Dikelas XI Akutansi 2, kala itu Kinan hendak pulang namun saat membereskan buku bukunya , ia dipukul dari belakang oleh seseorang. Tubuh Kinan teruyung kedepan hingga jatuh ke lantai.
"Ressa!? Apa yang kamu lakuun ke aku?" Tanya Kinan sambil menahan sakit dan berusaha bangkit untuk berdiri
"Lo, udah ganggu kebahagiaan gue?lo yang udah beraninya ngrebut Dehan dari gue!! lo yang udah ngambil perhatian orang yang selama ini gue dapat. Gue benci sama lo!" Tutur Ressa dengan penuh emosi
"Maafin Aku Ress, bukan maksud aku ngambil Dehan dari kamu,tapi..." Belum sempat Kinan menyelesaikan ucpannya Ressa langsung memotong ucapan Kinan "Alah.. banyak alesan!! " Teriak Ressa sambil memukul kepala Kinan menggunakan kursi yang ditempati Kinan sebelumnya. Ressa memukulnya beberapa kali setelah Kinan tewas akibat pukulan dikepalannya Ressa merasa puas.. Ressa membungkus jasad, puing kursi dan barang Kinan ke dalam kantong sampah yang ia bawa. Ia membersihkan darah yang menggenang disekitarnya menggunakan taplak meja guru di kelas tersebut lalu memasukkan kedalam kantong sampah bersama jasad Kinan tadi. Ressa membopong kantong berisi itu ke tepi sungai yang lumayan jauh daris sekolah tepatnya disungai Jalan Kantil. Ressa melempar begitu saja dan langsung pergi meninggalkan tempat itu..

KAMU SEDANG MEMBACA
JALAN KANTIL
KorkuDendam seorang Kinanti Arum Sekarwati kapada Maressa Dwi Putri teman sekolahnya yang telah membunuhnya dengan kejam dan sadis.. tak hanya satu teror ,setiap saat pun Maressa mendapat teror dari sang arwah penasaran Kinanti yang dibuang di sungai did...