19.Kedua

865 62 1
                                    

Happy reading 💜

Vote dulu ya gan👍😉😉😉
Baru baca

*****

Suara isakkan terdengar di depan gundukan tanah yang masih basah. Semua orang yang mengelilingi gundukan tanah itu perlahan pergi dikit demi sedikit. Sampai menyisakan satu wanita dengan pakaian serba hitamnya.

"Akhirnya kau datang, nak."

Orang yang baru datang itu tidak menjawab sapaan dari wanita paruh baya itu. Matanya fokus menatap gundukan itu. Ia memang tidak menangis, tapi jiwanya yang mengekpresikan semua kesedihannya sekarang.

"Dia selalu menunggu mu, menanyakan kamu setiap hari, dia benar-benar merindukan mu," ucap wanita itu lagi.

"Aku terlambat," gumam orang itu. "Ini semua salahku," lanjutnya.

"Berhenti menyalakan diri, nak. Semua sudah ketentuan Tuhan, mau bagaimanapun, kita tidak bisa menyalurkannya," jelas wanita itu.

Orang yang diajak bicara itu perlahan jongkok di depan gundukan basah itu, tangannya terulur menyentuh nisan yang bertulisan nama orang yang sangat ia kenal.

"Semoga ini mimpi," harapnya dalam hati. "Jangan lagi, tolong."

.

.

.

.

.

"Kalian sudah berhasil menemukan Jungkook?"

"Maaf bos, sepertinya anak itu bersembunyi sekarang. Dia tidak pernah terlihat lagi di kampus."

Brakkk!

"Brengs! cepat temukan anak itu, bahwa dia secepatnya ke hadapanku."

"Baik bos."

-

-

-

-

Malam minggu yang indah. Bulan sepertinya sedang bersahabat dengannya, begitu juga dengan bintang-bintang. Malam yang bagus untuk menyatakan cinta pada sang pujaan.

"Tae, kenapa kamu diam?" tanya cewek berambut sebahu itu.

Taehyung tersenyum. Lalu kembali menatap bintang jauh di atas sana. Eunha menatap wajah tampan Taehyung. Sebenarnya ia sudah sedikit capek, tapi ia ragu untuk mengajak Taehyung pulang.

Dari tadi sore mereka jalan-jalan berdua. Ke mall, bioskop dan dinner, sampai sekitar jam 8 Taehyung membawanya ke taman ini. Taman yang cantik. Eunha suka.

"Eun, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Taehyung serius.

"Apa?"

"Aku—" Taehyung menghela nafas panjang, mengalihkan atensinya ke gadis cantik di sampingnya. Tangannya menyentuh tangan Eunha dan membawa tangan mengikuti itu di dalam genggamannya.

"Eunha, aku menyukaimu. Sudah lama aku ingin menyatakan tapi aku ..."

"Tae," panggil Eunha. Gadis itu tersenyum lalu melepaskan tangan Taehyung dari tangannya.

"Tae." Eunha tersenyum lagi, lalu menyentuh wajah tampan di hadapannya ini. "Aku sudah lama menunggu kata ini, kenapa kamu lama sekali menyatakannya?"

"Aku ragu, Eun, aku takut kamu gak suka sama aku, aku—"

"Tae," potong Eunha. "Aku menyukai sudah sangat lama, dari SMP. Hampir saja aku melupakan perasaan ini sama kamu, melihat kamu yang biasa saja sama aku sangat menyakitkan, aku pikir kamu menyukai Jungkook," ungkap Eunha. Maaf indah gadis itu perlahan mengeluarkan air mata.

For Taehyung (VKOOK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang