11.insiden

741 51 31
                                    

Sesuai janji okay!

Happy reading and enjoy the story
.
.
.
.
.
Matahari pagi menerobos tirai jendela salah satu kamar disebuah rumah mansion,membangunkan sang Surai malam pemilik kamar itu.
Sudah 10 tahun sejak Mikasa diangkat menjadi bagian dari keluarga 'Ackerman' dan 'Jaeger'.umurnya sudah genap 17 tahun,sebaya dengan Eren dan armin.sahabat masa kecilnya.

Mikasa bangun dan merapikan tempat tidurnya,hari ini adalah hari pertamanya menginjak Semester baru SMA.ia bersemangat sekali hati ini,ia segera mandi dan memakai seragam sekolah SMA nya,lalu pergi ke dapur.
Di dapur,Mikasa tak melihat siapapun.ia berfikir untuk membuat sarapan."biasanya kak Levi atau Eren yang memasak sarapan,kali ini aku akan membuat sarapan untuk mereka berdua sekaligus mencoba kemampuanku!" Gumam Mikasa.

Ia segera memakai celemek dan mulai berkutat dengan peralatan dapur.ia berencana memasak menu favorit Eren dan Levi."kudengar dari bibi kuchel,kak Levi suka dengan pancake dan teh hitam,sementara Eren suka sandwich cokelat dan teh hijau" gumam Mikasa sambil mengingat-ingat.

Mikasa terlalu larut dalam keasyikannya dalam memasak.ia bahkan tak menyadari Levi yang sudah siap berangkat berada di belakangnya."Mikasa?kau sedang apa?" Tanya levi.mikasa menoleh dan dilihatnya Levi dengan pakaian mahasiswa kampus.mikasa tersenyum lalu berkata."aku sedang mencoba membuatkan kakak pancake dan teh hitam,lalu sandwich cokelat dan teh hijau untuk Eren".Levi mengernyit,baru ia mau bicara terpotong oleh Eren."darimana kau tahu kami suka itu?!".

Mikasa hanya tersenyum usil.lalu meniriskan makanan yang sudah matang dan menghidangkannya dimeja."ayo cobalah" kata Mikasa.
Levi dan Eren segera duduk lalu menatap makanan yang tersaji didepan mereka.

Mereka lalu duduk dikursi mereka dan mulai mencoba masakan mikasa.dalam kunyahan pertama mereka langsung tersentak,mereka tak pernah merasakan masakan seenak ini.bahkan lebih enak dari buatan ibu mereka.

(Bucin ya gitu:b
(Eren:biarin!
(Levi:daripada lu jomblo
(Au ah gelap!:"(

Mikasa melihat Eren dan Levi terdiam dalam muntahannya menjadi khawatir."apa tidak enak?" Tanya Mikasa.Eren dan Levi tersentak lalu memandang kearah Mikasa yang tampak khawatir."tidak,hanya terkejut saja.masakanmu enak sekali" kata eren.mendengar ucapan Eren membuat Mikasa berbinar-binar,"benarkah?" Tanya Mikasa meyakinkan.
"ya,Eren benar.masakanmu enak" ucap levi.

Mikasa tersenyum senang,dan hal itu membuat jantung Levi maupun Eren berdegup kencang."ayo berangkat!" Kata Levi berusaha menyembunyikan wajahnya yang hampir memerah.eren juga langsung beranjak dari kursi disusul Mikasa yang sedikit keheranan.

Didepan pintu pagar Mikasa melihat Armin berada di depan pagar mansion Ackerman."hai Mikasa,Eren dan levi-san" sapa Armin gugup."apa kalian akan berangkat bertiga?" Tanya levi.eren mengangguk,dan entah mengapa dibalik anggukan eren Levi dapat merasakan sesuatu yang licik.maka,telepati antara Levi dan Eren tersambung.

"Heh,aku akan bersama Mikasa"-eren
"Cih,dasar licik!"-levi
"Kau merasa kalah heh?kakak?!"-eren
"Aku tak pernah mengalah!"-levi
"Coba saja!"-eren
"Jaga dia!"-levi
"Aku tahu!"-eren

Levi segera memasuki mobilnya dan menancap gas secepat mungkin meninggalkan Mikasa,Eren,dan Armin yang kebingungan dengan sikapnya itu.

(Yhaa....ga nabrak lev?:b
(Levi:gua pro,ga kaya lu noob!
(Iya lu pro,PROtol!
(Levi:bacot!lanjut!

Sampai disekolah
Mikasa,Eren dan Armin langsung menuju kelas mereka dan disambut dengan riuhnya suasana kelak, mereka duduk di bangku masing-masing.jean yang melihat pujaan hatinya a.k.a Mikasa sudah datang segera meninggalkan Connie yang masih berbicara kepadanya sehingga Connie berbicara seperti sedang berbicara sendiri

*Connected Heart*Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang