Happy reading...
***
Deby berjalan di pinggir lapangan bersama Ananta. Mereka berdua baru saja dari toilet.
Ananta menyikut Deby, "Eh, itu kan pacar lo. Ngapain dia? Bolos?"
Deby mengikuti arah pandang Ananta, dan benar saja. Algi sibuk bermain sepak bola dengan kedua cowok yang Deby duga adalah bagian dari geng black circle.
"BARAAAAA!!!!!" teriak Ananta kencang sembari melambai-lambaikan tangannya.
PRANG!
Deby dan Ananta terbelalak. Algi baru saja menendang bola dan mengenai jendela kelas 10 IPA 5.
Terlihat dari kejauhan, kedua cowok tadi dan juga Algi berlari berhamburan keluar lapangan. Lebih tepatnya kabur.
Riuh.
Semua murid berhamburan keluar kelas ketika mendengar suara pecahan kaca.
Deby menatap Ananta marah, "lo sih! Gara-gara lo teriak, Algi jadi nendang bola ke sembarang arah!"
Tunggu! Kenapa Deby marah? Biasanya juga dia bodo amat, apalagi ada sangkut pautnya dengan Algi.
"Y-ya maaf!" ucap Ananta merasa bersalah.
"SIAPA YANG MELAKUKAN INI SEMUAAAA??!!!!!" teriak guru killer menggelegar ke seluruh penjuru.
***
Disini lah Algi, dengan kedua teman barunya, Deri dan Yoga. Sudah 2 setengah jam mereka berdiri dan menghormat kepada sang merah-putih dengan cuaca yang sangat panas. Sabar, tinggal setengah jam lagi sampai bel istirahat kedua berbunyi.
Tenang, semua biaya perbaikan jendela di tanggung Algi.
"Kenapa gue jadi ikut-ikutan di hukum, sih! Pegel nih kaki gue!" kesal Deri. Ia terus saja mengoceh tidak jelas sedari tadi.
Algi berdecak, "Berisik lo, Dora!"
"Iya, ngeluh mulu kayak cewek aja! Pantesan gak ada yang mau sama lo," tambah Yoga.
"Sembarangan! Liat aja! Sebentar lagi Raya bakal jadi pacar gue!" ucap Deri dengan percaya dirinya.
"Ngimpi!"
Algi mengernyitkan dahinya, "Raya?"
Yoga mengangguk, "Iya, Raya temennya pacar lo. Si Dora tuh, bucinnya Raya dari kelas 10."
Algi menganggukkan kepalanya mengerti.
"Nama gue Deri!" sargah Deri tidak terima di sebut Dora.
Maaf, Der. Tapi, gak ada yang peduli.
"Bar! Itu 'kan pacar lo!" tunjuk Yoga menggunakan dagunya.
"RAYA MANA???" heboh Deri.
Deri berdecak kesal, "Berisik!"
"Eh tunggu, tapi kenapa dia puter balik lagi?" heran Yoga.
Algi memerhatikan gerak-gerik Deby. Terlihat, gadis itu sedang menggenggam Botol air mineral di tangan kanannya, Algi tersenyum tipis. Tipis sekali.
***
"Gak! Pokoknya gue gak boleh ada rasa kasihan sama dia! Gue harus bodo amat!" ucap Deby dalam hati.
"Bego! Bego! Bego!" Deby memukul-mukul kepalanya berulang kali.
Deby menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang ketika ada seseorang yang menahan tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE TROUBLEMAKER
De TodoCowok pengganggu, pembully, tukang onar. Kini kembali setelah 2 tahun lamanya ia meninggalkan Indonesia. Lalu? Bagaimana nasib Deby yang kehidupannya tidak akan damai lagi seperti 2 tahun kebelakang? Yah.. Walaupun sering ditempelin cowok tampan yan...
