***
" Li bangun yuk, kamu harus ke kantor " Ucap Prilly seraya mengelus pipi Ali.
" Hmmm. " Ali menggeliat bukannya bangun, Ali malah memeluk perut Prilly dan menenggelamkan kepalanya.
" Li bangun udah aku siapin air hangatnya. " Prilly tak lelah membangunkan suaminya itu.
" Aku gak mau ke kantor, mau sama kamu aja disini. " Ucap Ali seraya menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang.
Prilly menggeleng keras. " Enggak ya, kamu harus kerja. Kalo kamu gak kerja mau ngasih makan aku sama anak kelak pake apa?
Ali memutar bola mata. " Yang, aku gak kerja sehari gak bakalan bikin kamu kelaparan. "
Prilly menatap Ali jengah, lalu berdiri. " Sombong amat sih, udah ya sana mandi aku juga mau siap-siap. "
" Siap-siap kemana? "
Prilly memutar bola matanya, ketika melihat Ali yang menatapnya dengan tatapan bingung. " Kamu kejedot dimana bisa sampe pikun gini. "
Ali menatap Prilly jengkel. " Yang. "
Prilly terkekeh. " Aku kan masih jadi sekertaris kamu, jadi sekarang kamu mandi sana biar aku siapin baju. "
" Kiss dulu. " Ucap Ali dengan nada merengek.
Prilly mendengus. " Kamu udah tua, gak cocok merengek gitu. "
Ali memanyunkan bibirnya. " Yang, cium. "
Prilly menggelengkan kepalanya. " Gak mau. "
" Yaudah, aku gak mau ke kantor kalo gitu. "
Prilly yang sedang mempersiapkan pakaian hanya bisa mendengus dan menghampiri Ali yang terlihat sudah tersenyum manis, melihat itu Prilly semakin kesal.
Cup.
" Tuh udah. " Ucap Prilly setelah mengecup singkat pipi Ali.
" Kok pipi sih yang? Ini disini. " Ali mendengus kesal sambil menunjuk bibir miliknya.
" Bacot. " Ucap Prilly, tapi Prilly tetep aja nurutin kemauan suaminya ini. Mesum dari lahir sih jadi kayak gini.
Ketika ingin melepaskan ciumannya, tertahan oleh Ali yang tiba-tiba menekan tengkuknya dan melumat bibirnya perlahan. Prilly yang terbuaipun membalas ciuman Ali sebari mengalungkan tangannya dileher Ali.
" Shhh. " Ali semakin gencar ketika mendengar desahan yang lolos dari bibir Prilly, ciuman Ali turun ke leher jenjang milik Prilly. Prilly yang langsung sadarpun langsung mendorong dada Ali pelan sehingga kegiatan Ali yang mencumbu lehernya terhenti.
" Kenapa? "
" Udah ah kamu mah kebablasan, kita harus ke kantor oke. " Ucap Prilly seraya turun dari ranjang.
Prilly yang mengerti jika Ali kesal, langsung membisikan sesuatu ditelinganya. " Nanti malam aja ya? Aku bakal ngeladenin kamu sepuas kamu. "
Ali langsung menengokan kepalanya kearah Prilly yang tersenyum. " Bener? "
Prilly mengangguk. " Iya, udah sana mandi. "
Ali langsung turun dari ranjang, setelah mencium bibir singkat Prilly. " Aku mandi dulu. "
Prilly hanya menggeleng pelan melihat tingkah suaminya, Prillypun segera turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
***
Ali baru saja turun setelah sudah siap dengan setelan kantornya, begitupun dengan Prilly. Ali lalu menghampiri Prilly yang masij belum sadar akan kehadirannya dirinya, lalu Alipun tiba-tiba memeluk Prilly dari belakang menaruh dagunya dipundak Prilly.
Prilly yang baru saja menyelesaikan masaknya, terpekik kaget. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum tangannya tergerak mengelus tangan Ali yang melingkari pinggangnya.
" Kenapa? " Tanya Prilly pelan.
Ali mencium pipi Prilly singkat, " Aku males ke kantor hari ini. "
Prilly memutar bola mata malas, lalu melepaskan tangan Ali yang merengkuhnya.
" Udah deh jangan manja kamu tuh, sana duduk biar aku siapin sarapan buat kita. " Titah Prilly dengan nada jengkel.
Ali hanya memanyunkam bibirnya, tetapi menuruti perintah sang istri. Prilly pum segera menyiapkan sarapan untuknya dan juga Ali.
Setelah menghabiskan sarapannya, Ali dan Prilly pun langsung berangkat ke kantor bersama. Selama diperjalanan keduanya hanya diam, tidak ada yang membuka suara.
Ali yang fokus menyetir, dan Prilly yang fokus menatap kearah luar. Ali melirik istrinya, tangannya tergerak meraih salah satu tangan Prilly untuk ia genggam dan mengecupnya pelan.
" Kamu kan udah jadi istri aku, kamu gak perlu lagi kerja sama aku yang. " Ucap Ali tiba-tiba.
Prilly pun menengokan kepalanya menatap Ali yang sedang fokus menyetir.
" Iya aku tahu, tapi kan untuk saat ini kamu belum cari pengganti aku. " Balas Prilly.
Ali hanya mengangguk singkat, lalu ia merasakan pipinya diusap oleh Prilly.
" Kamu tenang aja ya, aku bakalan berhenti jadi sekertaris kamu kalo kamu udah nemuin pengganti aku. " Ucap Prilly seraya menampilkan senyum terbaiknya.
Saat lampu merah, Ali pun menggenggam tangan Prilly yang berada dipipinya ia menatap Prilly dengan penuh cinta.
" Aku cinta kamu. " Ucap Ali tulus.
Prilly tersenyum manis, " Iya, aku juga cinta kamu. "
Ketika Ali hendak mencium Prilly, ia harus terhenti ketika bersamaan dengan lampu yang tadinya merah sudah berganti menjadi berwarna hijau. Ali pun memanyunkan bibirnya, menggerutu pelan. Prilly yang melihatnya hanya terkekeh sebari menggelengkan kepalanya.
Tbc.
Jangan lupa vote dan komentar yaa❤
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY BOSS😎
De TodoBos yang selama ini selalu bikin gue darah tinggi dan jijik dengan kelakuannya, ternyata dia adalah calon suami gue. Gue harus gimana gaes? sedih atau justru harus bahagia dengan semua ini? Penasaran?kuy join💙
