Menyusun Rencana

3 1 0
                                        

Hari demi hari berlalu begitu cepat semenjak kehadiran Chwe di hidup Sheina yang membuat semua beban Sheina terasa ringan, bukan hanya di sekolah saja tapi di luar juga mereka menjadi teman ngobrol, semua hal bisa jadi bahan obrolan dan kuyonan membuat suasana begitu hangat dan akrab. Chwe sudah beberapa kali datang ke rumah Sheina dari sekedar menjemput, mengantar barang atau tugas dan bermain dengan Kio, mereka berdua sudah sangat akrab dan terkadang Chwe mengajak ngobrol Kio dengan bahasa yang hanya di mengerti mereka berdua saja dan Sheina hanya bisa menggelengkan kepala karena tidak paham bahasa mereka

Sheina sudah di kenalkan pada teman - teman Chwe di best campnya yang disana ada Hoshi, Jeonghan dan Jun. Pada awal bertemu Sheina merasa canggung apalagi di tempat baru baginya, Sheina berfikir kalau dia tidak akan beradaptasi dengan baik atau malah membuat suasana makin aneh, tapi semua itu di tepis dari pikirannya setelah Hoshi menyapa dengan penuh ramah tamah yang di ikuti oleh Jeonghan dan Jun mereka benar - benar welcome dengan kehadiran Sheina dan sudah di anggap sebagai bagian mereka. Best camp punya Vernon memang terlihat jauh dari kesan mewah tapi sangat nyaman untuk jadi tempat ngumpul atau tempat meeting santai, ruangan di penuhi gambar dan quotes yang di buat oleh mereka sendiri

Atribut yang di pilih kebanyakan kayu  dan semua itu di remake dari barang yang sudah tak terpakai, menurut mereka tidak semua barang tak berguna adalah sampah, di tangan yang tepat bisa menjadi bermakna itulah motivasi mereka disini, singkat tapi penuh makna mendalam. Mereka bukanlah orang yang serius dalam semua hal tapi kebalikannya, mereka anggap semua hal adalah rintangan yang seru dan perlu di ingat dan menjadi vitamin penguat diri, semua pembicaraan yang mereka lakukan terasa begitu menyenangkan tapi juga sangat berharga layaknya sebuah berlian tapi tidak terlihat. Mereka juga berjanji pada Sheina akan membantu masalah yang dia alami selama ini sampai tuntas, terkejut dan juga bersyukur akan pernyataan dari mulut mereka walau baru beberapa kali bertemu tapi sudah terasa sangat dekat itu sudah cukup mengukir senyum lebar di wajah kaku Sheina

🎨🎨

Pagi ini adalah pagi yang cerah di kota tercinta tak seperti hari - hari yang sebelumnya cuaca tidak menentu dan mendung seperti hati Sheina, dia berfikir kalau alam merasakan kegelisahannya selama ini termasuk bintang di langit malam, dia punya satu bintang yang menjadi teman ngobrolnya beberapa hari belakangan ini, si Chwe lah yang memberi saran itu dan langsung di ikuti olehnya. Menurut Chwe bintang bisa menjadi pendengar yang baik dan bisa merasakan apa yang kita rasakan walau tak terlihat hidup oleh mata kita tapi dia sama seperti kita, entah itu malam ataupun siang malam mereka tetap bersinar siang juga tetap bersinar tapi berada di tempat lain, setiap saat mereka selalu bersinar aku ingin kau juga begitu itulah adalah quote yang di berikan Chwe pada Sheina dan itu sudah membuat Sheina sangat bahagia. Sekarang Sheina sedang melukis bintang di langit malam dengan penuh penghayatan tapi tidak berlangsung lama

"Melukis dan melukis itulah yang bisa kau lakukan sekarang. Mem bosan kan..." saut Roy dengan ekspresi benar - benar muak

"Iya hanya itu yang bisa di lakukan tangannya" lanjut Gery dengan menatap Sheina dengan penuh hina

"Ck apa ada hal lain selain melukis yang bisa kau lakukan?" Lanjut teman yang lain

"Tentu saja tidak kawan, karena dia itu pecundang yang cuman bisa nyari muka di hadapan profesor" tekan Roy dengan ekspresi jengkelnya

"Hahaha kalau gak begitu mana bisa lolos dan menang di tingkat internasional" tambah Gery membuat suasana makin hina bagi Sheina

Semua kata - kata pedas itu sudah meneteskan air matanya yang tadi hanya bisa tertahan, Sheina merasa dunianya akan meruntuhkan semuanya di hadapannya saat itu juga  tak bisa berkata walau hanya satu kata, walau tadi dia sudah menyiapkan semua kata - kata untuk melawan tapi tidak keluar satupun dari mulutnya sekarang, mulutnya hanya bergetar dadanya sesak seperti tertusuk duri mawar yang terlihat biasa kalau di lihat tapi menusuk di dalam

Pain( t ) [ Continue ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang