VKook area (BL)
Tahap Revisi Genre GS menjadi BL
Saat sebuah rahasia menjadi alasan untuk berjuang. Itulah yang Jungkook lakukan agar kembali pada 'dia'. Hidup yang tidak biasa dan dipenuhi dendam masa lalu.
Bagaimana cowok ini menghadapinya?
Jeon...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-_-
Jungkook POV.
Hufft ....
Gua menghela nafas memandang bangunan yang terlihat megah di mata orang-orang. Namun, tidak untuk gua. Rumah yang diberikan atas nama gua ini, tidak lebih hanya bangunan gede sepih yang tidak ada indah-indahnya.
Di rumah ini gua gak sendirian, ada limah pembantu dengan beda-beda tugas, dua tukang kebun sama tiga satpam. Semuanya berperan penting dalam mengurus rumah ini. Ya, gua gak peduli juga mau diapain nih bangunan. Toh bukan gua yang nyewa sama bayar mereka.
Gua juga jarang pulang, gak ada nyaman-nyamannya sama semua yang ada di sini. Menurut orang di luar sana, rumah adalah surga dunia, bo'ong. Bagi gua rumah hanyalah penjara dengan kutup es di dalamnya. Mungkin kalo gua samain sama neraka, kurang tepat. Karena gak ada anget-angetnya nih rumah.
Hmmm lupakan.
"Tuan sudah pulang," sapa pria paruh baya berjas yang sentiasa menyambut kepulangan gua. Lee Donghae. Dia kepala pelayan yang mengatur semua urusan rumah ini. Dia juga dianggap orang tua gua di sekolah, karena sering dateng kalo ada rapat wali murid ato gua ngeulah di sekolah gue dulu.
Dia belum terlalu tua menurut gua, umurnya juga masih 34. Tampan, tinggi, cerdas, dan tubuhnya lumayan bagus untuk sekedar berprofesi sebagai kepala pelayan. Bingung sama cara pikirnya. Mau aja di suruh jagain gua yang gak nurut sama sekali apa kata dia. Dia setia banget sama pekerjaannya. Huft ... Lupakan tentang perjaka tua ini.
"Tuan," ucapanya lagi karena gua gak ngehirauin dia.
"Hmmm." Cukup buat balesan buat dia.
"Tuan sudah makan? Kenapa pucat? Tian berkelahi lagi? apa luka tuan sudah diobati?" tanyanya dengan wajah panik.
"Hmmm ... Gua lagi gak mood ngomong, gak usah nanya."
"Tapi makanan uda siap tuan," ujar Donghae lagi.
"Kalian makan aja, kalo gak abis bagi sama anak jalanan. Awas, kalo gua liat kalian buang makanannya."
Setelah mengancam pria berumur 16 tahun lebih tua dari gua itu, gua langsung masuk ke dalam kamar. Malas denger ocehan sama nih perjaka tua.
Hufft
Tanpa melepas jaket sama sepatu gua langsung merebahkan tubuh di kasur kamar gua. Hari ini rasanya sangat panjang dan melelahkan. Kalo makan gua emang bener uda, tadi sama Namjoon Hyung dan Seokjin Hyung.
Hoh, gua gak nyangka nemuin pasangan baru itu. Gak tau kayak mana mereka bisa dekat sampe pacaran. Dunia emang gak seluas yang lo pada bayangin. Kalo takdir juga kembali ketemu. Moga Namjoon Hyung gak mainin perasaan Seokjin Hyung. Keluarganya baik banget sama gua. Apalagi Mama Baekhyun. Gua suka banget sama pelukan sama nasehat-nasehat dia. Gak tau kenapa gua nyaman banget dan mau dengerin nasehat dia. Gua tau, gua keras kepala.