Aku pernah begitu dalam mencinta.
Sebelum kau patahkan sepatah-patahnya.
Kita pernah begitu tulus merindu.
Sebelum rindu itu kau tenggelamkan sedalam-dalamnya.
Aku pernah dengan senyum terbaikku menerima hadirmu, mengulurkan tangan dan menggenggammu erat.
Dan kau, juga pernah dengan egoismu, meloloskan air mataku dengan kepergian yang tak ber alamat.
Mengingatmu,
Membuat ulu hatiku kian tertikam dan parah.
Membuat dadaku kian sesak dan pengap serasa ingin meledak.
Rupanya kamu, benar-benar telah berhasil.
Berhasil dalam hal melukai dan menghabisi.
Melukai janji dan kesetiaan yang begitu tulus ku berikan, dan menghabisi setiap puing-puing percaya akan perasaan yang pernah kutitip dalam ruang dadamu.
Kini, jika kau hadir dan bertanya kembali tentang kita.
Maka aku akan jawab "masa kita telah habis, telah lapuk seiring musim yang kian berganti, dan kamu telah tenggelam bersama senja petang hari."
Semua telah usai, baik kau ataupun aku.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebait Rasa
De TodoRasa itu kini entah berada dimana. Setelah kamu pergi, perasaan mungkin telah pergi bersamamu, namun kenangan dan rindu selalu saja kamu sisakan untukku di setiap waktu, lalu menusuk dan membunuhku. Apakah hanya pilu yang bisa kau tawarkan untukku? ...
