Vittrani selesai bagiin konsumsi ke semua panitia+pengisi acara. Nah karena dia tau setelah ishoma itu waktu-waktunya mas mantan manggung. Dia menepi dari keramaian.
Dia diem di samping ruang osis, disana ada balkon yang menuju langsung ke arah parkiran.
"Sialan!"
Vitta noleh kaget denger suara umpatan. Di ujung meja panjang ternyata ada orang yang lagi main game disana.
"Angga, dikira siapa ih," kata vitta setelah liat Angga berdiri.
"eh ketemu lagi vitt," kata Angga senyum canggung.
"Ngapain lu disitu?"
"Biasa," kata Angga angkat hapenya, nunjukin game disana.
"kenapa duduk dibawah kaga di situ," kata vitta nunjuk kursi panjang.
"ga ada sinyal, asik dibawah,"
"hih," kata vitta nggeleng ga ngerti lagi kelakuan ni satu orang.
"Btw sorri ya vit kejadian pagi tadi, sumpah gua masih malu kalo liat lu," kata Angga masih aja dibahas.
"minta maap mulu heran, selow aja."
Karena mereka ga begitu deket, obrolan mereka cukup sampe disitu. Dan keduanya langsung sibuk masing-masing.
Vitta sibuk liatin orang lalu lalang dibawah, sedangkan Angga sibuk main game di hape.
"btw, lu pasti tau bella mantan gua," kata Angga tiba-tiba buat vitta noleh.
"hah? Kenapa?"
Angga ulangin perkataannya, dan si vitta cuma diem. Ga boong sih kalo vitta tau.
"gua juga tau lu mantannya si sion."
"Pasti naila nih yang cerita!!" kata vitta udah suudzon aja.
Angga malah ketawa denger itu, "Naila ada bahas bella mantan gua?"
"setelah di inget-inget ga ada sih. Tuh anak kaya adem ayem aja ga pernah bahas hubungan orang."
"Emang gitu anaknya, dia tau mana yang harus dibahas mana yang engga. Tapi seneng banget ngeledek anaknya, puyeng temenan sama tuh anak. Puyeng ga lo temenan sama dia,"
"Tapi suka kan lo temenan sama dia?" kata vitta, niatnya mah mau comblangin. Ini vitta greget banget soalnya liat pertemanan antara Angga dan Naila. Bawaannya suudzon mulu kalo diantara mereka ada sesuatu.
"Suka lah, ga pernah baperan anaknya."
"Baperan dalam hal apa nih,"
"Ini kenapa jadi ngomongin naila," kata Angga, dalem hati vitta langsung 'tuhkan bener ada sesuatu, fix mereka berdua sama-sama suka,'
Ngide banget si vittrani!!!
"Ya lagian harus ngomongin siapa lagi? Si sion yang selingkuh dari gua? Atau ngomongin si bella yang saat itu jadi temen gua dan kebetulan bella pacar elu, tapi mereka berdua selingkuh? Basi tau Ngga! Emang sih gua asalnya sakit hati, nangis kaya orang bego. Tapi dipikir-pikir lagi, ngapain nangisin orang brengsek kaya gitu?!! Wasting time! Lebih baik nontonin Oppa-oppa korea." Kata vitta nyerocos gitu aja, bikin Angga bingung.
"agak emosi ya si mbaknya,"
Vitta nyengir, "sori-sori, kebablasan,"
"btw ngapain lu disini sendiri? Ga nonton sama temen-temen lu?" tanya Angga.
"Jujur sih gua disini karena gamau liat sion manggung, bentaran lagi naik kayanya, kalo dah beres mau kesana."
"Yakin dia lagi manggung sekarang?"
"Liat di urutan perform sih iya,"
"Terus itu siapa?" tanya Angga nunjuk pake mukanya.
Vitta langsung noleh ke arah yang ditunjuk Angga, Ada sion yang berdiri canggung sekarang.
"Hai, vitt," kata sion angkat satu tangan menyapa vitta.
######
"Kak tino!!!" sapa nisa heboh banget ketemu tino di salah satu stan jajanan kelas 10. Dia anak teater alias anak asuh tino sang kapten teater.
"Kak beli juga dong di stan aku!!" kata nisa mulai promosi yang agak maksa.
"Kak naila, sama kak Amel juga sekalian," ajak nisa, sebenernya dia cuma kenal Amel sama tino. Tapi karena naila udah satu paketan, dia sebutin juga.
"Jualan apa emang?" tanya Amel.
"Baso Asinan, enak tau kak, harus coba! Cocok banget buat yang lagi stress,"
Naila kesedek minuman denger itu, "cocok noh buat Amel sama vitta," katanya sambil ketawa. Tino juga ikut ketawa.
"sialan lo," kata amel ke naila.
"Ihh kenapa? Kak amel sama kak vita lagi stress? Dimana kak vitta-nya?"
"udah niss ga usah di bahas, kak tino beli dah!!" kata tino muter pundak nisa terus di dorong biar jalan ke arah stan kelasnya.
"Ayo lu berdua gua traktir," kata tino ke amel sama naila.
"Asikkk," seru amel dan naila bersamaan, terus ikutin Tino sama Nisa.
Sambil nunggu pesanan, Amel liat sekeliling, tatapannya berhenti ke perempuan di stan kelas 11, "No, liat noh si Rindu," kata Amel nunjuk Rindu yang lagi ketawa sama temennya.
Waktu tino noleh, bukannya fokus ke Rindu, tino malah fokus ke perempuan cantik blasteran yang sekarang pun sedang menatapnya.
"SEPTI!!!!!" Teriak perempuan itu sambil berlari kecil ke arah tino.
Sumpah rasanya tino malu banget dipanggil septi, mana semuanya nengok ke Tino. Rasa-rasanya mau masuk ke kuah baso.
"Siap--," belum beres naila tanya, dia udah keselek duluan.
Apa-apaan ini?!!!
"Yaampun septi, gua kangen banget," katanya sambil meluk dan cipika-cipiki seorang septino prayansyah.
########
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.