ENAM BELAS.

1K 75 30
                                        

Happy reading...

**

Setelah menempuh waktu setengah jam akhirnya Ali dan Prilly sampai juga di kantor, ketika memasuki lobi kantor banyak karyawan-karyawan yang memperhatikan mereka bahkan tak sungkan mereka menyapa pasangan pengantin baru itu.

" Selamat pagi Bos. "

" Pagi Bu Prilly. "

Ali berjalan santai dengan wajah datar dan tangan yang melingkari pinggang istrinya itu berbeda  dengan Prilly yang selalu tersenyum manis jika ada karyawan yang menyapanya.

" Kamu tuh ya, jarang senyum banget. "

" Aku enggak terbiasa sayang. "

Prilly memutar bola matanya malas, tanpa menghiraukan Ali dan berjalan kearah meja tempat kerjanya sebagai sekretaris suaminya itu, begitupula dengan Ali.

Keduanya nampak mulai sibuk dengan kerjaan masing-masing.

Sementara dilain tempat,  Tamara sedang merencanakan sesuatu untuk membuat hubungan Ali dan Prilly hancur dengan begitu ia bisa mudah mendapat kembali Ali.

"Lo cukup jadi sekertaris dia dan goda Ali, dan bikin Ali acuhin Prilly."

Perempuan dengan dress ketat itu mengangguk, "Gampang, asal duitnya nambah 2 kali lipat."

Tamara tersenyum remeh, "Masalah uang gampang, gue bahkan akan ngasih lo 5 kali lipat kalo lo berhasil godain Ali, dan buat mereka pisah. Gimana?"

Perempuan itu mengangguk setuju, dan mulai berjabatan tangan. "Oke, deal."

***

"Yang, ayo kita makan. Jangan kerja terus, bos kamu disini loh." Ucap Ali menghampiri Prilly dimeja nya.

"Iya ini bentar lagi Li, tanggung tinggal sedikit lagi."

Ali tetap kekeh dan menutup laptop Prilly, "Udah ah, kamu kalo gak diginiin gak bakalan berhenti."

Prilly memutarkan bola matanya, "Iya-iya."

"Mau makan dimana?"

Ali mengerling nakal, "Makan kamu aja gimana?"

Prilly meraup wajah tampan Ali, "Gak usah mesum, dasar."

Ali terkekeh, "Yaudah, kita go food aja ya? Aku males keluar mau disini aja."

"Terserah kamu."

Setelah itu Ali langsung memesan makanan untuk dirinya dan juga sang istri. Maklum namanya  juga pengantin baru maunya berduaan terus.

"Yang sini duduk samping aku." Titah Ali sebari menepuk tempat disampingnya.

Prilly menghampiri Ali dan duduk disampingnya. Lalu tanpa menunggu lama, Ali lalu tidur dipangkuan Prilly dan menjadikan paha Prilly sebagai bantal.

"Aku mau tidur dulu bentar."

Prilly yang melihat wajah kecapean Ali mengangguk dan mengelus kepalanya. "Iya kamu tidur aja, nanti aku bangunin."

Ali lalu memejamkan matanya, elusan tangan Prilly membuat dirinya semakin mengantuk.

"Kamu polos banget kalo tidur Li, tapi kalo bangun mesumnya gak ada obat." Ucap Prilly terkekeh kecil dan terus mengelus kepala Ali.

"Aku sayang kamu, aku mohon jangan pernah berubah."

Prilly menatap Ali dalam diam, entah mengapa perasaannya menjadi tak enak. Ia merasa akan terjadi sesuatu hal yang membuat hubungannya dengan Ali bermasalah. Prilly menggelengkan kepalanya, tidak mau terlalu overthingking.

Lalu terdengar suara ketukan pintu, oh mungkin saja makanan pesanan nya sudah datang. Tak tega membangunkan Ali yang masih tidur dipangkuannya, lalu dengan sangat pelan ia memindahkan kepala Ali.

"Bu, ini pesanannya." Ucap office boy ketika Prilly membuka pintu.

Prilly tersenyum dan menerimanya, "Terimakasih, kamu boleh kembali bekerja."

"Baik, bu."

Prilly tersenyum dan menutup pintunya kembali, lalu menyiapkan makanannya. Setelah siap, dengan lembut Prilly membangunkan Ali.

"Li, bangun yuk makan dulu." Ucap Prilly sebari mengelus pipi Ali.

"Hei, bangun."

"Enghh." Ali melenguh dan membuka matanya.

"Udah sampe?"

Prilly mengangguk, "Udah barusan, ayo makan dulu."

Ali merengek, "Suapin."

Prilly terkekeh, tapi tetap menyuapi Ali. "Manja banget sih, udah tua juga."

"Akwu mwasih mudwa ywaa."

Prilly menggelengkan kepalanya, "Telen dulu makanannya, baru ngomong. "

Ali menelan makanannya dan menatap Prilly kesal, "Aku masih muda ya."

"Iya-iya."

"Sini, sekarang giliran kamu yang harus makan." Ali merebut makanan dari tangan Ali dan mulai menyodorkannya kepada Prilly.

Prilly dengan senang hati menerima suapan demi suapan sampai makanannya habis.





TBC.

Haloooooo ada yang masih setia nungguin cerita aku gak? kalian pasti kesel kan sama aku karna udah up nya lama sampe harus nunggu setaun sekalinya up malah pendek:( huhuhu maaf yaa aku minta maaf banget:(
tapi beneran aku sampe bingung harus ngelanjutin cerita ini apa aku unpub aja:( tapi karena aku sayang sama kalian yang masih nyimpen cerita ini di library kalian, aku usahain buat update sampe end yaa ;)

Yang masih jadi APL mana nih suaranya? Baik-baik ya kalian tetep dirumah dan selalu pake masker.

Oh iya satu lagi, kalian kangen Ali Prilly gak? Aku kangen banget sama mereka😭

Kebanyakan ngomong ya, jangan lupa kasi bintang ya dan kritik masih aku terima xixi, maaf ya kalo feel-nya kurang dapet dan banyak typo, aku minta maaf banget🥺

CRAZY BOSS😎Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang