Chap.17 Dia Dengan Gelap

878 62 2
                                    

Happy reading 💜

Jangan lupa vote and komen sayang
-

-

Jangan lewatkan satupun biar paham maksud ceritanya, Oce.

-

****

Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Cowok berpakaian serba hitam itu berjalan dengan gaya angkuhnya menyusuri tepi jalan.

Jungkook habis dari markas WTCK. Kebetulan anak-anak tadi sedang ngumpul semua selain Jimin dan Namjoon tepatnya. Alasan mereka jarang datang sangatlah lumrah. Namjoon disibukkan dengan kekasihnya, Seokjin dan Jimin sekarang mempunyai pekerjaan baru, tidak lain ya, nempelin Yoongi di cafe milik keluarga Min.

Brakkk!

"Hiks ... miane."

Jungkook yang tadinya menatap anak laki-laki itu dengan nyalang karena menabrak kakinya berubah seketika anak itu menangis.

Jungkook melirik sekitar tempat itu, menghembuskan nafas jengah sebentar lalu menunduk mengusap kepala anak imut itu.

"Berhentilah menangis bocah," pinta Jungkook tapi terdengar seperti bentakan.

"Huwaaaa eomma, junie takut hiks ... hiks ... ." Tangis anak itu semakin kencang, Jungkook kelabakan sendiri. Ia menatap anak itu takut.

"Diamlah, hey bocah jangan nangis," Jungkook menepuk-nepuk punggungnya bocah itu. Namun, tagis anak itu semakin kencang. Efek tepukan Jungkook yang terlalu kencang.

"Hey bocah, berhenti. Lo itu cowok, gak gentel, ga  boleh nangis," ejek Jungkook, tapi percayalah dia masih was-was takut anak itu tidak bisa berhenti nangis.

"Hiks, tapi kata oppa Junie cowok. Dia sering nangis," ucap anak laki-laki itu setelah mengusap matanya dan ingus yang tadi sempat meler.

"Huft ... terserah, mau oppa lo cengeng, Lo gak boleh niru dia. Lo harus jadi cowok kuat, bisa ngelindungi siapapun," jelas Jungkook. Anak itu mengangguk paham.

"Junie gak akan cengeng lagi, janji." Anak itu tersenyum manis menatap Jungkook. Jungkook membalas senyuman itu dengan tipis.

"Aku permisi ya hyungie. Miane tadi aku menabrak mu, aku pergi. Permisi."

Anak laki-laki tampan itu berlari meninggalkan Jungkook setelah tadi sempat menunduk. Jungkook tetap menatap anak itu meski keberadaannya sudah sangat jauh.

"Mengemaskan," gumam Jungkook.

Setelah itu ia melanjutkan langkahnya untuk pulang. Memang sangat asing mendengar Jungkook pulang ke rumah. Selain ia tidak menyebut tempat itu rumah, jam sekarang bukanlah jam yang tepat untuk seorang Jeon Jungkook balik.

Jungkook memang tidak menaiki kendaraan pribadi. Meski di rumahnya Jungkook mempunyai banyak koleksi mobil dan motor. Namun, dia tidak pernah menyentuh semuanya, karena kendaraan itu dibeli oleh ayahnya.

Jarak rumahnya dengan markas terbilang sangat jauh, tapi Jungkook bisa melewati tanpa bantuan apapun. Ia bisa saja menaiki bus. Andai ia punya uang lebih. Lagi, ia tidak mengunakan uang yang ditransfer ayahnya. Soal biaya sekolah dan rumah, semuanya diatur oleh Donghae.

For Taehyung (VKOOK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang