Chapter 14

421 49 1
                                        

Dipublis pada tanggal 25 agust

---💐---

HaPpY ReAdiNg

---💐---

***


Nina sesekali melihat Loocksen dilayar ponselnya, dia menunggu temanya keluar dari gramedia.

Entah apa yang Yeji lakukan di dalam sana, bedoa saja Yeji tidak dituduh mencuri buku.

Nina langsung berdiri tegap saat seseorang keluar dari dalam, ya orang itu Yeji dan Nina langsung nenyeret Yeji masuk kedalam lift.

"Et dah sabar bisa ga sih njing" Gerutu Yeji, Nina hanya bisa menunjukan ekspresi khawatir nya.
"Nunggu lo kenapa? Kok mukanya kek tegang gitu" Ujar Yeji "ya gara gara lo sih kelamaan keluarnya, kan jadi ribet" Yeji menatap Nina malas bukan pokoknya malas pake banget.

"Emang kenapa sih?" Tanya Yeji heran, dan tak lama pintu list terbuka lalu keduanya keluar dan Nina kembali menyeret Yeji hingga membuat temanya itu kewalahan "woi bisa santai ga sih!" Tegas Yeji.

Lalu Nina berhenti menyeret Yeji "makin kesini makin aneh, coba cerita ada problem apa?" Tutur Yeji dan Nina mengangguk.

"Lo tau kan, mall bentar lagi udah mau tutup, dan kita belom dapet satu barang lagi" Jelas Nina dan Yeji mulai paham dan mulutnya hanya bisa bilang 'oh' dan Nina berdecak kesal.

"Masih bisa santai lu!"- Nina

"Ye habisnya gue takjub sama kebegoan yang ga dibuat buat"- Yeji

"Plis jangan ngelawak" Ucap Nina dengan tatapan seriusnya.

"Plis deh nin, lu ngomong kaya ga punya hari esok buat beli topeng, lagipun tadi pak Jeno udah nawarin kalau misalkan ga ada barang-

"Nah itu! Gue sebenarnya pengen minta bantuan pak Jeno tapi segan" Ucap Nina diakhiri dengan kekehan "ye si itu pake malu malu kucing" Ejek Yeji dan tertawa puas melihat muka Nina saat ini "ye sitolol juga kalau ga malu malu kucing lo ga minta juga?" Balas Nina balik dan kali ini Yeji benar-benar dibuat skakmat.

"Nah gabisa jawabkan, intinya kita itu sama sama malu" Sabda Nina bahkan tanganya kesana kemari seperti seorang pemandu padus

"Dan sama sama tolol"

Yeji dan Nina membulat kan matanya lalu keduanya menghadap kebelakang dan muka mereka berubah menjadi kaget secara reflek.

"HAECHAN"

Teriak keduanya, dan yang merasa namanya terpanggil hanya tersenyum sambil mengangguk.

-00-

"Chan kapan baliknya lu? Bukanya lu mau lanjutin S3?" Tanya Yeji dan diangguki Nina, sekarang mereka nongki santai di saha satu cafe yang tak jauh dari mall.

"Ga ah, males otak gue 2 tahun ini kerja terus" Ucap Haechan dan keduanya mengangguk "jadi?"

"Jadi, karna gue kasian sama diri gue yang udah bejalar di manapun tapi otak gue ga ngaruh, gue mutusin buat buka warnet" Ucap Haechan dengan sok sokan membenarkan kerah pada kaosnya.

"Kesimpulan nya, lu balik ke Korea dan langsung buka usaha?" Pertanyaan simple dari Yeji dan Haechan mengangguk bangga.

"Wuih siapa sangka orang yang rela ninggali pacar demi ngegame, masa dopanya juga dijalankan dengan gane dong" Ucap Nina penuh Drama, tangannya membersihkan ujung matanya seolah olah dia sedang menghapus air yang ada di sudut matanya.

"Nah kaya lo, siapa sangka hidup lo penuh dengan drama ini, masa depannya juga dijalankan dengan Drama" Ucap Haechan dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari seluk beluk mata Nina.

"Si anjing lo pikir hidup gue ini semua sandiwara?" Tanya Nina dan Haechan menggeleng sambil terkekeh.

"Itu cuman perumpamaan baby" Ucap Haechan, dan mendapatkan tatapan jijik dari Nina "sejak kapan lo pake by byan" Tanya Nina tak suka tapi lebih terkesan bercanda "sejak Jimin masuk Exo" Yeji menahan ketawanya karna mendengar ocehan mereka berdua.

Memang pas SMA Haechan sama Nina dijuluki moodboster sama orang orang yang mereka kenal, apa apa ngelawak dikit ngelawak.

Jadi ga heran kalau mereka berdua ketemu pasti langsung heboh, tapi kali ini biasa saja, mungkin karna keadaan yang sedang sepi.

"Eh cerita cerita dikit dung pas lo di rusia, ada yang naksir ama lu gak?" Tanya Yeji "ehm? Naksir? Eh asal lo pada tau, gue disana ngenolep anjir

"Lah serius? Bukanya-

"Bukan ngenolep tapi ternolep kan" Koreksi Nina dan mendapatkan tatapan sinis dari Haechan.

"Udah gausah bikin keributan lu pada, ntar dikira rumah tangganya lagi ga beres"

Perkataan Yeji berhasil membuat keduanya membisu

"Lah kok pada diem? Ehm pasti pada Jaim nih" Ledek Yeji lalu keduanya me natap rendah satu sama lain.
"Ha? Jaim apa dulu kalau Jaim pengen cipok mukanya Nina Pake Tai gue setuju" Ucap Haechan, Nina tak mau kalah "emang gue sudi? Kaga"

"Udah woe perut gue konser dari tadi." Rintih Yeji sambil memegang perutnya pelan "ye makan, gunanya donat ya g ada didepan mata lu buat apa? Dijadiin pajangan kaya otaknya Echan?" Haecha mendengkus sebal, kalau gelis kata Sama Nina ga ada yang namanya episode terakhir kalau ga ada yang ngalah duluan.

"Dan satu lagi, lu baru ketemuan sama siapa aja?" Tanya Yeji da Haechan tampak berfikir sejenak "baru kalian berdua sih, itupun karna ga sengaja ketemu" Dan keduanya mengangguk paham, lalu mereka bertiga kebun memfokuskan diri pada makanan yang menganggur diatas meja.


***

---💐---

VoTe yorObuN

---💐---

Nah teman teman lama udah berdatangan 👀

Sore kalau garing ehe

Vote or Santet.g.y

©LittleParks

[1] Between of CEOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang