13

7.1K 761 109
                                        



Sorenya Xiao Zhan terbangun karena merasa tenggorokannya kering. Pemuda cantik itu memegang lehernya kemudian berusaha untuk bangun.

"Akh," Xiao Zhan memekik kecil karena rasa sakit dibagian bawahnya sekaligus pening dikepalanya.

Disamping Cheng Xiao duduk dengan wajah sembab dan memerah, gadis itu menatap Xiao Zhan dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Gadis itu menyentuh bahu Xiao Zhan lalu membantu pemuda itu duduk.

"Kau demam Zhan Zhan, jadi istirahatlah?" Cheng Xiao menyodorkan teh hangat pada Xiao Zhan.

Xiao Zhan mengangguk sambil sedikit memejamkan matanya berusaha mengurangi rasa pening yang menderanya. Pemuda itu kemudian mengambil cangkir teh yang disodorkan oleh Cheng Xiao lalu menyerumputnya dengan perlahan.

Gadis itu mengusap air matanya yang mulai menggenang dipelupuk matanya. Ia merasa tidak tega melihat keadaan Xiao Zhan.

"Terima kasih Xiao Xiao,"

Xiao Zhan tersenyum lebar sambil menyodorkan cangkir itu kembali. Namun senyumannya berubah menjadi kerutan bingung saat melihat wajah Cheng Xiao yang memerah.

"Xiao Xiao, kenapa menangis?" Tanya Xiao Zhan dengan nada lembut.

"Duibuqi," bisik Cheng Xiao dalam tundukannya.

"Xiao Xiao, kenapa minta maaf?" Xiao Zhan mengernyit bingung melihat reaksi Cheng Xiao. Ia menyentuh bahu gadis itu lembut membuat Cheng Xiao menatapnya.

"Maaf, karena Daddy merusak masa depanmu," ucap Cheng Xiao semakin menunduk dalam.

Bahu sempit itu mulai bergetar menandakan gadis itu tengah menangis.

"I...itu bukan salah Paman Yibo," ucap Xiao Zhan dengan tergagap.

Cheng Xiao mengangkat kepalanya memperlihatkan wajahnya yang sembab.

"Kau tidak perlu membelanya sampai seperti itu, aku tahu Daddy bersalah," Cheng Xiao menangkup tangan Xiao Zhan dengan kedua tangannya.

"Bu...bukan seperti itu, a...aku yang memaksa Pa...paman Yibo melakukannya," Xiao Zhan menunduk sambil menarik kedua tangannya dari tangkupan Cheng Xiao.

"A...apa? Ba...bagaimana mungkin kau melakukannya!" Cheng Xiao berucap dengan nada suaranya yang sedikit dinaikkan.

"Xiao Xiao dengar du...dulu, ini tidak seperti yang kau pikirkan," Xiao Zhan menggenggam tangan Cheng Xiao erat.

"Lalu apa? Kenapa itu bisa terjadi?" Cheng Xiao menatap Xiao Zhan tidak percaya.

"Se...sebenarnya...aku terkena obat pe...perangsang, ja...jadi se...perti itu," ucap Xiao Zhan sambil mengigit bibir bawahnya.

"APA!! SIAPA YANG MEMBERIKAN OBAT ITU PADAMU!!" teriak Cheng Xiao yang kini sudah berdiri dari duduknya.

Cheng Xiao menatap Xiao Zhan dengan mata membeliak tajam. Gadis itu memijat keningnya karena merasa pening.

"Xi...Xiao Xiao tenanglah, a...aku akan menjelaskan bagaimana aku bisa terkena obat pe...perangsang itu," Xiao Zhan menatap Cheng Xiao dengan alis mengkerut lucu.

"Xiao Xiao tenanglah, tarik nafas lalu buang dengan perlahan," ucap Xiao Zhan dengan wajah takut.

Cheng Xiao menarik nafas pelan kemudian membuangnya dengan perlahan, sesuai saran Xiao Zhan. Setelah itu ia mendudukkan dirinya kembali.

"Jelaskan sekarang!" ucap Cheng Xiao tegas.

Mata Xiao Zhan bergerak gelisah sambil mengulum bibir bawahnya. Pemuda cantik itu melirik Cheng Xiao yang kini menatapnya sambil menunggu jawaban.

Love Your Daddy (End Pdf)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang