Mengasihimu adalah kelemahan terbesar dan kekuatan terbesarku.
Setelah membaca kalian komen ya👌. Supaya aku tau, gimana perasaan kalian setelah membaca part ini.
-Happy reading-
Hari ini adalah hari Sabtu yang berarti Irfan, Kenan, Zaara, dan Reva berada di rumah Zeo untuk latihan bernyanyi.
"Ra dari tadi yang nyanyi si Zeo terus, sekarang lo yang nyanyi dong," celetuk Irfan.
"Nah setuju gue mau denger suara lo, bosen kalau si Zeo terus," timpal Kenan.
"Hm, mau lagu apa?" tanya Zaara.
"A Thousand Years aja Ra," usul Reva.
"Oke."
Irfan dan Kenan sudah siap memainkan alat musik mereka masing-masing sebagai pengiring Zaara untuk bernyanyi. Dia bernyanyi sangat merdu sehingga Zeo tak bisa mengalihkan matanya dari Zaara. Zaara bernyanyi sangat menghayati, seperti menyampaikan isi hatinya pada Zeo melalui lagu itu. Diakhir nyanyinya Zaara sempat tersenyum sangat manis pada Zeo.
"Wah gila, bagus juga suara lo Ra, cocok kalo jadi penyanyi," ucap Kenan sambil bertepuk tangan.
"Nyanyi cuma hobi gue, bukan cita-cita gue Fan."
"Emang cita-cita lo apaan?" tanya Irfan.
"Cita,-" terpaksa perkataan Zaara terhenti.
"Cita-cita si Ara punya rumah tangga sama si Zeo, ya kan?," ucap Reva sambil menaik turunkan alisnya.
Aamiin. batin Zeo dan Zaara.
"Lo kali sama Irfan gak usah bawa-bawa gue," elak Zaara.
"Beneran Rev? Lo mau nikah sama gue? Kalau iya sujud syukur gue," kata Irfan dengan antusias.
"Mana mau gue nikah sama play boy cap badak kaya lo," ucap Reva ketus.
"Play boy?"
"Iya gue dikasih tau sama Kenan."
Sebelum perang dunia ketiga berlangsung Kenan langsung bertindak. "Emang bener kali gue."
"Itu kan dulu ... waktu gue SMP sekarang kan nggak," lirih Irfan.
Reva merasa iba pada Irfan ia pun langsung memeluknya dari samping dan berkata. "Hahaha udah-udah kasihan Irfan gue yang ganteng ini."
"Kalo lo udah punya pekerjaan yang mapan, mau kok gue jadi istri lo," ucapnya kembali.
"Oke honey," balas Irfan sambil mengusap pipi Reva.
"Liat lo berdua udah kaya Romeo and Juliet bikin gue laper ni," celutuk Kenan sembari memegang perutnya.
"Iya ni, kayak nya tuan rumah lupa belum kasih kita makanan dari tadi," sindir Irfan.
"Iya gimana sih tamunya dibikin kelaparan kaya gini," timpal Reva.
"Ze anterin gue ke dapur lo, biar gue masak aja buat kita makan," kata Zaara pada Zeo.
"Lo bisa masak Ra?" tanya Zeo
"Liat aja nanti hasilnya."
"Oke kalo gitu, lo bertiga tunggu di sini aja nanti gue panggil kalo udah jadi makanannya."
"Assiiaapp bosque," balas mereka serempak.
Kini Zaara tengah memasak berbagai macam seafood yang pernah ia makan saat di Indonesia, karena orang tuanya sering mengajak ke sana saat lebaran. Di saat dirinya tengah berkutat dengan segala peralatan dapur, ternyata Zeo memperhatikannya dari meja makan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari dapur. Melihat gadis cantik yang tengah memasak ini, ingin sekali ia memeluknya dari belakang seperti difilm-film Korea gitu jadi romantis.

KAMU SEDANG MEMBACA
Zeora
RomansaTapi, inilah yang berbahaya dari cinta, kita tak pernah bisa merencanakan dan memilih kepada siapa akan jatuh cinta. Cerita ini ditulis untuk sepasang kekasih yang orang tuanya sebagai mafia. Berharap kalian dapat merasakan perjalanan kisah cinta me...