Aku adalah seorang yang menunggu.
Menunggu saat dimana hati kita saling bersahutan tanpa suara.
Saling mengunci dalam diam.
Hanya kedua bola mata kita saja yang tau apa yang hati kita bisikkan.
Aku adalah seorang yang menanti.
Menanti kita menjadi sesuatu yang tidak asing lagi.
Kita saling tersenyum, juga tertawa bersama tanpa harus ragu untuk berbagi lelucon meski itu sama sekali tidak lucu.
Kita saling berbagi tanpa harus takut untuk mengungkapkan.
Kita saling bercerita tanpa harus takut amarah lain saling bermunculan.
Aku menunggu, dan juga menanti.
Dalam cerita panjang yang baru saja aku mulai,
Denganmu.
Di penghujung waktu yang akan kita lewati bersama tanpa pura-pura, aku harap kamu dapat menemukan dirimu seutuhnya dalam diriku.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebait Rasa
CasualeRasa itu kini entah berada dimana. Setelah kamu pergi, perasaan mungkin telah pergi bersamamu, namun kenangan dan rindu selalu saja kamu sisakan untukku di setiap waktu, lalu menusuk dan membunuhku. Apakah hanya pilu yang bisa kau tawarkan untukku? ...
