𝐈𝐈𝐈

2.2K 125 7
                                        


.

Makan malam pun akhirnya selesai.

"Axel, segera antar Prisyla pulang"

"Iya yah"

Axel dan Prisyla pun berjalan menuju pintu utama diikuti oleh Fano dan Elena.

"Emm, bunda" cicit Prisyla

"Iya sayang" sahut Elena mengelus rambut hitam lebat milik Prisyla.

"Baju bunda besok Syla titip di Kak Axel aja yah"

Elena terkekeh mendengarnya.

"Nggak usah sayang, buat kamu aja. Anggap kenang kenangan dari bunda"

Gadis dengan balutan kaos putih kebesaran dan trening hitam panjang itupun nampak mungil dimata, karna memang sebenarnya itu ukuran standar perempuan. Tapi berhubung badan Prisyla itu hanya memiliki tinggi 160cm dan berat 50kg dengan pipi chubby dan mata bulat menambah kesan imut pada dirinya.

Gadis dengan kulit putih bersih itupun tersenyum dan mengangguk mendengar penuturan Elena.

"Yasudah jalan gih, ntar kemaleman"

"Iya bun" balas Axel sambil menarik tangan Prisyla memasuki mobil.

Balm..

Axel menutup pintu samping kemudi setelah Prisyla masuk ke dalamnya lalu memutari setengah badan mobil menuju bilik kemudi.

Prisyla membuka kaca mobil dan menengok ke arah Fano dan Elena berada.

"Bundaa Sylaa pulang dulu yaahh!"

Mendengar jeritan itu Elena mengangguk dan melambaikan tangannya saat mobil Axel mulai berjalan.

Prisyla pun membalas lambaian tangan Elena dengan semangat. Lalu setelahnya kembali menutup kaca mobil dan menghadap ke arah jalanan di depannya.

"Kak stop!"

Pekikan Prisyla membuat Axel mengerem mobilnya mendadak.

"Apaansih lo mau mati, ha!"

"Nggak kak itu, ee tas Syla ketinggalan di rumah bunda!"

"Ck.. tas lo ada di kursi belakang bodoh!"

Prisyla menoleh ke bangku bagian belakang lalu nyengir saat telah menemukan tas sekolahnya.

"O-oh maaf Syla nggak liat"

Axel menjalankan lagi mobilnya dengan muka datar.

Prisyla kembali menolehkan kepalanya ke arah depan. Karna bosan Prisyla pun hendak menylakan radio di mobil Axel.

"Jangan berani sentuh apapun dimobil gue" ucap Axel datar.

Prisyla menarik uluran tangannya dari radio, lalu melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

Tak mempedulikan Prisyla, Axel masih terus fokus pada jalanan di depannya.

"Dimana rumah lo?"

Prisyla melepaskan lipatan tangannya lalu menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri terlihat bingung.

"Kakak ngomong sama siapa?"

"Setan" balas Axel datar

"Setan?, Aaa bundaa ada SETANN!"

Axel yang melihat kehebohan Prisyla pun hanya mendengus kesal.

Ada juga ya cewek sepolos-- ah nggak sebodoh dia batinnya.

𝐀𝐗𝐄𝐋𝐈𝐀𝐍𝐃𝐑𝐎 [𝐒𝐜𝐡𝐮𝐭𝐳] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang