4.

25 3 0
                                    

Happy Reading....

"Eh, sekarang free class ya Van?" Tanya Maulidya

"Kaya ada yang ngomong" jawab Jovan

"Ekhem... Kaya ada yang jawab gak sih?"

"Lo anggep gue demit gitu?" Amarah Jovan tersulut

"Lo yang mulai"

"Kok jadi gue sih?!"

"Kok Lo jadi kaya cewek sih Van, dikit dikit ngambek. Dikit-dikit emosinya kesulut. Gue aja yang cewek gak mudah amat emosi, apalagi ngambek" goda Maulidya

"Lo tadi tanya apa sih, gak jelas. Tau gue lagi milih lagu buat dinyanyiin Lauren sama Renzo buat kemah, malah diajak omong"

"Eh,Lo lagi milih lagu? Gue ikut dong..."

"Gausah, Lo itu ganggu tau gak?"

"Kalo Lo gak mau gue ikut milih lagunya, gue ganggu Lo terus"

"Aarrghh... Iya deh, sini. Lagian gak cuma gue doang kali yang milih lagu. Banyak tuh" ucap Jovan sambil menunjuk teman temannya. Sedangkan yang ditunjuk malah berdadah pada Maulidya. Membuat Maulidya bergidik ngeri

"APA LO LIAT LIAT HAH? DADAH DADAH PULA!" Ucap Maulidya galak

"Ebuset, galak banget neng. Nanti cantik Lo ilang loh.." goda Ardi

"Emang galak. Namanya juga MAK LAMPIR" jawab Jovan membela Ardi sambil menekan kata Mak lampir

"Tau ah, males gue sama lo lo lo semua" ucap Maulidya malas dan hampir meninggal kan teman-temannya yang Rese' itu. Namun, dengan cepat Jovan menggenggam tangan Maulidya, agar tidak pergi.

"Kita cuma bercanda Mau, gak mungkin kan gue kaya gitu ke lo" ucap manis Jovan

"Ehemm... Yang lagi kasmaran mah buebass... Tak peduli suasana sekitar..." Sindir Ardi

"Emang Jovan suka sama Maulidya Di?" Bisik Varrel

"Menurut gue sih gitu. Lo gak tau apa? Setiap hari tuh mereka berantem... Mulu. Gue Gedeg lah liatnya, yaudah, gue comblangin aja sekalian" ucap Ardi

"Jujur banget masnya" jawab Varrel

"Gue gak pernah diajarin bohong sama orang tua gue Rel" jujur Ardi

"Ehhemm... My Hand please.." deheman Maulidya membuat Jovan melepaskan tangan Maulidya

"Hiihh.... Jijik gue" sadar Jovan sambil mengusap tangannya yang habis menggenggam tangan Maulidya

"Baru... Aja akur, dah kaya Tom and Jerry lagi" ucap Dika

"Emangnya nyanyi berapa lagu Van?" Tanya Maulidya lembut

"Tumben lembut, biasanya..."

"Gue lembut salah,galak salah. Terus apa yang bener sih?"

"Nah kan... Muncul lagi tanduknya" jujur Jovan sambil tertawa

"Ah bodo" ucap Maulidya sambil meninggalkan Jovan di tempatnya. Eh, emang sampah ya? Di tempatnya? Oke oke, kembali ke topik awal..

"Dik, emang kalo nyanyi, berapa lagu?" Tanya Maulidya

"Bentar, gue baca dulu" jawab Dika sambil membuka dokumen untuk persiapan kemah, lalu membacanya

"Buset... Banyak banget kertasnya" kaget Maulidya

"Kalo mau teriak jangan di kuping gue deh Mau, rusak ini gendang telinga"

Pletak

Maulidya menjitak kepala Dika. Hingga membuat Dika meringis lalu mengusap kepala yang telah dijitak Maulidya

LaurenZoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang