIK SEPEDA!!!!" teriak Deby kehabisan kesabaran.
Mereka menjadi pusat perhatian karena Deby yang berteriak dengan kencang.
Algi tersenyum miring, "ternyata masih inget juga ya, lo?"
Deby kesal, ia menendang tulang kering Algi sampai cowok itu merintih kesakitan. Deby kembali melanjutkan perjalanannya ke kelas yang sempat tertunda.
Tidak terima, Algi kembali berlari lalu menjulurkan kaki panjangnya berharap Deby tersandung. Dan, berhasil!
Deby terjatuh dan Algi tertawa puas.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE TROUBLEMAKER
DiversosCowok pengganggu, pembully, tukang onar. Kini kembali setelah 2 tahun lamanya ia meninggalkan Indonesia. Lalu? Bagaimana nasib Deby yang kehidupannya tidak akan damai lagi seperti 2 tahun kebelakang? Yah.. Walaupun sering ditempelin cowok tampan yan...
