Hah.. Hah.. Hah..
Suara nafas Biru dan Asta sangat terdengar jelas di ruang UKS yang sangat sepi itu. Dan omong-omong, ruang UKS ini ruangan yang paling jauh dari keramaian. Ini bertujuan untuk membuat siswa yang beristirahat disini jadi lebih nyaman dan tenang.
.
.
Tapi kebetulan nya tidak ada siswa siswi satupun yang sedang sakit di ruangan itu. Jadi mereka hanya berdua di ruangan itu.
.
.
"Kenapa Asta...? Kenapa harus lari" jawab Biru dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Eh maaf... Itu aku mau bertanya beberapa hal." Dengan wajah yang memerah.
"Kan di depan kelas tadi bisa Ta?" Tanya Biru.
"Gak bisa... Ini privasi. Memalukan..." Jawab Asta.
"Tapi kalo kamu gak mau jawab ya sudah aku pergi dari sini" tambah Asta.
"Eh eh bukan gitu... Gimana.. gimana mau tanya apa Asta?" Akhirnya Biru mulai mau mendengarkan pertanyaan Asta.
.
.
"Itu aku mau tanya... Perempuan yang ada di hp kamu siapa?" Tanya Asta
(Apa... Sial Asta tau ada perempuan yang mirip dengan nyaa. Aaah ya sudah lah jawab saja dengan jujur) kata biru dalam hati.
.
.
.
Setelah beberapa menit bercerita.
"Oooooh Jadi itu asli bukan aku ya" Asta dengan raut wajah yang sangat paham.
"Iyha itu bukan kamu. Lagi pula kapan aku pernah kerumah mu dan pernah mengambil gambarmu yang sedang telanjang." Tegas Biru sedikit malu.
"Eh iyha udah ga usah di bahas lagi. Aku malu seakan itu fotoku. Karena mirip banget" jawab Asta sambil menutup wajah nya.
"Ya sudah yang penting kamu dah tau kalo itu bukan kamu" jelas Biru.
"Iyha deh... Oh iyha aku boleh minta satu permintaan tidak?" Kata Asta.
"Boleh tergantung permintaan apa itu?" Kata Biru.
"Aku minta kamu hapus foto Nasya dari hp mu. Aku malu kalo sampe ketahuan sama siswa siswi yang lain..." Ucap Asta.
"Boleh... Dengan syarat." Jawab biru
.
.
.
(Ah Biru paling hanya minta bayaran atau uang buat rokok) dalam hati Asta.
"Iyha deh terserah yang penting hapus." Jawab Asta
"Janji?" Di tegas kan lagi oleh biru
"Aaah iyha janji Biru" dengan enteng di jawab oleh Asta.
"Oke deh..." Kata biru sembari mengeluarkan HP nya dari saku.
"Nih hapus sendiri foto nya dan sebelum foto coba kamu hitung ada berapa foto Nasya di hp itu." Pinta Biru.
Di ambil nya hp Biru oleh Asta.
"17 foto..." Ucap Asta
.
.
.
==Delete Accepting==Semua foto sudah terhapus...
.
.
.
Tiba-tiba... Entah apa yang di lakukan Biru. Tapi Biru telah membuat Asta tak bisa kemana-mana. Biru memeluk Asta seakan-akan ada banyak kerinduan yang dimiliki oleh Biru. Asta hanya diam seakan berpikir bahwa ini hanya mimpi. Rasa hangat itu semakin besar di hati Biru. Semakin membakar pikiran nya satu persatu. Dan Biru tau satu hal...
.
.
"Aku mencintaimu Asta" Bisik Biru di telinga Asta.
Asta hanya terdiam dan menutup matanya. Dan perlahan air mata Asta tak bisa di hentikan. Sampai akhirnya air mata itu mengalir dan membasahi baju Biru.(Apa ini? Rasa apa ini? Kehangatan ini terasa sangat nyata.) Dalam hati Asta.
Trak...
Suara hp biru yang terjatuh dari tangan Asta...
Dan tangan Asta mulai merespon pelukan Biru. Tangan Asta mulai melingkar di tubuh Biru yang tanpa Asta sadari. Itu membuat Biru semakin terbakar. Biru menuntut lebih. Dengan perlahan Biru menjauhkan wajah nya dan mulai bisa memandang wajah Asta. Dan dengan perlahan pula dia mengusap air mata Asta seraya berkata"Asta imut." Kata Biru.
Dan dengan perlahan Wajah Biru dan Wajah Asta mulai berdekatan. Sampai bibir Asta dan bibir Biru saling bertemu. Asta menolak nya. Dia berusaha menjauhkan wajah nya dari wajah biru. Namun, itu terlalu sulit untuk seorang Asta. Sampai akhirnya dia pasrah dan mengikuti alur yang Biru ciptakan. Hati Asta mulai terbakar. Dia mulai memahami rasa rindu yang Biru miliki.
.
.
Dia memahami segalanya. Dia memahami apa yang diinginkan oleh Biru. Setelah beberapa saat berciuman Biru mengatakan...
"Apa aku boleh meminta ini?" Tanya biru.
Rasa nyaman yang berlebihan. Dan kehangatan yang sangat membakar Asta.
.
.
"Ikut dengan ku Biru. Jadilah bagian di hidupku dan akan ku berikan apa yang kau mau. Tapi hanya ini. Tidak lebih" jawab asta.
.
.
Dengan rasa yang belum puas Biru kembali menciptakan alur yang sangat dewasa. Membuat Asta semakin terbang. Bibir Asta yang lembut membuat Biru tak mau berhenti. Kepolosan Asta membuat semuanya makin menyenangkan. Nafsu dan birahi tercipta karena kepolosan Asta. Asta berjalan sesuai alur yang di berikan oleh Biru.
.
.
Tuk tuk tuk...
(Suara langkah kaki.)

KAMU SEDANG MEMBACA
Ikut dengan ku!
RomanceSetiap langkah yang selalu kau ikuti. Hingga pundak nya mulai merasakan sentuhan paling hangat yang pernah ia dapatkan. Saat Biru membuka matanya, seakan ada matahari di dekatnya. Terlalu silau untuk melihat dengan mata nya. Namun terlalu indah sep...