6. Sticky Notes

85 15 12
                                    

"Kalian tuh bisa gak sih taat peraturan?!"

"Kamu juga Rangga, kemarin berantem sama Rian. Sekarang ngelanggar aturan sama Ghea"

"Kamu bisa nggak sih sehari aja nggak bikin masalah?"

Omelan itu berasal dari guru BK, Pak Santo.

Jam pelajaran kedua telah berakhir, itu artinya jam istirahat telah tiba.

Ghea dan Rangga dipergoki guru BK saat berdua di UKS tadi.

Pasti karena Pak Erwin ngadu.

"Tadi juga kalian ngapain di UKS berduaan?", tanya nya curiga.

"Wah bapak pikirannya kemana-mana nih", Jawab Rangga cekikikan.

"Diam kamu!"

"Yakali Pak saya macem macem sama cewek, anak baik baik saya", Lanjut Rangga.

Ghea menatap sinis cowo itu.

"Kali ini bapak ampuni kalian, awas kalau kalian buat ulah lagi. Termasuk kamu Rangga!"

"Bapak nggak segan segan ya ngasih kalian berdua poin kalau kalian buat ulah lagi"

"Sekarang kalian boleh keluar", tegasnya

Rangga dan Ghea langsung keluar dari ruangan suram itu.

"Kenapa sih lo khawatir sama gue?"

"Kan gue udah bilang, gue gapapa"

"Kalo lo nggak ngajak gue ke UKS, pasti kita nggak masuk ruang BK!"

"Cuman lecet sedikit doang, berdarah juga gak banyak"

"Kenapa lo selalu perha—"

Rangga memegang kedua pipi Ghea itu, "diem, lo kalo cerewet bikin gue gemes tau gak?"

Ghea yang sedang bicara tadi terpotong olehnya, pipinya memerah seperti tomat sekarang.

Rangga melepas tangannya dari pipi Ghea, lalu berjalan ke arah kantin.

"Jangan lupa makan", itu kata kata terakhir yang diucapkan nya sambil melambai ke arah Ghea.

Ghea masih membeku di tempat, salah tingkah.

Apa apaan sih gue? Gak boleh baper, gak boleh! Gumam Ghea dalam hati.

Ghea menepuk-nepuk pipinya berkali kali.

"ANJIR GHEA ROK LO KENAPA?"

"INI LO MAIN TANAH? KOK GAK NGAKAK GUE SIH?"

"GILA GHE, INI CORAK LUMPUR NYA AESHTETIC BANGET!"

Salsa menoyor kepala Rayya pelan, "Tolol, aeshtetic dari mana bego"

Salsa memarahi Rayya yang sedari tadi bicara tanpa henti, panjang kali lebar.

"Sumpah ini aeshtetic banget asli roknya!", seru Rayya sambil menunjuk rok Ghea.

"Lo kayaknya harus periksa mata deh Ray, kayaknya silinder lo nambah deh"

"Bangsat, kagak dodol"

Ghea hanya bisa mentertawai ke-konyolan dua temannya itu.

"Eh ada si gembel", Geng Rachel datang tiba tiba.

Masih ingat Rachel kan? Iya, Geng kakak kelas yang waktu itu mengejek Rayya dan Ghea saat mereka berpelukan di balkon.

"Liat deh Ren, Rel. Rok kotor tanah gini masih aja di pake", ejek Rachel sambil melipat kedua tangannya di dada.

Ghea & Ran Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang