*Bad Boy*
Kampus Lentera Merah memang sangat sepi jika menginjak pukul delapan malam. Diparkiran kampus pun juga sangat sepi, Namun Rose belum pergi keluar kampus, motornya mogok, entah karena apa.
Teman-teman Rose sudah pergi sejak satu jam yang lalu, karena Lisa masih lemas gegara pingsan.
"gimana nih? apa gue cari bantuan aja?" gumam Rose bermonolog.
Rose berjalan ke arah utara, saat tiba di parkiran khusus mobil, Rose berhenti. Masih ada tujuh mobil yang terparkir, mewah pula, pasti pemiliknya orang kaya semua. Rose mendekati deretan mobil mewah itu, niatnya ingin meminta bantuan.
Rose mencari pemilik dari mobil-mobil itu, tapi tidak ada yang Rose jumpai, akhirnya Rose putus kan bersandar di salah satu mobil dan menghubungi teman - temannya saja. Wajar saja, signal-nya bagus disini, hehehe.
Parkiran Mobil Kampus
Jimin berjalan dengan sedikit sempoyongan, tapi ia berusaha menjaga kesadarannya. Langkah Jimin terhenti saat mendapati ada seorang gadis yang bersandar di mobilnya dengan telphone genggam di telinganya.
Jimin melangkah lebih mendekat ke arah gadis itu, pikiran liarnya menjalari otaknya. Tanpa kendali Jimin meneguk hingga tanpa sisa Vodka yang ada di tangannya dan membuangnya kesembarang arah.
Jimin mendekati gadis itu, mengamati tubuhnya.
'Tepos!' pikiran Jimin.
Tapi itu tak masalah bagi Jimin, yang terpenting gadis itu bisa memuaskannya hari ini.
Rose sedang berusaha menghubungi teman - temannya, tapi tak ada yang tersambung, teman - temannya susah di hubungi. Tinggal Lisa yang tersisa sekarang, tapi Rose tak tega jika harus menghubunginya, tapi ini genting, dan Rose terpaksa.
"hall....!" suara Rose terputus.
Karena tiba - tiba seorang laki - laki mengungkungnya di antara mobil dan orang itu sendiri. Rose ketakutan, reflek hp-nya terjatuh ke lantai.
"si-si-siapa k-k-kau?" ujar Rose terbata.
"apa? kau tidak mengenalku?" ujar orang itu heran.
Rose menggeleng kuat. Orang itu kemudian meraba pinggang Rose dan membuat jarah diantara mereka menghilang.
"Park Jimin! Ingat itu!" ujar Jimin itu.
Sebelum akhirnya ia menuruntan tangannya dan meremas bokong Rose.
"Aaaaa.....mphhh!" sontak saja Rose teriak.
Karena teriakan Rose, Jimin itu menjauhkan wajahnya yang ingin mencium bibir Rose dan secara reflek membuangkam Rose dengan tangannya yang satu lagi.
"diam baby!" ujar Jimin.
Rose sadar, tangannya masih bebas, jadi ia gunakan untuk melepaskan bekapan Jimin kepadanya.
"brengsek!" teriak Rose tepat di wajah Jimin, setelah berhasil lepas.
Rose juga mencoba mendorong Jimin agar tangan Jimin tidak meremas bokongnya lagi. Tapi nihil, Jimin lebih kuat dan lebih tinggi darinya.
"aku memang brengsek! dan aku suka itu! Jelas Jimin dan mengunci pergerakan Rose.
"lepas!" ujar Rose marah.
"kau lebih menggoda saat marah seperti itu sayang!" ujar Jimin bersmirk.
"kau sakit! Kau mabuk! Menjauh dariku!" ujar Rose berusaha melepaskan diri.
"maaf! tapi sayangnya aku tidak akan melakukan semua yang kau minta!" ujar Jimin sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Rose.
"tolong.... siapp....mphhh!" ujar Rose berteriak tapi mulutnya di bekap lagi oleh Jimin.
"jangan berteriak!" ujar Jimin memperingatkan.
Tanpa Jimin sangka Rose menggigit tangannya kuat, dan menginjak kakinya. Jimin mengaduh kesakitan dan melepaskan Rose. Kesempatan itu Rose gunakan untuk kabur, tak lupa ia juga mengambil hp-nya yang tadi terjatuh dan dia lari sekuat - kuatnya.
Rose panik dan ketakutan, tapi ia menghampiri motornya dan ternyata motornya bisa di nyalakan padahal tadi sudah jelas - jelas mogok. Rose segera melajukan motornya menjauh dari areal parkiran kampus (sialan emang motornya).
Jimin yang tadinya mengejar sekarang tidak lagi, setelah melihat gadis itu pergi menggunakan motor. Jimin tersenyum sinis, baru kali ini ada yang takut kepadanya, bukannya terpesona.
(wanita baik - baik pasti akan takut kalau di mesumin cowok malam - malam, walaupun cowoknya ganteng).
Jimin ingat, gadis itu adalah gadis yang berani melawan gang Twice tadi siang, tapi ternyata takut kepadanya.
"pokoknya! lo milik gue!" ujar Jimin.
Masa bodo sama Mina, ntar juga ia putusin. Bosen dia sama Mina, rasa itu - itu aja, tapi kalau gadis tadi rasanya beda dari yang lain.
(emang es krim?)
Jimin menuju mobilnya dan pergi meninggalkan areal kampus, dia menginggalkan teman - temannya yang saat ini tengah pesta Vodka di gudang, yang jadi markas gangnya.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy
Short StoryTentang anak-anak gang BTS yang Bad meskipun sudah kuliah. Tentang anak-anak gang BLACKPINK yang hidup dari keluarga sederhana namun berkecukupan. Menjalin cinta dan menghadapi masalah secara bersama-sama. Konflik sedang, bahasa ringan.....
