Seandainya waktu berjalan lebih lambat.
Mungkin, saat ini kamu masih bersamaku.
Menjalani semua fase kehidupan bersamaku.
Suka duka yang dulu pernah kita lewati bersama, saat ini masih rapi tersimpan diingatanku.
Seandainya, yang kuharapkan benar adanya.
Mungkin saja kisah kita berakhir bahagia, benar kan?
Waktu berlalu begitu cepat tanpa kusadari,
Ternyata kisah kita telah dahulu patah sebelum ujung yang indah menghampiri kita.
Waktu membuatku memilih meninggalkan mu atas alasan kesibukanku, padahal cinta masih senantiasa tumbuh pada celah rasa sakit dan kehilangan.
Seandainya saat itu kamu tau,
Berat rasanya..
Melepaskan genggaman yang selama ini selalu terpaut erat.
Setelah hari itu, waktu berlalu lagi.
Banyak orang yang datang lalu pergi seperti angin lalu.
Sedetik saja tak pernah kutemukan yang sepertimu.
Yang selalu menyediakan sandaran ternyaman untukku kala gundah, dan selalu tertawa bersamaku kala bahagia.
Semua terasa sempurna kala itu, sampai pada titik dimana aku kembali pada jiwaku yang sepi.
Lama waktu berlalu tanpa kamu, pikirku kamu sudah pudar bersama hujan bulan lalu.
Setelah patah hati yang luar biasa, aku pikir aku mungkin akan menemukan pilihan hatiku yang lain, aku pikir aku akan dapat merasakan kembali sosokmu pada jiwa-jiwa yang kutunggu hadirnya.
Tapi, sekali lagi aku salah.
Setelah perjalanan panjang yang kulalui, aku tak dapat menemukan mu lagi.
Satu-satunya sosok yang begitu hebat dalam hal mencintaiku.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebait Rasa
RandomRasa itu kini entah berada dimana. Setelah kamu pergi, perasaan mungkin telah pergi bersamamu, namun kenangan dan rindu selalu saja kamu sisakan untukku di setiap waktu, lalu menusuk dan membunuhku. Apakah hanya pilu yang bisa kau tawarkan untukku? ...
