Pekerjaan Naruto

1.5K 113 4
                                        

Hai minna.....Ananda-chan kembali membawa cerita yang sangat...

Gaje...hehehe...

Mari mulai ceritanya...

Tokoh Milik Masashi Kishimoto

Typo bertebaran
.
.
.
.

Naruto hari ini pertama kali menjalani rutinitas sebagai ceo muda. Di hari pertama ini saja dia sudah dihadapkan oleh setumpuk dokumen yang memusingkan. Belum lagi rapat yang lama dan membosankan. Tapi....dia tak boleh ngeluh. Ini semua demi Menma. Naruto pun menghela napas guna menghilangkan pening.

"Hah...semangat Naruto, ini demi Menma," ujarnya menyemangati diri.

Tiba-tiba

Kret

Pintu terbuka dan menampilkan sesrorang berambut nanas dan bermuka malas. Ya, itu adalah sahabat sekaligus asisten kepercayaannya. Orang itu adalah Shikamaru Nara.

"Naruto ini berkas yang harus kau tanda tangani," ucapnya sambil membawa setumpuk dokumen.

"Hah...." Naruto menghela napas lagi.

"Ada apa Naruto ? Apa kau lelah?" Tanya Shikamaru.

"Iya...aku tak membayangkan selama ini tousan selalau bekerja seperti ini," ujarnya sambil memijat pangkal hidungnya.

"Yah...beginilah pekerjaan ceo Naruto," kata Shikamaru sambil meletakkan setumpuk dokumen yang dibawa.

"Tak apa ini untuk Menma. Ngomong-ngomong soal Menma bagaimana kalau aku kirim mata-mata untuk mengawasinya. Bagaimana menurutmu Shika ?"
Tanya Naruto.

"Emm....menurutku itu bukan ide yang buruk tapi mungkin lebih baik menyuruh sahabatnya yang sekiranya kau percaya untuk mengawasinya," kata Shikamaru.

"Wakatta!" Kata Naruto sambil merogoh handphone di sakunya.

Setelah menekan nomor yang dituju, Naruto pun menunggu jawaban orang di sebrang sana.

Tut tut tut

"Moshi moshi Naruto-nii," jawab sesorang yang ditelpon.

"Gaara, aku ingin minta tolong padamu, Neji, dan Kiba untuk mengawasi Menma. Dan tolong laporkan ke Niisan," ucap Naruto.

"Tentu saja Naruto-nii, kami akan mengawasi Menma," jawab Gaara.

"Arigatou Gaara," ucap Naruto

"Demo Naruto-nii..." kata Gaara.

"Ada apa Gaara ?" Tanya Naruto penasaran. Pasalnya Gaara menjeda kalimatnya membuat Naruto penasaran.

"Menma...tak masuk kelas. Dia...membolos. Kami sudah mencarinya ke mana-mana dan ternyata dia membolos bersama anak berandalan di atap sekolah," ujarnya.

"APA?! Sejak kapan dia berani membolos ? Baiklah Gaara terima kasih telah memberitau niisan dan niisan akan menasehatinya," kata Naruto syok. Adiknya bukan tipe yang seperti itu. Kenapa adiknya berani membolos ?

Setelah itu, Naruto pun menutup telponnya.

Sebenarnya Menma sudah ketahuan membolos oleh ketiga temannya. Saat mereka mencari Menma dan sampai di atap Sekolah, mereka melihat Menma membolos dengan Sasuke. Awalnya mereka ingin menasehati Menma tapi mereka pikir waktunya tak tepat. Jadi mereka hanya mengintip di balik pintu menuju ke atap.

Sedangkan Naruto sedang bingung dengan kelakuan adiknya.

"Menma membolos. Seperti bukan dia saja, " kata Shikamaru.

"Aku akan menasehatinya nanti," kata Naruto sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi yang dia duduki.

"Aku harus segera menyelesaikan ini agar bisa pulang lebih awal," ujarnya sambil menegakkan tubuhnya kembali dan menyelesaikan pekerjaannya.

~Mansion Namikaze~

-malam hari-

Menma sedang bermain handphonenya di ruang tamu. Jam sudah menunjukan pukul 9 yang artinya Naruto melewatkan makan malam. Tapi Menma masih sibuk sendiri tanpa mengkhawatirkan kakaknya yang belum pulang.

"Tadaima" ucap Naruto memasuki mansion.

"Menma, ada yang ingin niisan katakan," kata Naruto yang melihat adiknya di ruang tamu. Tapi Menma tetap sibuk dengan handphonenya.

"Hn..katakan saja niisan," kata menma yang matanya tak lepas dari handphonenya.

"Apa benar kau membolos ?" Kata Naruto menahan amarah.

"Iya memang kenapa?" Kata Menma tak merasa bersalah.

"Kenapa kau melakukan itu ?  aku  tak pernah mengajarkan hal itu padamu !" kata Naruto berusaha lembut menasehati adiknya.

"Apa peduli mu ?" Kata menma acuh.

"Aku kakakmu! Aku walimu!" Kata Naruto sedikit meninggikan suaranya.

"Ingat ya niisan, tak ada yang bisa menggantikan kaasan dan tousan termasuk kamu !!" Ucap Menma sambil berdiri dan menunjuk Naruto dengan tidak sopan.

Setelah itu, Menma berlalu menuju kamarnya meninggalkan Naruto yang kaget dengan sifat adiknya.

"Menma...kenapa kau berubah ?" Tanyanya sedih tanpa ada yang mau menjawab.

Naruto pun menuju kamar tanpa ada niatan untuk makan malam. Yah...mungkin dia akan lembur. 
.
.
.
.
.
Tbc
Sudah dulu ya untuk kali ini
Semoga kalian suka
Mohon kritik dan saran
Arigatou minna:)

Gomen Nii-san [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang