Happy reading...
Prilly keluar dari mobil Ali ketika sudah sampai didepan rumah Prilly. Ali segera menyusul Prilly keluar ternyata gadis itu masih marah terhadapnya akibat masalah yang terjadi beberapa jam yang lalu.
" Prill, tungguin aku. Dengerin aku dulu. "
Prilly menaikan alisnya ketika Ali menggenggam tangannya dengan sangat erat. " Apaan sih? Dengerin apaan? "
" Aku mohon, dengerin aku. Aku minta maaf. "
Prilly melepaskan tangannya dari genggaman Ali, dan tertawa yang dibuat-buat.
" Apaan sih Li? Gaje lo. "
" Aku minta maaf, aku janji aku bakal selesain masalah ini. Aku janji. "
Prilly tertawa namun matanya tetap menyiratkan kekecewaan dan itu sukses membuat dada Ali sesak. " Aku gapapa lagian. Aku sadar diri kok, aku ini siapa. Aku cuma perempuan yang kebetulan dijodohin karna keluarga aku sama keluarga kamu sahabatan "
Ali menggelengkan kepalanya dan meraih tangan Prilly mengecupnya berkali-kali. " Aku mohon kamu jangan ngomong kayak gitu lagi, aku mohon Prill. "
Prilly menarik nafasnya dan menatap Ali. " Udah ya Li, aku cape. Aku mau istirahat. "
" Prill, dengerin aku dulu. " ucap Ali memohon.
Prilly menggelengkan kepalanya. " Udah ya Li, aku cape. Makasih udah mau anterin aku. "
Prilly meninggalkan Ali yang terdiam mematung, dadanya sesak ketika melihat tatapan Prilly yang menyiratkan kekecewaan.
Arghh sial!
Ali mengacak rambutnya dan segera memasuki mobilnya meninggalkan perkarangan rumah Prilly.
***
Seminggu semenjak kejadian itu, Prilly seakan berubah ia menghindar kala Ali ingin mendekatinya dan itu sukses membuat Ali gelisah melihat Prilly sekarang yang seakan menjauhinya.
Klek.
Pintu terbuka memunculkan sosok Prilly yang baru saja datang, kedatangan Prilly tak lepas dari pandangan Ali.
" Maaf saya telat. " ucap Prilly.
Ali mengangguk.
Dalam hati menggeram kesal mendengar kosa kata Prilly yang jauh dari biasanya. Ali kesal, Ali tidak tahan jika harus di diamkan seperti ini.
Ali masih memperhatikan Prilly yang kini sudah berkutat dengan layar monitor di depannya. Ali bangkit dari duduknya, kakinya bergerak menghampiri Prilly.
" Prilly.. "
Prilly mengalihkan pandangannya ke arah Ali yang sudah berdiri di hadapannya.
Membuka kacamata yang bertengger dihidungnya. " Ya ada apa pak? Ada yang bisa saya bantu? "
Ali diam menatap Prilly lekat. " Prill, aku perlu bicara sama kamu. "
Prilly mengernyit. " Soal apa? "
" A-ku-- "
" Sayang.... "
Ucapan Ali terpotong oleh suara seorang perempuan yang tak lain adalah Tamara.
" Sebaiknya saya keluar dulu pak. " Ucap Prilly. Seraya meninggalkan Ali yang terdiam menatap kepergian Prilly.
" Kamu kenapa sih diam terus dari tadi? " Rengek Tamara sambil merangkul lengan Ali.
Ali menghela nafas, tangannya tergerak menyingkirkan tangan Tamara. " Aku lagi kerja, gak enak Ra. "
Tamara menggeram kesal dengan sikap Ali yang sekarang. Tangan mulusnya terkepal erat. " Pasti gara-gara sekertaris sialan itu. " batinnya.
***
" Prilly, kita perlu bicara. " Ucap Ali seraya menggenggam tangan Prilly. Kini keduanya sedang berada di lobi kantor.
Prilly menggelengkan kepalanya. " Gak ada yang harus kita bicarain lagi Li. "
" A-aku bisa jelasin Prill. "
Prilly melepaskan genggaman tangan Ali. " Gak usah. Sebaiknya kita batalin pernikahan kita Li. "
" AKU GAK MAU! "
" Hey sini liat aku Prill. Liat aku sayang. " Ucap Ali memegang kedua pipi chubby Prilly. Prilly masih memalingkan pandangannya.
" Percaya sama aku, Aku gak ada hubungan apapun sama dia Prill. Tamara cuma masalalu aku. Kamu percayakan sama aku? "
Prilly menggelengkan kepalanya, menatap Ali dengan deraian air mata. " Kamu bohong Li. "
Ali menggelengkan kepalanya. Jari jempolnya tergerak menghapus air mata Prilly. " Aku berani bersumpah Prill. Aku cinta sama kamu, sejak pertama kali kamu kerja di kantor aku, aku udah cinta sama kamu. Aku sayang kamu. Tamara cuma masalalu aku, sekarang masa depan aku ada di kamu. "
Prilly diam, menatap mata legam Ali mencari kebohongan disana, tapi nihil hanya tatapan cinta yang tulus yang terpancar dari mata Ali.
" Aku cinta kamu. Kamu maukan nikah sama aku? "
Prilly mengangguk, sedetik kemudian Ali membawa dirinya kepelukannya. Ali melonggarkan pelukannya menatap Prilly dengan binar bahagia. " Aku janji sayang, aku bakal bahagiain kamu semampu aku. "
Prilly tersenyum, tangannya tergerak mengelus pipi Ali. " Aku tunggu. "
Entah siapa yang lebih dulu memulainya, bibir keduanya tampak saling berpagutan. Ali mencium bibirnya lembut sebari tangannya mengelus pipi chubby milik Prilly. Yang dibalas oleh Prilly tak kalah lembut, dengan tangan yang sudah mengalung dileher Ali. Keduanya nampak memejamkan mata menikmati ciuman keduanya.
***
Ali membuka pintu mobilnya, Prilly keluar dari mobilnya dengan senyum yang menghiasi wajahnya. " Makasih. "
" Sama-sama sayang. " ucap Ali tersenyum manis.
" Makasih udah mau anterin aku ya Li. "
Ali menyampirkan helai rambut Prilly yang menutupi wajah cantiknya. Lalu mengelus pipinya singkat. " Iya sayang. "
Kedua pipi Prilly memerah mendengar kata sayang yang keluar dari bibir Ali.
" Kok merah pipinya? Blushing eh " Ali terkekeh.
" Aaa Ali, jangan godain akunya. aku malu. "
Ali terkekeh. " Haha iya-iya, yaudah sana gih masuk. "
Prilly mengangguk. Ketika hendak berjalan, langkah kakinya terhenti kepalanya menoleh kebelakang melihat Ali yang masih berdiri ditempatnya.
Ali menaikan satu alisnya, memperhatikan Prilly yang berjalan kearahnya. " Kenapa?-- "
Cup.
Ali diam mematung, ketika mendapat kecupan singkat dari Prilly. Wajah Prilly memerah, lalu Prilly meninggalkan Ali dengan tergesa-gesa.
Ali tersenyum, tangannya tergerak menyentuh pipinya yang baru saja dikecup oleh Prilly.
Rupanya malam ini Ali akan tidur nyenyak. Ah senangnya.
Tbc.
Haiiiii....
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel nya kurang dapet tapi emang aku ngerasa feelnya ga dapet sama sekali😭 mon maap teman-teman kalo kurang memuaskan harap maklum ya aku ini nulisnya sambil kerja jadi seadanya (:. Semoga kalian suka yaaa💜
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY BOSS😎
CasualeBos yang selama ini selalu bikin gue darah tinggi dan jijik dengan kelakuannya, ternyata dia adalah calon suami gue. Gue harus gimana gaes? sedih atau justru harus bahagia dengan semua ini? Penasaran?kuy join💙
