"Adek masih laper?" tanya Off melihat New menyendok nasi lagi lalu menaruh ke piringnya.
"Iya hehe" jawab New sambil tersenyum.
"Tadi diajak makan sepulang dari bandara sekalian ngga mau"
"Tadi capek banget bang, pingin cepet istirahat" jawab New sambil mengunyah makanannya.
"Yaudah. Mau lauk apa?"
"Lauknya masih ini"
"Habisin deh"
"Nih minum dulu" ucap Tay sambil menyodorkan minum untuk New yang sudah selesai makan.
"Off mana?" Ucap Tay lagi
"Itu di balkon, mau ngerokok katanya" jawab New menunjuk Off.
Tay melongokan kepalanya melihat Off.
"Kamu mau ngerokok juga?" tanya New ke Tay.
"Engga. Aku udah ngga ngerokok dari lama"
"Bagus deh" ucap New lalu mengambil piring kotor membawanya ke wastafel untuk dicuci.
"Aku bantu" ucap Tay
"Gausah, sana temenin bang Off aja"
"Ngga mau, aku temenin kamu aja"
"Aku ngga perlu ditemenin, udah sana ke bang Off aja"
"Engga mau"
"Terserah kamu deh" ucap New pasrah
Selang beberapa detik Tay mendekat ke New lalu memeluknya dari belakang.
"Ngapain?" Tanya New
"Pengen meluk kamu aja"
"Hih apaan si" ucap New sedikit kesal tapi sebenarnya ia malu.
"Aku lagi nyuci piring ini" ucap New lagi.
"Iya, aku tau"
"Lepas dulu" New menggoyangkan tubuhnya mencoba melepas pelukan Tay.
"Ngga mau"
"Ngeyel banget sih" ucap New kesal.
Tay tetap memeluknya, New sudah tidak menolaknya lagi. Tay mulai menciumi leher New membuatnya merinding.
"Tay"
"Hm" jawab Tay sambil tetap menciuminya.
"Bentar dulu, ini aku lagi nyuci piring, bentar lagi selesai"
"Kalau udah selesai mau apa?" tanya Tay melongokan mukanya ke samping wajah New.
"Lepas ah"
"Mau apa, jawab dulu" ucap Tay sambil tersenyum menahan tawa melihat New yang salah tingkah.
"Engga jadi. Lepas dong"
"Enak gini" ucap Tay malas.
"Aku susah ini masih nyuci, lepas Tay" ucap New sedikit kesal.
'Plak'
"Sialan lo!"
Tay mengumpat setelah Off memukul bagian belakang kepalanya, sangat keras yang membuat pelukannya pada New terlepas secara otomatis.
"Ngapain lo gangguin adek gue?!" ketus Off bertanya pada Tay.
"Terserah gue lah, pacar gue" jawab Tay tidak kalah ketus.
"Gue pukul lo berani ngapa-ngapain New" ucap Off mengancam.
"Dia pacar gue" seru Tay
"Dia adek gue!" seru balik Off
"Pulang deh lo" usir Tay
"Adek ayo ikut abang pulang, tidur apartemen abang" ucap Off lalu menarik tangan New yang sudah selesai mencuci piring.
"Eh—New tidur sini" ucap Tay menarik tangan kanan New.
"Enak aja lo! New tidur apartemen gue" paksa Off lagi sambil menarik tangan New.
"Lo kalo mau pulang, pulang sendiri. Pokoknya New tidur sini" ucap Tay final.
"Lepas!" ucap New yang kesal jadi bahan tarikan Tay dan Off. New melepaskan pegangan kedua orang itu.
"Aku balik asrama aja"
"Masih kotor, udah malam juga. Kamu mau bersihin kamar malam-malam gini?" tanya Tay
"Bahaya dek, masih sedikit orang juga di asrama. Temen-temen kamu belum balik" kali ini Off yang bicara.
"Daripada disini dengerin kalian ribut" ucap New lalu bergegas masuk ke kamar Tay mengambil barang-barangnya. Sedangkan Tay dan Off masih berdebat di depan dapur.
"Lo sih!" ucap Tay
"Lo lah! Ngambek kan dia"
"Mending lo pulang daripada tambah marah dianya"
"Dan ngebiarin dia tidur disini sama lo? Ngga akan, bangsat" ucap Off
"Gue ngga bakal ngapa-ngapain dia kalau dia ngga ngasih ijin, gue udah ngomong kalo gue bakal jagain dia juga"
"Lo pikir gue bakal percaya?"
"Lo kenal gue udah lama, harusnya lo bisa percaya sama gue"
"Ngga semudah itu kalo masalah New"
'Brak'
"Hei kamu beneran mau balik asrama?" ucap Tay langsung menghampiri New ketika melihatnya yang sudah rapi lalu menggeret kopernya.
New hanya diam.
"Sini dulu aja ya? Besok aku anter ke asrama"
"Adek, ikut abang aja ya?" ucap Off pelan.
New menajamkan matanya menatap Off lalu berjalan menuju pintu.
"Oke. Oke. Kamu tidur sini abang ijinin" ucap Off akhirnya menyerah.
"Kamu tidur sini, abang juga tidur sini" tambah Off.
Tay dan New kaget mendengarnya. Off benar-benar keras kepala membuat rumit kondisi.
New melangkahkan kakinya lagi, Off menahannya.
"Oke. Oke. Abang pulang"
New lalu melepaskan tangan dari kopernya,
"Yaudah pulang" ucap New sedikit dingin
"Kamu ngusir abang?" kaget Off
New mengambil kopernya lagi hendak melangkah keluar.
"Oke. Oke. Abang pulang sekarang. Kamu tidur di kamar, Tay biar di sofa. Kamarnya dikunci, besok pagi abang jemput kita sarapan bareng" ucap Off panjang lebar sebelum meninggalkan condo Tay.
New hanya mengangguk malas mendengar ceramah Off, New merasa Off lebih menyusahkan untuk dimintai restu dibanding Max, kakak kandungnya.
Off memeluk New lalu pergi meninggalkan mereka berdua di condo Tay.
"Hah"
New bernafas dengan keras, kelakuan Off sungguh menyebalkan. New pindah duduk di sofa meninggalkan kopernya didepan pintu.
"Mau aku ambilin minum?" tanya Tay menggeret koper New, sebenarnya ia juga sedikit takut New akan marah padanya. Makanya sekarang ia akan menuruti keinginan New terlebih dahulu.
New menggeleng.
"Aku balikin ini ke kamar lagi ya?"
New mengangguk.
Setelah mengembalikan koper New, Tay duduk di samping New, New memeluknya menaruh kepalanya bersandar pada dada Tay. Tay mengelus rambutnya pelan, menyamankan posisi mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Happy Sugar Life | TayNew AU
Fanfiction[ON HOLD] --------------------------- 𝘉𝘦𝘳𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘛𝘢𝘺 𝘛𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘕𝘦𝘸 𝘛𝘩𝘪𝘵𝘪𝘱𝘰𝘰𝘮 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘣𝘶𝘮𝘣𝘶𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘥𝘳𝘢𝘮𝘢-𝘥𝘳𝘢�...
