Hanya pagi yang menyambutku, biasanya aku pergi bersama kawanku menghabiskan sisa uang dari pekerjaanku sebagai akuntan sebelumnya. Hari ini berbeda aku akan pergi kerumah korban penculikan, ia adalah Tiara, seorang gadis SMA di kota Bandar Lampung, akan kucari tahu siapa yang tahu bagaimana dia bisa sampai kepelabuhan itu, atau kehidupan seperti apa yang ia jalani.
Aku tak tahu pasti kenapa aku melakukannya, terlebih seorang wanita bernama Fransiska itu. Motorku kehabisan bensin, aku lapar, uangku masih cukup menopang itu semua selama dua minggu lagi, setelah itu mungkin aku mati kelaparan jika tak dapat uang pinjaman dan tak dapat pekerjaan. Aku pergi kewarung seberang jalan, makanannya terususun rapih didalam etalase besar, berbagai menu siap saji. Aku makan secukupnya.
Setengah jam kemudian
Terlihat orang berlalu lalang sepanjang jalan ramai semua menuju kepasar diujung jalan, aku berbelok melewati pasar ikan, berbagai ikan digantung, sedangkan lainnya; ikan kecil, cumi, udang, dicecerkan diatas keramik. Kemudian berbelok lagi kali ini berbagai macam toko dan pedagang kecil dipinggir jalan.
Setelah melaju lurus cukup lama terlihat rumah putih dengan aksen biru di beberapa bagian. Desain rumahnya cukup berbeda dari rumah lain, kecil dan ringkas, tanaman dan rumput ditata rapih didepan walau sepetak aku senang melihatnya. Terlihat juga anak remaja sedang seperti mengintip-intip kemudian meloncat-loncat melihat kearah dalam jendela.
"Ey, kenapa kamu loncat-loncat," Kataku
"Shuuutt, diem," Kata dia
Aku diam dan dia menatapku, "Gak ada urusannya sama lo pak!"
Lalu dia berjalan meninggalkan rumah itu seperti putus asa. Aku mengejarnya dan mencoba membujuknya agar memberitahu kenapa ia mengintip-intip rumah itu.
"Sekarang apa urusannya dengan anda pak" dia bicara ketus padaku
Aku memegang kepalanya erat, membisikinya.
"Apa kamu kawannya Tiara?" kataku, kemudian dia mengelak dariku
"Iya saya kawannya, terus kenapa pak," kata dia
Aku hanya ingin tahu seperti apa anak itu disekolah, maksudku Tiara.
"Kawan sekolahnya? Kau tahu tentang penculikan itu?" Kataku
"Apa pentingnya penculikan itu bagi lo pak? gua gak deket sama dia disekolah, lebih baik lo jauh-jauh dari rumah itu pak," Katanya dengan nada memperingatkan
"Apapun itu saya sedikit lagi menemukan jawaban atas pembunuhan itu, saya punya beberapa petunjuk, jadi sekarang itu akan menjadi penting bagi saya," Kataku
"Petunjuk? seperti apa?" Katanya
Sebelum itu aku akan menanyakan namanya terlebih dahulu, "Namamu siapa?"
"Umar," katanya sambil mengambilkan sebuah alat entah apa itu
"Saya Erik, bisakah kita berbagi rahasia agar pembicaraan kita menjadi setimpal?" Kataku
"Baiklah," Katanya
Kemudian pembicaraan kami bertemu sampai pada suatu titik, dimana kami sepakat bekerja sama, setidaknya aku akan terkena pasal membahayakan anak dibawah umur karena telah melibatkannya dalam kasus seperti ini.
Kenapa aku bekerja sama dengannya, karena dia pintar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Setimpal
Misteri / ThrillerApa jadinya jika kamu bertemu seseorang yang tak kamu kenal dan memutuskan untuk saling bercerita tentang rahasia paling besar dalam hidupmu. Apa jadinya orang yang kau cintai adalah seorang yang akan membunuhmu dikemudian hari. Dalam sebuah ketida...
