Part 23

196 12 0
                                        

***

Hari hari terus berganti sudah hampir 3 bulan senja di malang, ia sekarang sibuk dengan skripsinya ia harus sedikit ngebut mengerjakan skripsinya supaya target 2 bulan lulus dan menyandang sarjana ekonominya tercapai..

"Maa senja berangkat ke kampus dulu" ia berpamitan dengan mamanya

" hati-hati nduk"

Senja berangkat dengan menggunakan ojek online butuh  waktu setengah jam untuk sampai ke kampusnya

Pak lewat pintu belakang saja biar engga macet "ucapku"

"Siap mbak"

Tak lama kemudian ia sampai di kampus putihnya itu setelah membayar senja langsung menuju GKB 2 (gedung kuliah bersama)  karena hari ini ada bimbingan ia sedikit berlari ketika melihat lift terbuka dan memencet lantai 5..

Pintu lift telah terbuka ia langsung ke tempat bimbingan sudah banyak temannya sudah mengantri..

Na ibunya sudah datang, kamu udah tulis namaku kan? "tanyaku ke nana sambil ngos-ngosan"

"Wes ket mau gendeng, hobi tenan umak telat, uwes ojo lali mengko traktir aku mangan" jawab nana

"Sudah dari tadi gila,  hobi sekali kamu telat, jangan lupa nanti traktir aku makan"

Wis gampang iso diatur kui, suwun yo ndeng...


****

Yudha masih berkutat dengan mesin-mesin pesawatnya ini pesawat yang kedua yang harus ia check layak untuk terbang atau tidak setelah mengecek semua pesawat tipe boing ini layak untuk terbang besok.. Ia melihat jam sudah waktunya untuk istirahat kemudian yudha mengambil ponsel di sakunya ia belum menghubungi senja dari pagi

"Semangat bimbingannya sayang"
"Maaf mas baru menghubungi"

Yudha mengirim beberapa chat ke senja walaupun hubungan mereka jarak jauh tapi mereka tetap adem ayem kuncinya hanya saling mengerti satu sama lain dan saling percaya... Yudha saat ini duduk di taman masih di dalam skadron teknik 043 ia menunggu balasan dari senja sambil bermain game " fyi sebetulnya skadron teknik yang asli itu 044 tapi demi kenyamaan bersama saya ganti menjadi 043 🙏"

****

Hampir 15 menit senja di dalam bertemu dengan dosen pembimbingnya ia keluar dengan wajah yang sangat bahagia perjuanganya selama ini tak sia" setelah kena coretan-coretan yang hampir ia ingin menyerah akhirnya minggu depan ia bisa sempro..

aroma-aromanya ada yang sudah di acc sempro nih "tebak nana"

Weeh cenayang satu ini tau saja

Serius akhirnya temen aing yang satu ini kaga jadi mahasiswa abadi " ucap nana menggoyangkan badanku"

Waaah bacot malas lah aing traktir lu "ucap ku sambil meninggalkan nana"

Nana berlari mengejarku "waah sensen engga asyik umak, umak engga kasian sama anak kos yang perlu perbaikan gizi ini".. Ucapnya memasang muka memelas

Huwaahahaha anjir muke lu gausa sok di gituin deh jijik gue, udah kuylah ke parkiran " ajak ku"

Senja dan nana meninggalkan kawasan kampus dan melajukan motornya ke mall dekat dengan kampus.. Setelah parkir kemudian mereka berdua memimilih makan sushi karena daritadi nana merengek untuk minta sushi dengan alasan untuk memperbaiki gizinya..

aku saja yang pesan kamu duduk saja "ucap nana kepada senja"

Senja menurutinya,kemudian ia duduk di sofa sambil menunggu nana ia membuka ponselnya ada beberapa pesan dari yudha ia lalu membuat panggilan video ke yudha..

Hallo assalamu'alaikum "terlihat wajah khas bangun tidur "

Wa'alaikumsalam salam mas, mas dimana?  Tanyaku 

Mas tidur di belakang meja kerjanya pak putra" ucap yudha sambil memperlihatkan keadaan disana" kamu lagi dimana sayang? 

Waah pelanggaran aku bilangin mas putra punya anggota kayak gini "kataku sambil menaik turunkan alisku" oh lagi makan diluar sama nana mas, mas aku minggu depan sempro,  mas pasti engga bisa ya datang kesini?  Ucapku lagi dengan lirih

Janganlah nanti mas bisa di gantung kalau ketahuan "ucapnya sambil bergidik", selamat ya sayang mas bangga sama kamu semoga lancar sayang, dibalik ucapan yang bahagia itu ia tak selalu ada di samping senja, dengan ucapan yang sedikit melemah ia minta maaf tak bisa kesana karena pekerjaannya

mas senja mengerti pekerjaan mas, senja gapapa mas engga bisa datang yang terpenting mas selalu do'ain aku semoga semuanya lancar, kita sama-sama berjuang ya mas.. "Ucapku kembali

Terimakasih sayang maaf mas jika tak bisa di dekat kamu mengantar kamu kemana pun seperti pasangan yang lain.. Mas selalu do'akan kamu semoga cepat lulus dan segera mas ajak pengajuan " ucap yudha sambil tersenyum ia begitu beruntung memiliki senja yang selalu jadi penyemangat dia dan mau mengerti dengan pekerjaan dia"

Hahahaha bisa ae lu mas mas,, ucapku yang malu-malu mendengar kata pengajuan ia akhir" ini yudha ngebet sekali mengajak menikah" mas sudah dulu nanti kita lanjut lagi pesananku sudah datang ini ucapku kembali

Kan kan kalau diajak pengajuan langsung menghindar gitu ucap yudha dengan nada kesal, oke mas tunggu kamu nanti hati-hati kalau pulang sayang..

Setelah mematikan sambungan video tersebut ia melihat nana datang dengan membawa beberapa sushi dan langsung mendaratkan bokongnya ke kursi,  aku yang melihat itu hanya bisa geleng"

Dasar gatau diri lu na, lu pesan begitu banyaknya mau bikin gue bangkrut "ujarku tak percaya melihat pesanan nana sudah kayak orang belum makan setahun"

Ia masih asyik makan-makanannya "ya gimana dong kan aing butuh asupan gizi untuk menghadapi kenyataan" ucapnya seperti tak punya dosa

Aku langsung menjitak kepalanya "dasar kemaruk bisa aja jawabnya"

Aduh sakit kanjeng ratu ucapnya sambil mengelus kepalanya anak kos seperti aing tak boleh menolak rejeki sensen..

Aku yang sudah malas menjawab bacotan nana memilih untuk makan..

****



Maaf jika ceritanya monoton karena aku bukan penulis jadi masih banyak belajar dan merangkai kata maaf jika membosankan 🙏🙏

SENJA DIRGANTARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang