58. Careful enough

3.8K 368 13
                                        

'ceklek'

"Astaga!"

"Hai!"

"Ngapain lo bikin gue kaget"

Gun kaget, begitu ia membuka pintu rumahnya Off sudah berdiri di depan pintu.

"Lo mau kemana?" tanya Off

"Terserah gue" ucap Gun mengunci pintunya lalu berjalan ke arah lift.

"Gue ikut deh" ucap Off

"Ogah! Ngapain sih lo!" bentak Gun.

Off hanya diam berjalan di belakang Gun. Begitu Gun masuk ke mobilnya, Off juga masuk ke mobilnya sendiri lalu mengikuti Gun pergi.

"Gila apa!" ucap Gun melihat dari spion mobil Off mengikutinya.

Gun mengeluarkan handphonenya mencoba menelpon New tapi tidak diangkat. Gun akhirnya mempercepat laju mobilnya menuju sebuah mall. Ia tidak melihat mobil Off lagi. Ia sedikit lega, ternyata masih seperti dulu, Off paling tidak pernah mau jika diajak ke mall oleh Gun.

Gun akhirnya turun lalu menuju ke salah satu toko pakaian favoritnya. Ia menghabiskan beberapa puluh menit untuk berbelanja hingga akhirnya menemukan beberapa barang yang diinginkannya. Sampai dikasir ia mengeluarkan dompetnya untuk membayar tapi sudah ada tangan yang terlebih dahulu mengulurkan sebuah debit card. Gun menoleh. Ia melihat Off yang tersenyum kearahnya.






















"Bang Off beneran mau deketin Gun lagi?" tanya New ke Tay.

"Kayaknya"

"Ngga takut disiram lagi apa?"

"Biarin usaha dulu deh" ucap Tay.

Tay baru selesai mandi, mereka sekarang berada di asrama New. Sudah 2 hari Tay menginap disini. Mereka keluar kamar hanya untuk makan, selebihnya hanya tidur berpelukan.

"Sini aku bantu keringin" ucap New melihat Tay sedang mengusak rambutnya dengan handuk kecil. New duduk di sofa lalu Tay berjalan kearahnya. Ia duduk disamping New menghadapnya.

"Kamu ngga marah Off deketin Gun lagi?"

"Kenapa harus marah?" tanya New merasa aneh.

"Aku kira kamu ngga setuju sama keputusan Off" ucap Tay.

"Kalo bang Off udah serius, aku bakal percaya sama dia kok. Lagian bang Off kan emang baik"

"Baik dari mananya? Dia baik itu ya cuma baik ke kamu"

"Ya kalau dia macam-macam ke Gun tinggal aku pukul, biar kapok" ucap New.

"Aku bantuin deh"

New tertawa menanggapi ucapan Tay.

"Boleh"

"Boleh apa?" tanya Tay

"Bantuin mukul bang Off"

"Oh aku kira boleh yang lain"

"Apa?" tanya New

"Ini"

Tay menunjuk bibir New, New tertawa lagi.

"Kok ketawa?"

"Kamu lucu banget si" ucap New.

"Lucu gimana?" tanya Tay bingung.

"Kenapa harus ngomong dulu? Lagian aku ngga bakal nolak"

Tay langsung memajukan wajahnya ke depan New, ia langsung meraup bibir New, tangannya memegang tengkuk New memperdalam ciuman mereka. New sedikit kesulitan mengikuti gerakan Tay, sangat mendominasi dan cepat.

"Pelanh-pelanh" ucap New ketika berhasil melepas ciuman mereka.

Tay menatap New yang terengah, ia benar-benar tak bisa menahannya. Dua hari ini mereka hanya berpelukan tanpa melakukan apapun. Tay kembali hendak mencium New tapi terhenti karena bunyi bel pintu kamar New. Tay sedikit mendengus lalu New berjalan ke pintu membukanya.

"Bang Off!"

"New, abang kayaknya harus nyerah deh"

Off langsung mendekat ke New dan memeluknya.

"Baru kali ini abang ngerasa dibuang"

"Abang kenapa?" tanya New masih bingung dengan kelakuan Off.

"Lepas bangsat!"

Tay menarik New hingga pelukannya dengan Off terlepas.

"Sialan lo! Gue lagi sedih tau!" seru Off lalu berjalan masuk ke kamar New.

"Abang kenapa?" tanya New

"Gun?" tanya New lagi

"Abang seharian ini ngikutin dia. Dia nolak semua pemberian abang, dia bahkan ciuman sama orang lain didepan abang. Sengaja emang" cerita Off

"Salah lo sat. Lo harusnya ngga gitu, pelan-pelan. Tambah benci itu Gun ke lo!" ucap Tay

"Nih minum dulu bang" ucap New menyodorkan air putih untuk Off.

"Terus abang mau nyerah?"

"Engga. Liat aja, abang bakal terus deketin dia sampai dia muak nolak abang"

Happy Sugar Life | TayNew AUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang