Waktu

32 4 0
                                        


Hari ini, aku masih terkutuk waktu.

Menunggu, tanpa ada ujung yang pasti dalam gelap.
Adakah sedikit titik terang untukku?
Atau, adakah yang bisa membawakan lentera kecil untukku?
Agar harapanku terlihat selintas meski gelap mendera.
Agar aku bisa temukan jalan terang menuju akhir yang kukira indah.

Esok, entahlah.
Apakah aku masih duduk disini menunggu ataukah tidak.
Tidak ada yang pasti tentang waktu.

Terkadang, waktu membuat kita mencintai seseorang teramat dalam seakan rasa itu tidak akan ada habisnya.
Lalu kemudian, waktu juga membuat kita seperti tak pernah mencintai meski kita pernah saling membahagiakan, waktu juga membentang jarak yang amat jauh meski kita pernah merasa sedekat nadi.

Bukankah waktu membuat segalanya begitu rumit?

Dalam denting waktu yang terus berputar,
Waktu membuat hari-hariku begitu sepi, begitu kosong.
Senyap memenuhi dada hingga pilu di dalam hati.
Waktu seakan membawa pergi sedikit demi sedikit bagian dari hidupku, ia menjelma menjadi rasa sakit yang begitu nyaman bersarang dalam raga.
Ia menjelma menjadi sembilu yang begitu nyaman menusuk hingga luka di dalam jiwa.

Namun, di malam yang begitu panjang.
Waktu juga memberi kesempatan kepada kita untuk menemui setiap hal yang ingin kita lihat kembali, meski pada kenyataannya hal itu telah lama berlalu pergi.
Waktu memberi kita kesempatan untuk merasakan kembali bahagia yang dulu pernah singgah, meski itu hanya sekedar ilusi.

Waktu pernah memberi kita ruang untuk merasakan bahagia, meski bahagia itu hanya sementara dan tak bertahan lebih lama.
Waktu pernah memberi kita ruang untuk merasa memiliki, meski pada akhirnya hal yang termiliki pun harus terlepas kembali setelah masanya habis.
Waktu pernah memberi ruang kepada kita untuk merasakan mencintai dan dicintai, meski setelah itu yang mencintai kita akan meninggalkan, dan yang kita cintai pun akan berjalan menjauh.

Pada akhirnya,
Tidak ada yang bisa di salahkan dari waktu.
Ia hanya mengikuti dan menjadi saksi atas setiap lembaran perjalanan panjang kita.
Ia hanya pengingat bahwa kita pernah bersedih.
Ia hanya pengingat bahwa kita pernah terluka.
Ia juga hanya pengingat bahwa kita pernah tertawa dan juga bahagia.

Waktu.
Hanya segenggam pengenang di dalam rindu.
Hanya sekelebat memori tentang masa ini, dan masa di kala itu.

***

Sebait RasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang