13.menjemput si kembar

11.4K 2K 290
                                        

Happy reading!♡
.

.

.

.
"Nakamoto Yuta?"

Xiaojun terdiam untuk sementara. Mencoba menyerap semua perkataan Yangyang.

Tuk.
"Bodoh! Kau mencoba untuk menipuku?! Nakamoto Yuta adalah dosen kita! Dan dia sudah menikah sejak jauh lamanya!" yang diolok hanya tertawa lepas. Betapa lolanya orang didepannya ini. Siapa sih yang tidak mengenal dosen irit berbicara satu itu? Bahkan ia sangat populer di jurusan lain.

"Xiaojun sungguh kau- Oh tidak tunggu... Kau mencoba untuk mengubah topik pembicaraan kita eoh? Yak cepat jawab pertanyaanku terlebih dahulu!" Yangyang baru saja sadar bahwa ia hampir tertipu dengan trik manusia di depannya.

"Darimana aku harus memulai semuanya?" baiklah Xiaojun menyerah. Lebih baik ia menceritakan semuanya daripada rumor yang tidak tidak dikeluarkan oleh mulut Yangyang.

"Dari awal kejadiannya!" Yangyang mulai tampak bersemangat dan menyiapkan telinganya matang matang.

"Baiklah jadi..." Xiaojun menghabiskan setengah waktu makan siangnya untuk menceritakan apa yang ia alami selama Yangyang sudah tidak menjadi roomatenya.

"Bagitu..." Xiaojun menarik napas yang dalam dan menghembuskannya.

Wajah Yangyang tampak memberikan ekspresi tidak suka. Aneh dengan keadaan yang terjadi.

"Orang bodoh macam apa yang meninggalkan anak anaknya didalam sebuah box? Jika belum bisa merawat mengapa membuatnya" Yangyang mendecih tidak suka. Sungguh ia tidak terima bahwa ada orangtua yang berani membuang anaknya begitu saja?

Xiaojun tertawa ringan. Jika kejadian ini terbalik alias Yangyang yang berada di posisinya, ia pasti juga akan memberikan begitu banyak umpatan kepada orang tersebut. Sama halnya dengan apa yang dilakukan adik tingkatnya.

"Tunggu kau merawat mereka seorang diri?" Yangyang bertanya di tengah tengah umpatanya.

"Tidak. Aku merawat mereka dengan mantanku" Xiaojun mengatakannya secara santai. Walaupun Yangyang adalah orang yang menyebalkan, tapi ia juga orang yang banyak mengetahui tentang kehidupan Xiaojun. Begitupun sebaliknya.

"Huang Guanheng tetangga kita bukan?" Yangyang sedikit menebak. Seingatnya Xiaojun hanya memiliki satu mantan.

"Hm" Xiaojun mengangguk tanda bahwa apa yang Yangyang tebak itu benar.

Setelah itu tidak ada perbincangan dari keduanya. Xiaojun yang asik mengetik sesuatu di layar ponselnya dan Yangyang yang sedang mencari seseorang.

Tak lama kemudian netra Yangyang menemukan orang yang ia cari. Tangannya ia lambaikan sebagai tanda bahwa ia berada ditempat tersebut.

"Renjun!" Yangyang tersenyum lebar, Xiaojun yang mendengarnya reflek membalikkan badannya dan melihat siapa yang datang kearah mereka.

Disana ada seorang mahasiswa bernama Huang Renjun, atau yang lebih akrab dipanggil Renjun. Mahasiswa jurusan seni musik. Seumuran dengan Yangyang sedikit dekat dengannya.

Renjun datang menghampiri Yangyang dan Xiaojun. Ia membungkuk sedikit kearah Xiaojun sebagai bentuk rasa hormat kepada yang lebih tua.

"Maaf sunbae untuk menganggu waktu kalian. Yangyang memintaku untuk datang kemari barusan" Renjun tersenyum ramah kearahnya.

Xiaojun mengangguk dan mempersilahkan Renjun duduk.

"Kau lihat Liu Yangyang? Bagaimana mungkin orang sesopan Renjun ingin berteman denganmu" Xiaojun menunjukkan wajah kebingungan. Kalau ia menjadi Renjun sudah pasti ajakan Yangyang ia tolak mentah mentah atau bahkan ia block nomornya.

Baby {henxiao}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang