" ca awas jalanya jangan disitu"-Ljn
" emang napa sih udah bener gua jalan di pinggir"-Lsh
"Maksudnya ditengah aja biar ketabrak biar kita ada hiburan"-Lhc
"Kalian kayak yang pengen di lempar buldozer ya sini deketan:)"-Lsh
"Hehe gak nyai ampun kita...
Dan renjun pergi ke kamar mandi dan mengganti bajunya, dia liat baju seragam yang berlumuran darah dan tanpa sadar air matanya kembali turun.
"Ca maafin gua" ucapnya lalu mengusap air matanya dan kembali ke hadapan anak anak.
Tak lama dokterpun keluar ruangan.
"Gimana dok keadaan adik saya??" Ucap taeil.
"Kami sedang berusaha, Ada beberapa benturan keras di kepalanya dan mengeluarkan banyak pendarahan, tangan kanan pasien patah karna mencoba manahan badanya, dan kemungkinan besar pasien akan mengalami hilang ingatan sementara dan koma. Berdoa saja supaya pasien bisa cepat siuman" ucap dokter lalu meninggalkan tempat.
Semua orang yang mendengarkanya sama sama ikut syok, gak nyangka bisa separah itu.
"Bang maafin renjun bang, harusnya renjun gak ngajak eca buat jalan pas pulang, harusnya hiks r-renjun ngajak eca na-naik bis maafin r-renjun bang hiks" ucap renjun menghamiri taeil.
"Udah, njun gk salah ini kecelakaan bukan disengaja udah jangan terlalu menyalahkan diri sendiri yang ada eca malah makin sedih" ucap taeil mencoba menenangkan renjun.
Mereka masuk dan melihat keadaan eca.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Kurang lebih kek gitu yaa, anggap aja tangan sama kepalanya di bungkus perban, aku cari gk ada yang sesuai anjir wkwkwk)
Taeil mendekat melihat adiknya yang tidur dengan tenang, dan jangan lupa selang untuk membantu dia bernafas dengan tidak tau malu ikut bertengger di muka adiknya yang cantik walau ada beberapa goresan di mukanya.