"Bora .... Sayang .... I'm home!"
"Ibu bilang nggak mau diganggu, Pak. Tadi pulang dari kantornya langsung ke kamar, terus pesennya 'Santi, kalau Bapak pulang, nggak usah panggil saya'. Kasihan Bapak nggak disambut."
"Mukanya bete?"
"Ibu kan mukanya memang bete terus."
"Hahaha. Bukan, kadar bete-nya meningkat enggak? Kalau biasanya 90%, tadi berapa?"
"99,99999%, Pak. Bete abis!"
"Artinya, kamu harus keluar malam ini. Nginep ke mana sana. Karena kayaknya, Ibu bakalan jadi singa plus harimau. Serem, San. Alisnya yang tebel itu, kalau udah naik atau hampir nyatu, kita berdua bisa jadi sambel."
"Siap, Pak! Pake uang saya?"
"Ck, kamu nih nggak mau rugi sedikit. Nanti saya transfer. Sana!"
"Siap sedia!"
***
"Perempuan yang di sana, yang kalau kata Santi nama rambutnya Long Bob, yang alisnya tebal banget, yang mukanya judes bukan main dan sexy as fuck. Kok cemberut?"
"Nggak usah pegang-pegang."
"Lho kenapa? Bukannya kamu selalu minta dipegang-pegang?"
"Gharda ...."
"Gharda? Siap Gharda? Adikmu?"
"Jangan nyender-nyender! Aku lagi mau nelen kepala orang. Kamu masih mau tetap hidup, kan?"
"Padahal Mas capek banget. Pulang ke rumah, pengen disambut sama kamu, diajak ngobrol, mandi bareng, terus—"
"Terus bisa haha-hihi dan suap-suapan sama cewek cantik di acara live? Gitu?"
"Wait ... kamu nonton tadi?"
"Sluuurrrrp. Kusedot ubun-ubunmu, Mas."
"Hahaha. I got it, kamu cemburu ya? Heiiiii, Sayang, itu refleks! Serius, waktu kami diminta buat nyicipin makanan chef yang juga jadi bintang tamu, terus Mas nyobain pertama, tiba-tiba Shafa udah di sebelah Mas dan dia mangap sambil bilang 'Aaa', posisinya Mas pegang sendok. Jadi itu refleks yang akan dilakukan sama siapa pun. Bukan masalah dia Shafa, tapi siapa pun."
"She likes you."
"But I love you."
"Mulutmu itu mudah banget buat bilang 'I love you'. Baru kenal udah bilang begitu, setiap jalan bilang begitu. Memang nggak sulit dilakukan oleh seorang playboy."
"Mantan lebih tepatnya. Kamu kenapa sih nggak percaya kalau aku beneran jatuh cinta di pandangan pertama."
"Nafsu."
"Tapi buktinya aku di sini. Kita menikah. Living a simple life. Being happy. That's all. Mas udah janji akan berubah, dan itu beneran."
"...."
"Bora ...."
"Jangan pegang-pegang."
"Mandi, yuk?"
"Kamu pikir setiap aku marah, solusinya adalah seks, terus semua selesai?"
"Enggak seks! Beneran mandi aja. Serius, aku nggak suka kalau kamu marah-marah gini jadi nggak sopan. 'Kamu'? 'Gharda'? Siapa yang ngajarin manggil kayak gitu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Beda Cerita
RomanceBora merasa keberadaannya disembunyikan sebagai istri Gharda, seorang penyanyi terkenal di Indonesia. Dengan semua kesalahpahaman yang terjadi, pertengkaran demi pertengkaran tak mampu dielakkan. Apakah perpisahan memang jalan terbaik untuk mereka? ...
Wattpad Original
Ada 2 bab gratis lagi
