baru satu.

72 8 13
                                        

sekarang jadwalnya seni. seni musik lebih tepatnya. aku suka musik, tapi cuma bisa main gitar sama pianika. suka nyanyi juga, tapi nggak tau bener apa enggak. yang jelas, aku suka aja sama pelajaran ini.

faktor gurunya juga kali ya? nama beliau pak junet. masih muda, baik pula. kata nancy, banyak anak cewek yang ngegebet sampai nekat ngasih cokelat dan berbagai benda lainnya ke ruang guru. aku sih geleng-geleng aja, anak zaman sekarang emang pada overdosis kebar-baran.

“saya sudah bagi kelompok. terserah mau nampilin apa, saya kasih waktu satu minggu buat latihan,”

aku kedapatan sama jaemin sama haechan. iya, cewek sendiri. nggak papa deh, yang penting nilai.

“mau nampilin apa nih?” itu haechan yang bersuara.

“gue lagi nggak ada ide,” jaemin menyahut.

aku menggulir layar hpku. mencari beberapa lagu dari spotify.

“sebenernya aku lagi suka banget lagu ini,” ujarku membuat haechan dan jaemin menatapku.

“apa?”

“sampai jadi debu,”

haechan menjentikkan jarinya. “nah! udah tuh itu aja!” dia menunjuk jaemin, “ntar lo main melodinya, gue yang nyanyi sama retta,”

aku dan jaemin hanya mengangguk saja, menyetujui.

“yaudah, ntar sore jam 5 di studionya mas taeyong aja ya,”

kami bertiga pun sepakat.

sesuatu di jogja

“diminum dulu dek,”

aku terkekeh canggung, “hehe iya mas,”

sudah setengah jam aku disini. menunggu jaemin dan haechan yang tak kunjung ku lihat penampakannya.

malu lah aku. yang punya ganteng gini.

daritadi dia nggak berhenti ajak aku ngobrol. yang kubalas sebisaku karena jujur, obrolannya kelas kakap sekali. masa dia bahas saham perusahaan sama aku? mana ku tau masalah kayak gitu?

tapi karena ganteng, kumaafkan deh.

“mas, aku ambil satu jam-- eh, retta?”

loh loh loh?

“k-kak mark?”

cowok yang baru ku kenal dua hari yang lalu itu menatapku heran, ia duduk di sebelahku. “kamu kok disini?”

“latihan dia, bareng jaemin haechan, tapi duo setan itu belom sampai,” jawab mas taeyong mewakili jawabanku. aku hanya mengangguk, membenarkan.

kak mark mengangguk-angguk.

kami terdiam sejenak, sampai kata-katanya membuatku nyaris berteriak.

“latihan sama aku dulu aja yuk,”

mati aku.

sesuatu di jogja

akhirnya aku setuju untuk latihan bareng kak mark. cowok ini jago gitar ternyata. daritadi freestyle mulu di depanku, mau kejang aku rasanya.

“tau mine-nya petra kan?” mark bersuara.

aku terdiam. sial sial sial. jantungku.

“t-tau,”

mark menyunggingkan senyumnya, “good,”

melodinya mulai mengalun. aku berusaha tidak menatap matanya yang sedang menatapku, merinding. kak mark menatapku sedalam itu soalnya.

girl your heart, girl your face is so different from them others

i say, you're the only one that I'll adore

'cause every time you're by my side

my blood rushes through my veins

and my geeky face, blushed so silly yeah, oh yeah

astaga, demi apapun. aku tidak mengira suara mark akan seindah ini. maksudku, ini indah sekali, serius!

and I want to make you mine

ia tersenyum lebar. lalu mengisyaratkan aku untuk menyanyikan lirik selanjutnya.

oh, baby, I'll take you to the sky

forever you and I, you and I, you and I

and we'll be together 'til we die

our love will last forever

and forever you'll be mine

you'll be mine

kak mark menyanyikan suara duanya. sementara aku mati-matian menahan suaraku agar tidak bergetar.

ia tersenyum, “suara kamu bagus juga ya, ta?” pujinya.

aku malu-malu katak. bagaimanya ya? rasanya ada yang membuncah di dadaku.

“m-makasih,”

“sekarang dengerin aku nyanyi ya?”

aku mengangguk cepat. mengizinkan kak mark memainkan melodinya. yang satu ini cukup ngebeat.

tunggu, melodi ini terdengar tidak asing. maksudku, lagu ini kan--

kurasa ku tlah jatuh cinta

pada pandangan yang pertama

sulit bagiku untuk bisa

berhenti mengagumi dirinya

kak mark menatapku dengan tatapan teduhnya. persis seperti yang aku lihat ketika pertama kali berkenalan dengannya.

oh Tuhan tolonglah diriku

tuk membuat dia menjadi milikku

sayangku kasihku Oh cintaku

she's all that i need

sial! sial! sial!

sesuatu di jogja
.
.
.

TBC

𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙟𝙤𝙜𝙟𝙖Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang