[nine - love talk]

462 70 1
                                        


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Hongjoong," Hati Seonghwa dag-dig-dug membayangkan apa reaksi yang akan Hongjoong berikan ketika nanti ia menyatakan cintanya.

"Apa?" Mereka berdua sedang berdiri meyender di railing balkon kamar, angin sepoi-sepoi bertiup ke muka mereka dengan lembut, dan bahu mereka saling bersentuhan.

"Aku... mencintaimu-"

"Aku tahu,"

"Bukan, bukan cinta sebagai teman...tapi cinta yang sebagai sepasang kekasih,"

"Aku tahu, Park Seonghwa, aku tahu," Kali ini Hongjoong memandangnya, matanya melembut dan pandangannya mengarah ke bawah. "I know, love." Bisiknya untuk terakhir kali.

Hongjoong merasa dagunya diangkat, lalu mata birunya bertemu dengan netra yang berwarna gelap milik Seonghwa. Perlahan jarak diantara mereka menipis, dan kepala lelaki berambut hitam itu miring sedikit, lalu karena reflek Hongjoong menutup matanya. Naga itu merasa ada sesuatu yang hangat menempel pada bibirnya, dan ia juga berasa nafas Seonghwa yang hangat mengenai kulitnya dengan lembut. Nafasnya tercekat, seketika itu juga perutnya serasa diikat ke simpul mati—tetapi ia menyukai rasanya. Bibir Hongjoong rasanya seperti memakan permen kapas dan gula-gula—Seonghwa tidak bisa berbohong kalau dia sangat, sangat menyukainya.

"You taste like candies," Ucap Seonghwa setelah melepaskan tautan bibir mereka. "And you taste like lavenders," Balas Hongjoong. Bibir keduanya saling bertaut lagi, tetapi kali ini Seonghwa juga memasukkan lidahnya ke mulut Hongjoong—merasakan keempat gigi taring yang lebih panjang dari manusia itu, dan benar-benar memuaskan indra pengecapnya dengan rasa gula-gula yang ia tahu tidak akan membuatnya bosan. Lenguhan lembut keluar dari mulut Hongjoong, tetapi ia malah memperdalam ciumannya—dan keduanya terengah-engah setelah melepasnya.

"My angel," Seonghwa memeluknya dengan erat, dan Hongjoong juga membalasnya, bahkan mencium lelaki yang lebih tinggi itu dua kali lagi, satu di ujung hidung dan satu di dahinya. "My little prince,"




"Joongie, mau bantu aku masak?" Tanya Seonghwa. "Boleh," Hongjoong yang sedang tidur-tiduran itu langsung terbangun dan mengikuti Seonghwa keluar ke dapur.

Hongjoong mengikutinya dari belakang, dan Seonghwa menuntunnya, mengajaknya menuruni tangga dan masuk ke dapur. Dapur mereka langsung terbuka ke taman tengah, jadi semua bau-bauan langsung keluar.

"Mau masak apa?" Tanya Hongjoong melihat Seonghwa sudah menyiapkan beberapa sayuran dari keranjang sayur dan ada dua pisau yang berada diatas meja. "Sup aja untuk mereka, karena udah mau masuk musim dingin."

"Boleh tolong nyalakan api?" Tanya Seonghwa, dan Hongjoong tahu sebenarnya ia diminta untuk berubah ke bentuk naganya agar lebih cepat daripada memutar-mutar kayu tidak jelas.

𝘀𝗲𝘁 𝗳𝗶𝗿𝗲 𝘁𝗼 𝘁𝗵𝗲 𝗿𝗮𝗶𝗻-𝗷𝗼𝗼𝗻𝗴𝗵𝘄𝗮Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang