Ending

45 9 2
                                        

Happy reading

Nasha menatap ke arah Sam dengan bingung, pasalnya cowok itu diam tak berkutik dan menatap ke depan dengan pandangan lurus. Nasha menatap ke sekeliling ruangan kelas, kosong. Tak ada orang selain dirinya dan Sam.

Jam sekolah telah usai sejak 2 jam yang lalu, tapi Nasha enggan bangkit dari duduknya, entah apa yang mendorong Nasha untuk tetap berada dalam kelas.

Suasana kelas tambah menyekam dengan kebisuan Sam, tak biasanya pemuda itu diam tak berbicara. Nasha terus menatap punggung Sam heran.

Nasha menghela napas berat, dia beringsut berdiri dari duduknya dan memberanikan diri untuk menghampiri Sam.

"Sam," panggilnya lirih. Sam tetap diam tak memberi respon apapun. Sam semakin menundukan kepalanya.

Nasha menatap Sam dengan kening berkerut, semakin bingung dengan pemuda di depannya.

Nasha memberanikan diri untuk menepuk bahu Sam pelan. Sam mengangkat kepalanya dan menghadap Nasha.

Nasha diam membatu saat melihat Sam saat ini. Wajah Sam pucat pasi dan darah terus mengalir dari matanya. Suaranya seakan tercekat tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Nasha menahan napas, sebelum akhirnya melangkah mundur. Sebelum Nasha berhasil melangkah mundur, Sam mencekal pergelangan tangannya kuat. Nasha meringis menahan sakit.

"Lepasin Sam," lirih Nasha. Sam tak mengubris ucapan Nasha. Dia terus mencekram pergelangan tangan Nasha.

"Sam, kamu sad ..."

Sebelum Nasha menyelesaikan ucapannya, Sam terlebih dahulu melemparkan Nasha.

Brak!

Punggung Nasha terasa perih karena terkena benturan meja yang begitu kuat. Nasha menggigit bibirnya kuat, untuk menahan isak tangis yang keluar.

Sam terduduk lemas, dia memegangi kepalanya yang sakit. Dia memandang ke arah Nasha yang masih bersandar pada meja sambil memejamkan matanya pelan.

Sam bangkit melangkah ke arah Nasha, badannya terasa berat dan lemas.

Nasha yang melihat Sam menghampirinya, memandang Sam takut.

"Nash," panggil Sam lirih.

Nasha tak menjawab, dia terus melangkah mundur untuk menghindari Sam. Sam terus mendekati Nasha.

"Kamu pergi, jangan sakiti aku Sam!" teriak Nasha ketakutan.

"Aku gak bakalan nyakitin kamu Nash," lirihnya.

Nasha diam, memandang wajah Sam yang tak sepucat tadi.

Brak!

Sam terlempar jauh dan menabrak beberapa bangku yang ada di kelas. Nasha meringis menatap keadaan Sam.

Mata Nasha melotot tajam ke arah iblis yang berdiri tak jauh darinya. Badannya gemetaran karena ketakutan.

"Arghhhh ...." erang Sam menahan sakit dipunggungnya. Dia lemas, tak mempunyai tenaga untuk saat ini.

Iblis itu melilit tubuh Sam dengan rantai yang keluar dari dadanya. Iblis itu mengangkat tubuh Sam, membuat melayang di udara. Dan hendak menghempaskan tubuh Sam kembali

Brak!

Nasha melempar bangku ke arah iblis itu, Sam yang masih melayang otomatis terhempas begitu saja. Sam meringis menahan sakit. Dia menatap ke arah Nasha sambil tersenyum.

"Kamu pergi, Nash. Aku gapapa," ucap Sam pelan dengan keadaan tubuh lemas.

Nasha menggelengkan kepalanya pelan, demi apapun dia tak mau Sam kenapa-napa.

Iblis itu menatap Nasha dengan seringainya, dan melempar Nasha ke tembok dengan cukup keras.

Brak!!

Nasha menahan sakit dipunggungnya. Kepalanya sakit, pandangannya sedikit mengabur, dia melihat Sam dibawa pergi oleh iblis itu, tapi Nasha sudah tak kuat lagi, sampai akhirnya Nasha tak sadarkan diri.

    ******

Nasha memandang kesekeliling penjuru ruangan, kosong. Dia menatap keluar, gelap. Dia memandang arjoli di tangannya menunjukan pukul 19.00 wib. Selama itu dia pingsan.

Nasha memegangi kepalanya yang sakit dan meringis saat punggungnya terasa nyeri kembali. Dia teringat Sam. Kemana iblis itu membawa Sam pergi?

Nasha bangkit dan berjalan keluar kelas dengan pelan, badannya masih lemas. Dia terus berjalan di koridor sekolah yang sangat sepi, karena hanya ada dirinya.

Dia harus mencari Sam kemana. Dia tak tahu iblis itu membawa Sam kemana.

Nasha teringat sesuatu. Sekarang adalah tanggal 28 mei, sedangkan ulang tahunnya tanggal 1 juni. Masih ada waktu 2 hari sebelum semuanya terlambat.

Nasha terduduk dilantai koridor dan terisak. Sam telah hilang karenanya.

Tunggu aku Sam. Pasti aku akan menyelamatkanmu sebelum semuanya terlambat.

Birth (die) in juneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang