4. Janji

92 16 2
                                    

Ghea sudah sampai di depan gerbang rumahnya, ia lihat ada mobil ayahnya terparkir di parkiran.

Wajah Ghea yang tadi badmood karena Rangga kini membaik, ia mulai tersenyum.

Ghea mengharapkan hal baik terjadi hari ini.

Ghea membuka pintu rumah nya itu perlahan, "Ghea pulang"

Bukannya Ibu atau Ayahnya yang menyambutnya, melainkan Bi Ira yang datang.

"Kok non Ghea baru pulang? Kemana aja?"

Bi Ira menunjukan wajah khawatirnya. Menurut Ghea, Bi Ira salah satu krang yang peduli terhadapnya. Karena Bi Ira yang merawat Ghea sejak bayi.

Bi Ira yang selalu menyiapkan sarapan dan bekal dulu waktu pertama kali memasuki Taman Kanak-Kanak. Bisa dibilang Bi Ira sudah menjadi Ibu kedua bagi Ghea.

"Tadi Ghea kerja kelompok dulu bi", Bohongnya.

"Oiya bi, Ayah sama Ibu mana?"

"Ada di kamar non. Tapi kayaknya lagi bicara serius"

Jantung Ghea berdegup kencang, Ghea takut mereka akan berpisah. Benar benar takut.

"Yaudah bi, Ghea mau ke kamar Ayah sama Ibu dulu ya"

Ghea mengetuk pintu kamar kedua orang tua nya itu. Ghea mendengar ada yang bicara di dalam kamar.

"Ibu? Ayah? Ghea boleh masuk?"

Sama sekali tidak ada jawaban, namun suara bicara itu masih ada. Ghea mendengar suara serak laki laki itu mulai meninggi.

Ghea yakin itu ayahnya. Suara itu semakin tinggi, Ghea mendengar beberapa kata kata hinaan yang ditujukan pada ibunya.

Ghea sudah tidak tahan, Ghea langsung membuka pintu kamar itu.

Saat pintu itu dibuka, Ghea melihat dengan jelas Ayah menampar Ibu nya.

Kedua orang tua itu membisu ditempat setelah melihat Ghea yang masuk ke dalam kamar nya.

Ghea melihat wajah ibunya yang sudah menangis di lantai, Tangannya penuh dengan lebam.

"Ibu!", Ghea langsung memeluk ibu nya saat itu juga. Memeluk ibu nya se-erat seratnya.

"Kenapa ayah nyakitin ibu? Kenapa?!", Emosi Ghea sudah tidak tertahankan saat ini.

"Kenapa Ayah nampar ibu? Bilang sama Ghea! Kenapa yah? Kenapa?", Tangisan Ghea tidak tertahankan saat itu juga.

Air mata nya mengalir dengan deras.

"Ibu kamu selingkuh Ghea! Selingkuh!", Tegas Ayahnya sembari menunjuk wajah ibu

"Nggak, nggak mungkin! Ibu bukan perempuan sejahat itu!", Bela Ghea

"Terserah kamu! Kamu sama ibu kamu sama aja! Sama sama keras kepala!", Teriak Ayahnya saat itu juga

Ghea membantu Ibu nya itu berdiri, "Ibu ayo ikut Ghea ke kamar. Ibu jangan disini, Ghea gak mau ibu terus disakitin ayah"

Ucapan itu membuat Ayahnya yang bernama Andri itu kembali emosi, tidak terima.

"Apa kamu bilang? Kamu jadi anak bener bener gak tahu sopan santun ya?!", Tangan besar milik Ayahnya itu melayang dan berhasil menampar anaknya sendiri.

Andri benar benar sudah kehabisan akal sehat. Anaknya sendiri sudah menjadi korban kekerasannya.

Ghea membeku ditempat, Ghea masih shock dengan perlakuan ayahnya tadi. Ghea benar benar mengalami Trauma dengan hubungan sekarang.

Ghea & Ran Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang