Pertemuan

47 6 3
                                        

Mengapa pertemuan ini terasa berbeda ?, apakah ini cinta atau hanya sebuah rasa mengagumi tanpa dapat memiliki

Bel sekolah telah terdengar menandakan pelajaran praktek akan segera dimulai dengan spontan siswa-siswi langsung berlari mengambil bahan-bahan dan menuju keruang laboratorium. Pak Rahmat yang sudah menunggu di depan pintu ruangan bergegas masuk untuk memulai mengajar praktek hari ini, " oke anak-anak hari ini kita akan praktek membuat susunan kerangka manusia, untuk pertama-tama bapak akan menyebutkan nama-nama yang akan menjadi satu kelompok " ujar Pak Rahmat yang terlihat sedang mengambil buku absen dan menyebutkan secara acak nama-nama yang dipilih olehnya, setelah beberapa saat menyebutkan nama kelompok tibalah untuk disebutkan kelompok terakhir yaitu kelompok lima.

"Okey kelompok lima terdiri dari : Gabriel, Alvaro, Kayla, Diva, Reza dan Angelica" Mendengar ucapan dari Pak Rahmat membuat Reza dan Angelica saling bertatapan muka seakan seperti terjadi sebuah keajaiban.

Setelah memberikan banyak materi tentang penjelasan seputar praktek IPA tibalah Pak Rahmat untuk mengakhiri pelajaran hari ini "okey itu saja penjelasan materi untuk praktek hari ini untuk tugasnya silahkan kalian membuat lagi praktek yang sudah bapak ajarkan tadi bersama kelompok-kelompok kalian dan dibuat menjadi vidio berdurasi 3 menit" Ucap Pak Rahmat yang berjalan menuju pintu keluar kelas.

Kelompok lima pun saling berkumpul di pojok kiri bangku kursi paling belakang "Asik nih keyaknya ada yang lagi seneng" ledek Varo dengan pekikan tawa kecil

Tak terima akan ledekan dari Varo, Reza lalu memutar arah pandangnya menatap penuh wajah Varo, "Siapa? Gue? Haha ga salah nih? Bukannya elo yang seneng bisa ketemu Kayla"

"Apaan sih lo kok jadi bawa bawa nama Kayla" Jawab Varo dengan raut wajah tak terimanya.

"Biarin wlee, ekhem pacarnya Kayla lagi malu-malu kayaknya nih, udah terima aja Var lagi pula lo suka kan sama dia ckck" Ledek Reza yang terlihat sangat bahagia.

"Stt...diam!!! Kalian ini gak di Sekolah, ga dijalan pulang selalu aja berantem, diem sebentar bisa ga sih kalian berdua? Mending daripada kalian ribut terus waktunya bisa kita manfaatkan untuk berunding tentang bentuk kerangka kelompok kita yaa itung-itung lebih bermanfaat lah daripada cuman bikin gerah gara-gara oksigen dihirup kalian berdua" Ujar Kayla yang mererai mereka berdua agar tidak terjadi pertikaian yang lebih serius diantara mereka.

Mereka berdua lalu memutuskan untuk memberhentikan debatnya dan memulai untuk membagi tugas kelompoknya agar terselesaika lebih akurat dan cenderung lebih cepat.

Tiba-tiba terdengar suara bel pulang berbunyi dari arah ruang guru.

"Yah sudah jam pulang sekolah... bagaimana nih nanti kerja kelompok kita ?" Tanya Gabriel

" Ya sudah besok kita ketemuan saja untuk menyelesaikan tugas" Jawab Kayla sembari memeriksa laci mejanya

"Okey besok gue tunggu dirumah gue jam 2 siang" sahut Alvaro yang seraya menawarkan tempat tinggalnya untuk digunakan mengerjakan tugas kelompok dirumahnya"

****

Keesokan harinya saat jam menunjukan pukul 1 siang, Angel bergegas berangkat dengan mengendarai motor butut miliknya, saat ditengah-tengah perjalanan menuju rumah Varo tiba-tiba

Bruk...Bruk...Bruk!!!

Terdengar suara benturan keras antar dua benda bertabrakan. Seketika banyak orang yang datang ketempat kejadian tersebut, Reza yang penasaran akan hal itu kemudian mematikan mesin motor miliknya dan bergegas menuju tempat dimana ia melihat Angel terbaring lemas tak berdaya. Dengan langkah spontan Reza langsung mengangkat tubuh gadis belia itu dan bergegas membawanya menuju Rumah Sakit terdekat.

Setelah mendapat perawatan selama beberapa jam oleh tim Dokter Rumah Sakit akhirnya Reza dipersilahkan masuk untuk melihat keadaan Angel pada saat selesai mendapatkan perawatan.

" Angel...Angel... bangun Angel gue ga mau liat lu begini Angel... bangun Angel ku mohon!!!" Ujar Reza sambil meneteskan beberapa butir air matanya melihat Angel yang tengah terbaring lemah.

2 Jam kemudian
Angelica mulai membuka kedua kelopak matanya secara perlahan, "Gue dimana ?" Tanya Angel dengan tatapan setengah sadar.

Mendengar pertanyaan dari Angel tadi tentu membuat Reza tersentak haru, "Alhamdulillah Angel sudah sadarkan diri, kamu sedang di Rumah Sakit Jel" Jawab Reza sembari mengelap air mata yang terjatuh dipipinya.

"Loh Reza kok kamu bisa ada disini ?" Tanya Angel keheranan

"Iya tadi gue engga sengaja mendengar ada suara benturan hebat saat gue lagi dalam perjalanan menuju Rumah Varo, lalu karna spontan gue langsung melihat dari arah kejadian dan melihat lu sedang terbaring lemas sewaktu kecelakaan, lalu dengan cepat gue bawa lu kesini jel biar lo engga terlambat mendapat perawatannya" Ucap Reza yang menjelaskan tentang awal mula kejadian.

"Mmm... makasih yah, maaf jadi ngerepotin kamu" Sahut Angel tersenyum kecil

"Engga ngerepotin kok, sekarang yang terpenting lu sembuh dulu biar gue bisa ngeliat senyum manis lo" Jawab Reza sembari tersenyum manis menatap wajah mungil Angel

Seketika muka Angel menjadi canggung tak beraturan, " Hah maksudnya ? " Tanya Angel menggeleng-gelengkan kepalanya

Melihat hal itu membuat Reza tetap tersenyum ke arah mata indahnya, " Udah sekarang kamu makan dulu yah biar cepet sembuh sama jangan lupa nanti diminum obat yang diberi dokter" bisik kecil Reza sembari mengambil kotak nasi "yuk makan dulu ngel gue suapin nih" Ujar Reza menyendokan suap demi suapan kedalam mulut Angel agar Angel bisa beraktifitas kembali seperti sedia kala sekaligus memastikan Angel meminum obat yang diberikan oleh Dokter tadi.

RezaAngelica [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang