Gomen Nii-san

2.4K 137 15
                                        

Hallo....ketemu denga saya lagi
Moga gak bosen ya
Aku bawain cerita lagi nih
Langsung aja ke cerita
Ayo!!!

Tokoh milik Mashasi Kishimoto

Typo bertebaran
.
.
.
.

Setelah Naruto sadar, Menma segera memanggil Tsunade untuk memeriksa kakaknya. Tak lupa dia juga menghubungi semuanya untuk memberitau kabar gembira ini.

Dan di sinilah mereka semua. Tsunade saat ini sedang mengecek keadaan Naruto yang ditemani oleh semua.

"Bagaimana keadaan nii-san dokter Tsunade?" tanya Menma.

"Naruto sudah baik-baik saja. Cuma dia masih lemah. Tapi tenang saja keadaannya sudah meningkat, jika begini terus maka Naruto akan segera sembuh," jelas Tsunade.

"Syukurlah..." kata Menma lega.

Bukan hanya Menma, semua yang mendengar itu juga merasa lega.

"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Kalau keadaannya lebih membaik, semua alat itu sudah bisa dilepas," kata Tsunade pamit dan pergi dari ruang rawat Naruto.

Setelah Tsunade pergi, terjadi kecanggungan di dalam ruangan itu.

"Emm...sebaiknya kita semua keluar, biarkan Naruto istirahat. Dan kamu Menma, temani Naruto!" kata Shikamaru memecah keheningan.

Setelah mengatakan itu, dia mengajak semuanya keluar untuk memberi waktu kakak beradik itu berbicara berdua.

Hening

Yah....sekali lagi hening. Tak ada yang mau membuka percakapan untuk menghilangkan atmosfer tak mengenakkan itu. Sampai...

"Bagaimana keadaanmu Menma? Kau baik-baik saja kan?" tanya Naruto tiba-tiba. Dia juga berusaha untuk duduk dan bersandar kepala ranjang

"Emm...ah..itu...kenapa nii-san yang bertanya seperti itu? seharusnya itu pertanyaan untuk nii-san," jawab Menma gugup karena tiba-tiba diberi pertanyaan dari kakaknya itu dan membantu kakaknya yang kesulitan untuk duduk.

"Nii-san tau kau mendonorkan sumsum tulang belakangmu kan? Kenapa kau lakukan itu?! Kau tak perlu melakukannya!" kata Naruto agak meninggikan suara.

"Nii-san hanya mau kau hidup normal.." kata Naruto lirih kali ini.

"Apa maksud nii-san! Aku tak boleh menyelamatkan kakakku sendiri! Lalu apa? Aku harus melihat orang yang kusayangi meninggal lagi seperti itu yang nii-san mau?! Aku...aku menjalani hidup dengan normal! Walau pun aku memberikan sumsum tulang belakang ku, tapi aku masih menjalani hidupku dengan normal! Tidak seperti nii-san yang terus kesakitan gara-gara aku! Hiks....hiks...nii selalu kesakitan karena aku...hiks...hiks...gomen...gomen..gomen nii-san...aku...aku janji akan jadi anak yang baik seperti dulu...menjadi adik kesayangan Namikaze Naruto lagi...hiks...gomen nii-san.. gomen..hiks...hiks.." kata Menma mengungkapkan semuanya dalam pelukan Naruto. Dia sangat menyanyangi kakaknya itu. Dia terus menggumamkan kata "gomen" pada kakaknya.

"Sudah Menma...kau tak perlu minta maaf terus menerus. Nii-san tak pernah marah padamu. Nii-san juga minta maaf telah menyembunyikan semua ini dari kamu. Nii-san juga senang kau mau berubah..kau akan menepati janjimu kan?" tanya Naruto memastikan.

"Tentu saja!" jawab Menma penuh tekad.

"Bagus.. itu baru otoutouku!" ucap Naruto sambil mengacak-acak rambut Menma.

"Menma...bisakah kau panggilkan teman-temanmu, nii-san ingin bertemu mereka. Lagi pula ada yang belum nii-san kenalkan?" ucap Naruto dengan senyum menenangkan.

Gomen Nii-san [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang