Part 25

194 13 0
                                        

****

Beberapa hari kemudian, Suara berisik terdengar di hanggar skatek yudha dan rekan-rekannya masih berkutat dengan peralatan untuk memperbaiki pesawat sudah terparkir pesawat sukhoi untuk dilakukan pengecekan karena besok akan di buat terbang ke halim perdana kusuma beginilah menjadi orang teknik harus lembur sampai pesawat benar-benar sudah layak untuk di terbangkan kembali..

Mohon izin pak, bapak di panggil komandan keruangan "ucap prada handry"

Terimakasih bro

Aku langsung menuju ruangan komandan setelah sampai diruangan komandan sudah ada beberapa anggota..

Baiklah karena semua sudah datang saya akan menyampaikan bahwa besok akan ada 3 anggota yang menghadiri kunjungan kerja ke skadron teknik lanud abdurachman saleh selama 2 hari " ucap komandan", jadi besok yang akan berangkat Kapten Tek Dirga putra prasetya.. Lettu tek langit yudha pradipta dan letda tek daniel agus " ucap komandan kembali"

Siap komandan "ucap kami bertiga"

Pesan saya dimana pun kalian berada tetap jaga baik nama kesatuan, hanya itu saja pesan saya, kalian boleh langsung pulang..

Siap terimakasih ndan

Mereka keluar dari ruangan komandan, dalam batin yudha ia bersorak gemberi bisa menemui kekasihnya "ah kasih kejutan senja" batinnya, ketika ia melihat putra akan pulang yudha langsung menghampiri calon kaka iparnya itu

Bang mau pulang? Tanya yudha salah tingkah

Kenapa? Ucap putra heran melihat juniornya itu

Bang jangan kasih tau adek abang ya kalau saya mau ke malang " ucap yudha sambil memohon ke putra"

Putra yang melihat yudha ia rencana jailnya muncul "bisa abang pertimbangkan kalau begitu loncat loncat dulu lah" perintah putra

Yudha tanpa basa-basi langsung meloncat-loncat di depan putra, putra hanya tertawa puas mengerjai yudha

Sudah berhenti cukup" ucap putra" gila lo ya yud hanya demi cinta lo mau ngelakuin hal bodoh ini batin putra

Abang balik dulu kamu jangan mikirin senja terus belum tentu ia mikirin kamu disana ucap putra pergi sambil tertawa mengejek

Yudha tak ambil pusing dengan perkataan putra karena ia sering seperti itu, padahal ia orang yang paling mendukung hubungannya dengan senja...

****
Keesokan harinya..

Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 sore senja masih sibuk di kampus harus mengurus beberapa hal dan datang ke sidang kaka tingkatnya.. Ia sekarang berada di lantai 5 fakultas ekonomi sedang menunggu katingnya selesai sidang skripsi, sambil menunggu sesekali ia mengecek ponselnya menunggu chat dari yudha tapi nihil tak ada balasan dari yudha di telfon juga tidak diangkat "coba kalau dekat sudah aku banting kamu mas bisa"nya engga ada kabar" batin senja

Senja wooy itu mas bintang sudah keluar... Ucap nana temanku yang meneriaki ku

Oh iya "jawabku yang baru sadar dari lamunan"

Aku langsung menghampiri mas bintang yang baru keluar dari ruangan dengan muka yang terkoyak-koyak mengenaskan tapi masih terpancar raut kebahagiaan

Selamat mas bin uhuy akhirnya yang mau yudisium terus pake toga " ucapku sambil memberi selamat bintang"

Terimakasih manusia bar-bar,  mana kadonya "ucap bintang sambil mengadahkan tangannya" besok kowe sempro kan?  Tanya lagi

Nih gue kasih bunga yang gue rawat dengan sepenuh hati "aku berikan buket bunga kepada bintang" biar lo kelihatan laku lah ya hahaha ucapku sambil tertawa, sudah jangan lesu gitu mukanya,  besok gue mas belum ketemu dospem aja udah meronta-ronta batinku

Bintang langsung mengambil buket dari senja, haha terimakasih manusia bar-bar.. Anjiir tau aja gue jomblo sialan lo mel (melody teman" kampus lebih banyak memanggilku melody daripada senja),  gila penguji gue udah kaya singa untung gue lulus "ucap bintang sambil mengingat betapa menegangkan di dalam, gue do'ain lancar ya mel

Setelah berbincang-bincang cukup lama senja pamit kepada bintang untuk pulang karena hari sudah mulai sore..

Mas bin aku duluan ya udah sore... Rek disik'an yo ojo lali mene teko nang sempro ku "ucap senja pamit kepada bintang dan teman-temannya"

Rek "teman" (teman-teman aku duluan ya, jangan lupa besok datang ke sempro ku)

Setelah berpamitan senja langsung ke parkiran dan meninggalkan kawasan kampusnya, mobil berwarna putih itu membelah kemacetan kota malang  apalagi sore seperti ini jam pulang orang kerja dan keluarnya anak" kampus menambah kemacetan yang luar biasa hampir satu jam lebih senja terjebak macet ketika sampai sampai fly over ponsel senja bergetar ia segera mengangkatnya..

"Hallo ma,  ada apa? 

"Dek sampai mana?  Tanya mama

"Sampai terminal arjosari ma, kenapa?

"Dek bisa mampir sebentar ke bakso kota, mama nitip bakso 6 porsi sama belikan kue brownis biasanya 3 kotak ya dek..

Ma kok banyak sekali ada tamu dirumah?  Tanyaku

Iya dek ada tamu spesial engga pake telor dirumah "ucap mamanya sambil tertawa

Haha receh bat daah, oke oke adek tutup dulu

Senja menutup telfonnya dan membelok kan mobilnya ke tempat bakso kemudian ia turun dan mememasan pesananannya tak butuh waktu lama pesanannya sudah siap ia kemudian kembali melajukan kendaraannya ke toko berikutnya untuk membeli kue.. Senja cepat" turun untuk membeli kue tersebut dan kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang tak butuh waktu lama senja sudah sampai di rumah ia melihat kendaraan terparkir di depan rumah.. Setelah memasukkan mobilnya ke garasi senja mengeluarkan pesanan mamanya dan berjalan ke arah ruang tamu ia mendengar suara yang tak asing di telinganya..

Siapa ya tamu mama seperti tidak asing suara itu.. "Gumam senja"

Saya ucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca cerita saya 😊

SENJA DIRGANTARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang