Chapter 15.Kelainan DJ2

878 71 1
                                    

Happy reading 💜

Vote dulu baru baca nee😉

-

-

-

*****

"Jungkook hentikan!"

Jungkook mengalihkan atensinya pada orang yang baru saja meneriakinya. Wajah Jungkook semakin pucat bersamaan dengan darah yang mengalir semakin deras. Jungkook menyungingkan sudut bibirnya sebelah. Meski wajahnya nampak menyeramkan, tapi jauh dari hati Jungkook tidak menyangka orang itu yang akan datang.

"Pergilah," ucapnya lirih. Darah segar yang merambat ke lantai sudah berhenti karena sang empu menahan pergelangan tangannya yang terluka.

"Pergilah!" Jungkook membentang orang yang masih berdiri di ambang pintu dengan raut wajah panik.

"Pergilah! Cepat pergi!"

"Tapi lo—, Lo terluka, gimana kalo ..." kata orang itu gemetar.

"Argggggggg! ...."

Jungkook memegang kepalanya dan memejamkan matanya untuk sekedar meredahkan emosi. Karena hal itu darah di sebelah kiri matanya kembali keluar.

Orang itu semakin takut melihat keadaan cewek di hadapannya sekarang. Dia tidak tau harus berbuat apa. Dia ingin menolong, tapi ia tidak punya nyali untuk melakukan itu.

"Argggggggg! ... Pergilah sebelum terlambat!"

"PERGI!"

Brakkk!

Teriakan itu mengemah seiring dengan Jungkook berlari menghampiri orang itu dan mendorongnya ke dinding lalu mencekiknya dengan kuat.

"Berhenti, sakit, Kook," ucap orang itu lirik wajahnya memerah menahan sakit akibat cekikikan itu. Ia juga ketakutan dengan sorot mata Jungkook yang beruba merah darah. Oh, jangan lupa darah segar yang menghiasi pipi dan seragamnya.

"Lepas Kook, sakit." Orang itu berusaha mendorong tubuh Jungkook. Namun, bukan hasil yang ia dapat melainkan cekikan itu semakin kencang serta kuku-kuku tajam Jungkook menusuk menyakiti kulit.

"Lepas, Kook."

Jungkook tersenyum devil melirik wajah orang di depan kungkungannya terlihat menderita, wajahnya memucat serta pukulan di tubuhnya semakin melemah.

"Kookie—" ucap orang itu terbata.

Jungkook melepaskan cengkeramannya. Ia memundurkan langkahnya menjauhi tubuh tak berdaya orang di di depannya. Wajahnya terlihat panik, ia mengangkat tangannya yang di penuhi darah miliknya sendiri. Matanya melotot melihat orang yang tadi ia cekik terduduk lemas.

"Kau!"

Jungkook menggeleng tak percaya. Ia menyakiti orang yang tidak bersalah. Dengan wajah masih panik Jungkook meraih jaket yang sempat ia lepas tadi dan memakainya. Jaket kebesaran itu berguna untuk menutupi baju dan celananya yang sudah di penuhi bercak darah.

Brakkk!

Jungkook berlari meninggalkan gudang itu. Orang yang masih terduduk lemas itu menatap sendu kepergian Jungkook. Tanpa ia sadari setetes air mata mengalir melalui pipinya. Ada rasa sesal mendalam melihat sosok lain itu.

"Aku terlambat, Kook. Aku terlambat menyadari hal ini."

-

-

-

-

Jungkook berlari sekuat tenaga meninggalkan kampusnya. Tujuannya sekarang sungai kecil tidak jauh dari taman pinggir kota, sungai di mana ia bisa membersihkan darah-darah di tubuhnya. Di mana ia bisa menjernihkan pikirannya yang pasti sangat kacau.

For Taehyung (VKOOK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang