Broken

1.7K 120 9
                                        

Happy Reading 💜

*******

Nadine menatap sebal kearah Aldi yang dengan penuh penghayatan menyanyikan lagu bertajuk Judi karya Roma Irama, suaranya dibuat semendayu mungkin hingga Nadine yakin jika lebih lama mendengar suara Aldi gendang telinganya akan bermasalah.

jika saja bukan karena paksaan kekasihnya, Nadine ogah ikut karokean bersama mereka, alih-alih menghilangkan penat, Nadine malah dibuat pusing mendengar kicauan Aldi yang anehnya seperti tak ada habisnya bahkan setelah menyanyikan empat lagu.

dari Aldi Nadine tersadar jika tak ada satu makhlukpun yang sempurna, sosok yang sudah Nadine anggap kakak itu memiliki paras rupawan bak dewa Yunani, berduit, memiliki otak yang cerdas hingga mampu memajukan perusahaan yang baru saja dipimpinnya, memiliki keluarga yang harmonis dan kekasih yang jelita, namun jangan mernah memintanya bernyanyi karena Aldi akan dengan narsisnya menunjukkan bakatnya dalam bernyanyi tanpa peduli yang mendengar gendang telinganya akan rusak

James bahkan beberapa kali membujuknya untuk berhenti, namun dengan angkuhnya Aldi mengatakan jika hanya suaranya yang dapat menenangkan hati semua orang, sableng memang.

"kak Aldi udahan dong nyanyinya, kuping Nadine benar-benar akan bermasalah jika mendengar suara kak Aldi lebih lama lagi" sungut Nadine

"yaelah Nad, kapan lagi kakak bisa menghabiskan waktu luang dengan bersenang-senang seperti ini" kilah Aldi

"tapi kuping Nadine benar-benar budek kalau terlalu lama mendengar suara kak aldi" Rajuk Nadine

"kak Aldi kalau mau nyanyi lagi nggak apa-apa kok, benar kata kakak, kapan lagi kita dapat bersenang-senang seperti ini" ucap Clara dengan tersenyum manis

ah akhirnya kutil badak satu itu berbicara setelah lebih kurang satu jam hanya diam sambil memandangi layar hp. Sejujurnya, Nadine lebih menikmati seharian penuh tanpa mendengar suara Clara

Aldi langsung duduk disamping Nadine dan mengambil air mineral yang Nadine sodorkan begitu mendengar suara Clara, sama dengan Nadine, Aldi juga terlihat tak menyukai Clara entah dengan alasan apa, berbeda dengan Nadine yang jelas tak menyukai Clara karena ia begitu menempel kepada James kekasihnya.

Nadine, Aldi dan James berteman sejak kecil, rumah mereka yang berdekatan membuat mereka sering menghabiskan waktu mereka bersama. Dan Clara, tetangga mereka yang pindah saat mereka beranjak remaja, tepatnya saat James dan Aldi Sma sedangkan Nadine yang tiga tahun lebih muda dari mereka masih mengenyam pendidikan menengah pertama

saat itu Clara yang baru pindah, memaksa ikut memanjat rumah pohon yang menjadi markas ketiganya, awalnya Nadine dan Aldi melarang karena Clara tak tampak seperti pandai memanjat, namun karena Clara terus memaksa dan meyakinkan mereka jika ia bisa memanjat, akhirnya James mengizinkannya

namun naasnya saat itu baru selesai hujan hingga batang pohon licin membuat Clara yang saat itu tak berhati-hati tergelincir, ketiganya panik mendapati Clara yang terjatuh dengan berlumuran darah

dengan segera Clara dibawa kerumah sakit dan saat itu pula mereka baru mengetahui kalau Clara memiliki daya tahan tubuh yang lemah hingga rentan terkena penyakit, saat itu ia juga terkena anemia dan penyakitnya bertambah parah karena banyak kehilangan darah akibat kepalanya terbentur, James yang merasa bersalah karena menuruti keinginan Clara, ditambah permintaan mama Clara kepada James untuk menjaga anaknya membuat dua sejoli itu menempel layaknya lem dan kertas.

entahlah, kadang Nadine ingin sekali menjadi egois setelah perhatian James lebih banyak tercurah kepada Clara bukan dirinya yang merupakan kekasih James, ia ingin menjadi prioritas James walau Nadine yakin selama ada Clara hal itu tak kan mungkin terjadi.

One ShootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang