~MUNGKIN AWALNYA AKU AKAN MENGERTI TETAPI AKUPUN HANYA MANUSIA BIASA YANG PUNYA BATAS~
Seorang gadis cantik dan imut dengan rambut kuncir dua itu berdiri disebuah gerbang bertuliskan SMA ANGKASA, dengan seragam yang dihiasi logistik MOS pada tubuh mungilnya.
"Wahh.. keren banget sekolahnya" ucapnya polos dengan mata bulat yang berbinar dan bibir mungil yang terus terbuka.
Dibalik terkagumnya pada sekolah terbesit rasa gugup di hatinya, ia tau ini hari pertamanya disekolah umum karna sejak kecil dia selalu home scooling dan dia cukup mengerti alasan orang tuanya tidak mengizinkan dia masuk ke sekolah umum.
Dan sekarang dia ingin membuktikan bahwa dia layak bersosialisasi dengan orang lain terlebih lagi di sekolah barunya ini.
Gadis itu memutuskan untuk melangkah masuk ke dalam sekolah, tetapi saat dia telah berada di lapangan semua mata tertuju padanya.
"Bukan.. ini bukan perasaanku tapi memang mereka semua melihat kearahku" batin gadis itu.Lalu aku menatap diriku dari ujung sepatu dan aku tak menemukan sesuatu yang berbeda bahkan apa yang ku gunakan sama dengan mereka. "Lantas apa yang salah??" gumamku.
"Lihat cantik banget"
"Wahh gila sih bening banget cuy"
"Dia siapa?? Cantik banget gila"
Ucapan-ucapan itu begitu saja masuk ke telingaku membuat pipiku merona seperti aku habis dijemur seharian di bawah matahari.
Gadis itu bernama FRISCA ANDINI yang biasa dipanggil ICA. Gadis cantik dan mungil si pengidap sindrom PINOCCHIO.
"Ica" panggil seseorang di belakang punggungnya.
Ica langsung menoleh saat namanya dipanggil. Dan terpampanglah seorang gadis sambil menunjukan wajah marahnya. Dia adalah Dina Amelia biasa dipanggil Dina. Sahabat sekaligus kakak bagi Ica karna mereka selalu bersama sejak masih kecil.
"Kenapa gak tungguin aku??" tanya Dina dengan tatapan tajamnya.
"Ya maaf.. habisnya Dina lama jadi Ica masuk duluan deh" jawab Ica dengan polos.
"Ckk.. lain kali jangan gini lagi. Kamu tau kan ini pertama kalinya kamu masuk sekolah"
"Iya iya Ica tau kok" jawab Ica dengan bersalah.
"Terus kenapa itu pipi merah??" tanya Dina sambil mencolek pipi Ica.
"Ica malu tau dari tadi diliatin terus sama yang lain" jawabnya sambil mencebikkan bibir yang membuatnya terlihat semakin menggemaskan.
"Gimana ga diliatin orang dia cantiknya overdosis" gerutu Dina dalam hati.
"Yaudah acuhin aja, mendingan sekarang kita ke aula" ajak Dina.
"Iya deh, ayo" jawab Ica diiringi tarikan Dina pada lengannya.
🌸🌸🌸
Jangan lupa Follow, Vote dan Comment ya

KAMU SEDANG MEMBACA
PINOCCHIO (On Going)
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bagaimana jadinya jika seorang gadis pengidap sindrom PINOCCHIO ditanya soal perasaannya oleh orang yang dia suka, sedangkan dia tidak akan pernah bisa berbohong. "Apa benar lo suka sama gue??" tanya Leon yang tak lain adala...