Hanya Bersamamu

8 2 0
                                        

"Karena aku bisa berdua denganmu" menatap Sheina dengan tatapan yang berbeda

Mata Sheina membulat dan suhu badannya naik sekitar 37° dan itu menyebabkan wajahnya memerah padam, badannya membeku seketika, di pikirannya sudah kacau balau kayak benang kusut percaya gak percaya dengan kata - kata Chwe barusan apa ini mimpi atau haluku saja, sampe dia bilang gitu rasanya aku pengen kabur aja gumam Sheina yang buat dirinya cepat - cepat pergi dari sana

"Hey apa kau gak apa - apa? Wajahmu mer" tangan Chwe hampir menyentuh kening Sheina tapi Sheina mengalihkan pandangan

"Aku baik - baik saja dan umm aku harus pergi bye" pergi terburu - buru meninggalkan Chwe yang masih merasa aneh

"Apa dia demam?" sambil memandang kepergian Sheina

Sheina berlari sekuat tenaga sampai dia menabrak Mingyu yang sedang lewat dengan arah berlawanan

Bug!!

"Oh maaf kak aku sedang buru - buru permisi" jawab Sheina sambil berlari yang di balas dengan pandangan aneh  Mingyu

"Kenapa dia buru - buru? Ah sudahlah buat apa memikirkannya" memutar badannya

Baru beberapa langkah di berjalan dia bertemu Chwe mereka saling tatap tanpa kata sampe Chwe menaikan satu alisnya, tapi dia langsung pergi meninggalkan Mingyu di lorong, di hatinya ada satu hal yang mengganjal dan segera ingin di sampaikan ke Chwe karena ini soal anak - anak yang di buli di sekolah termasuk Sheina dia memberanikan diri untuk menegur duluan tapi Chwe sudah setengah jalan dari lorong itu, Mingyu tidak tinggal diam dia langsung menyusul Chwe dan menarik paksa

"Hey Chwe ikut aku tidak ada penolakan" ancam Mingyu sambil menyeret lengan Chwe

"Hey buat apa kau menarikku dengan cara kasar apa kau tidak punya sopan santun?"

"Asal kau tidak berontak lenganmu akan aman" tatapan tajam Mingyu yang membuat Chwe bungkam

"Kau ingin bawa aku ke mana?"

"Ikut saja"

Akhirnya mereka sampai di ruangan leb komputer Mingyu langsung duduk di salah satu kursi dan menyuruh Chwe duduk di sampingnya, tapi Chwe gak mau karena dia harus segera pergi karena masih banyak urusan

"Aku gak punya waktu untuk bermain game denganmu" tolak Chwe datar

"Aku gak pengen main game sekarang ada hal yang lebih penting dari itu" sambil mencolokkan FDnya di komputer

"Lalu apa yang ingin kau tunjukkan?" melipat tangan di depan dada

"Lihat ini" memutar salah satu video anak yang terkena buli yang dia rekam

Mata Chwe terbuka lebar sambil melihat kejadian pikirannya tidak bisa di ungkapkan, matanya mulai berkaca-kaca hampir saja dia meneteskan air mata, tapi gak jadi karena Mingyu langsung memukul pundaknya

"Kenapa tiba-tiba diam?" Mingyu menyadari kalo Chwe hampir nangis

"Oh aku cuma tidak menyangka mereka setega ini pada mereka" masih menatap layar monitor

"Ini belum seberapa kau mau lihat video Sheina?" mencari video Sheina yang sedang di buli

"Tidak perlu aku sudah tahu dan aku merasa bersalah selama ini aku hanya bisa menatap dia teraniaya" memijat keningnya

Pain( t ) [ Continue ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang